Erick Azof

My blog | My inspiration | My thought | My dreams

Sang Ibu Jari

Sang Ibu Jari

Ibu jari

Kenalkan, namanya Ibu Jari. Bentuknya tidak seramping jari telunjuk, seimut jari kelinking, ataupun semanis jari manis. Bentuknya yang bulet dan tidak begitu tinggi. Secara fisik memang ibu jari tidak secantik jari-jari yang lain.

Tapi tanpa ibu jari, nyaris keempat jari yang lain hampir tidak bisa berfungsi maksimal. Terkadang bahkan hampir selalu kegiatan keempat jari lainnya membutuhkan bantuan ibu jari. Begitu besarnya peran ibu jari, tapi masih sadarkah kita?

“You always make me smile..”

Ingat saat pertama kali kita belajar mengenal jari tangan. Ibu jari yang selalu kita rindukan untuk kumasukkan kedalam mulut. Ada rasa senang yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ibu jari merelakan tubuhnya untuk basah serta sakit saat dimasukkan kedalam mulut kita yang mungil.

pijat-bayi-3

Siap siaga, itu motonya sang ibu jari. Disaat tubuh kita yang mungil sedang sakit. Sang ibu jari dengan sekuat tenaga membantu menyembuhkan. Meski sang ibu jari sadar, bahwa dirinya tidak memiliki pengetahuan apapun tentang kesehatan, namun ia yakin bahwa semua itu dilakukannya karena rasa cinta dan kasih sayang. Mungkin itulah obat mutakhir yang dimiliki sang ibu jari.

Berbicara mengenai sentuhan, kita selalu ingat sentuhan ibu jari yang mungkin lebih manis dari jari manis. Badannya mungkin tidak mulus, bahkan paling kasar dibanding jari yang lain. Tapi keikhlasannya, membuat siapapun merindukan kehadirannya.

kakek-nenek1

Berapa lama ya sang ibu jari menemani kita? Satu tahun? Dua tahun? Sepuluh tahun? Mungkin seumur hidup, sang ibu jari selalu sedia membantu kita selama dirinya masih bergerak. Waktu yang terus berjalan, akhirnya sang ibu jari mulai menunjukkan keletihannya. Keriput di setiap sisinya, bukti tanda sang ibu jari tidak sekuat seperti dahulu kala.

Pernah kita berfikir bahwa letak sang ibu jari berada jauh diantara jari yang lain? Namun ajaibnya, ibu jari selalu dapat merangkul seluruh jari-jari tersebut. Seakan dia berkata, “Aku selalu ada untuk kalian..”

Salam hangat dan cinta,

Untuk “Ibu” jari kita semua :)

KartuNamaQu – Desainer Kartu Nama

“Logo Enlight Yout Business, Namecard boost it!”

Banner KartuNamaQu

Alasan utama “KartuNamaQu” berdiri berawal dari pengalaman pribadi, yaitu baru start up usaha dengan modal yang terbatas. Awal usaha yang saya dibidang disain grafis. Dapat dibilang portfoliopun terbatas dikarenakan saya masih memulai usaha tersebut.

Setelah beberapa kali melakukan survey di internet, akhirnya saya menemukan suatu yang unik, yaitu desainer kartu nama. Uniknya yaitu desainer membuat kartu nama yang disesuaikan dengan background pemilik kartu nama tersebut. Bentuknya seperti apa? Silahkan lihat beberapa desain kartu nama yang unik.

Berawal dari situ, akhirnya aku memutuskan untuk membuat kartu nama sendiri. Berikut kartu nama pertamaku. :)

KT

“Kami Lebih Dari Sekedar Desainer, Kami Adalah Partner”

Itu moto yang saya ambil untuk menekuni bidang yang saya ambil ini. Meskipun kartu nama dapat dibilang sebagai pelengkap dalam bidang usaha, namun saya yakin “kesan pertama” merupakan salah satu faktor penting bagi seorang pengusaha, karyawan, termasuk  mereka yang bekerja dalam suatu organisasi. Hal itu pula Mengapa saya menyebut “KartuNamaQu” sebagai partner atau ujung tombak dalam menjalin networking.

Setelah beberapa waktu, akhirnya ada beberapa rekan-rekan yang setuju dengan pandangan saya dan menjadi klien saya. Alhamdulillah, semoga ini salah satu langkah untuk dapat mempermudah pengusaha dalam merintis usahanya.

Untuk melihat portfolio kartu nama, terdapat di website saya : www.kartunama.yukbisnis.com

Terima kasih,

Salam kreatif :)

Kebahagiaan dan Kesederhanaan

Kebahagiaan dan Kesederhanaan

“Kebahagiaan itu dihati, dihati yang bersyukur..”

Sepenggal kalimat dari broadcast message yang aku terima membuatku terenyak sebentar. Sungguh sederhana apa itu bahagia, yaitu dengan cara bersyukur. Kata, “Namun”, “Tetapi”, “Tapikan”, “Mmm..”, dan masih banyak lagi respon berbagai alasan jika kita dinasehati tentang “Bersyukur..”.

Apakah bersyukur itu sulit? Setiap orang punya jawaban masing-masing atas pertanyaan tersebut. Sedangkan menurutku, bersyukur itu perlu proses belajar. Dimana belajar itu sendiri ada levelnya, tahapnya, serta ada ujian kenaikannya. Levelnya sampai mana? Tidak ada batasnya (mungkin) hingga akhir kiamat. Hehe ;)

Sayyidina ‘Ali Karamallaha wajhah pernah menyatakan, “Seseorang tidak akan merasakan manisnya kebahagiaan (sa’adah), sebelum dia merasakan pahitnya kesedihan (syaqawah).”

Menciptakan Kebahagiaan

Ada kisah yang cukup menarik, bagaimana menciptakan kebahagiaan dengan hanya merubah perspektif. Dalam Islam, hal ini yang disebut dengan Husnudzon (berbaik sangka). Memang tidak mudah serta merta melakukannya, namun seperti proses belajar. Husnudzon pun perlu dilatih, perlu belajar, hingga pada tahap ujian. Disini ada kisah yang cukup menarik dari Dr Frankl. berikut kisahnya :

Dr. Victor Frankl, seorang psikolog yang dikenal luas dengan metode logoterapinya memiliki cara sederhana untuk membantu para pasiennya. Alkisah, menurut penuturan Dr. Frankl, datan ke tempat praktiknya seorang laki-laki tua. Dari mimik muka dan bahasa tubuhnya, tampak bahwa dia sepertisedang berada dalam tekanan kesedihan yang luar biasa. Di hadapan Dr. Frankl dia bercerita bahwa istri yang amat disayanginya, yang telah menjadi pendamping hidupnya selama puluhan tahun, baru saja meninggalkannya. Akibatnya, saat ini dia merasa hidupnya sudah tak punya makna lagi. Selama ini, setiap kebahagiaan dan kesulitan dia bagi bersama istrinya. Tanpa istrinya, tak ada lagi yang bisa menjadi tempatnya berbagi. Kalau saja bisa, mau rasanya dia mati untuk menyusul istrinya.

Mendengar itu, Victor Frankl bertanya kepada laki-laki yang malang itu; “Coba Anda bayangkan, apa yang akan terjadi kalau istri Anda selalu bersama Anda, hingga Anda mati meninggalkannya? Memang Anda tak akan mengalami kesedihan luar biasa seperti yang Anda rasakan saat ini, tetapi kira-kira apa yang akan terjadi dengan istri Anda jika justru Anda yang lebih dulu meninggalkannya. Laki-laki itu terhenyak sambil berkata, “Jika itu yang terjadi maka istri sayalah yang akan menanggung kesedihan yang luar biasa karena saya tinggalkan.”. “Nah,” kata Frankl, “kematian istri Anda lebih dulu dari Anda, dan kesepian yang Anda rasakan sekarang sebagai akibatnya, sesungguhnya bermakna bahwa Anda telah menyelamatkan istri Anda dari mengalami kesedihan luar biasa seperti yang Anda rasakan sekarang.”

Mendengar dan merenungkan ucapan Dr. Frankl tersebut, tiba-tiba sebuah kesadaran baru merasuki laki-laki itu. Tiba-tiba saja ia sadar bahwa kesedihan yang dia rasakan sekarang memiliki makan positif yang tak terkira besarnya. Yakni, menyelamatkan istrinya dari kesedihan yang luar biasa kalau saja ia yang terlebih dahulu meninggalkannya. –end

Sebenarnya tidak ada perubahan yang riil terjadi pada lelaki itu sepulang dari Dr. Frankl. Namun Dr Frankl mencoba membawa laki-laki tersebut untuk merubah pandangannya menjadi sesuatu yang lebih bermakna positif. So, selamat berlatih menjadi individu yang bahagia dan sederhana :)

Post Navigation

%d bloggers like this: