Bisa Apa Pekerja Sosial dalam Organisasi ?

Kesejahteraan sosial dalam pengertian yang dikemukakan oleh Friedlander (1982) yaitu sistem yang terorganisir dari institusi dan pelayana n sosial, yang dirancang untuk membantu individu ataupun kelompok agar dapat mencapai standar hidup dan kesehatan yang lebih memuaskan.

social-workerSistem yang terorganisir dan pelayanan sosial merupakan tools yang diperlukan dalam upaya pencapaian kesejahteraan. Lebih jauh lagi, lembaga organisasi merupakan wujud dari sistem yang terorganisir tersebut. Dalam dunia kesejahteraan sosial, lembaga organisasi ini sering disebut dengan Human Service Organization (HSO) atau organisasi pelayan masyarakat atau yang disebut dengan Non-Governance Organization (NGO).

Istilah yang bermacam – macam tersebut memiliki makna yang sama karena bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan UU Kesejahteraan Sosial No.11 tahun 2009 yang berbunyi :

“Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhnya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya”.

Namun yang menjadi pertanyaan dibenak kita masing – masing yaitu :

1. Apa perbedaan antara pekerja sosial dengan karyawan lainnya dalam organisasi ?

2. Apa kontribusi pekerja sosial terhadap organisasi dan tentunya dengan klien ?

3. Bagaimana Saya dapat menerapkan ilmu kesejahteraan sosial didalam organisasi ?

 

Mungkin banyak pertanyaan – pertanyaan lainnya yang hinggap jika seorang pekerja sosial (peksos) bekerja di ranah organisasi. Hal ini wajar karena seringkali jika seorang peksos bekerja dalam setting kesehatan, maka mereka akan sering terlibat menjadi konseling bagi seorang individu atau terapi keluarga. Bukan sebaliknya yaitu bekerja dalam setting rumah sakit secara luas, menjadi konseptor, menjadi manajer, dan sejenisnya.

Dalam buku Hugher & Wearing (2007) yang berjudul Social Work in Organization, mengatakan bahwa tantangan terberat dari seorang pekerja sosial yang bekerja dalam setting organisasi yaitu mengatur bagaimana bekerja secara profesional dengan kemampuan, nilai / prinsip, serta skill yang dimilikinya untuk dapat diberikan kepada organisasi.

Jika kita mengkaji lebih dalam tentang peran peksos dalam organisasi, semakin berkembangnya peran pekerja sosial maka seharusnya semakin banyaknya organisasi pelayanan dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam organisasi pelayanan, terdapat beberapa nilai tambah yang dimiliki oleh peksos , yaitu Evidence Based Practice, Best Practice and Practice Guideliness, dan a Reflexive Approach. (Hughes & Wearing, 2007)

Evidence Based Practice (EBP), merupakan cara pekerja sosial dalam memberikan bantuan dengan klien. Bantuan yang diberikan merupakan pembelajaran yang didapat pekerja sosial untuk dapat mengembangkan dirinya. Seorang pekerja sosial mempunyai dasar ilmu sosiologi, politik, psikologi, serta filosopi yang menjadikan modal ini berbeda dengan praktisi ilmu lainnya. Dengan tidak mengesampingkan “moral” sebagai etika dasar pekerja sosial dalam bekerja maka  lingkungan sekitar organisasi menjadi faktor penting dalam organisasi berjalan. Baik itu lingkungan yang berada dalam organisasi maupun lingkungan yang berada pada luar organisasi.

Sama halnya dengan EBP, Best Practice and Practice Guideliness memiliki arti bahwa seorang pekerja sosial dalam bekerja mempunyai cara – cara (Guide) untuk dapat membantu klien. Tidak mustahil jika dalam organisasi, setiap individu memiliki keterampilan dan kemampuan yang berbeda. Istilah “guru yang terbaik yaitu pengalamanmu sendiri” tercermin pada dunia pekerja sosial. Cara yang dianggap paling ‘best’ merupakan panduan bagi peksos untuk dapat membantu klien.

Terakhir, Reflexive Approach. Merupakan pendekatan yang melihat dari sisi mikro, mezzo, maupun makro dalam berorganisasi. Dalam mikro praktis, peksos dituntut untuk dapat menjalin relasi dengan sesama staff dan klien, kemudian pada mezzo praktis, peksos mampu mengetahui sistem informasi organisasi, system training, rekrutmen, supervisi, serta kondisi ketenagakerjaan di organisasi. Terakhir pada makro praktis, peksos harus juga memiliki kemampuan berpolitik, menetapkan kebijakan sosial, Fund Raising, serta memiliki Framework yang jelas sesuai dengan etika peksos.

Bukan mustahil bagi peksos dapat menjadi seorang manajer dalam organisasi, karena organisasi pelayanan (khususnya) akan lebih cepat diterima oleh masyarakat sekitar jika organisasi tersebut mempedulikan apa yang menjadi kebutuhan mereka (Organization based on human needs).

Istilah Multiprofesional Organisasi Sosial akan lebih tepat untuk menggantikan kata “Organisasi Pelayanan” karena tidak hanya satu atau dua ilmu saja yang terdapat dalam organisasi tersebut, khususnya ilmu kesejahteraan sosial yang mencoba mendorong dari berbagai macam ilmu menjadi terintegrasi guna mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, saya mendukung sekali jika pekerja sosial juga ikut mempelajari bagaimana memaksimalkan potensi dirinya untuk dapat berkontribusi dalam organisasi, bahkan kalau bisa menciptakan organisasi pelayananan kesejahteraan sosial.🙂

 

Penulis : Achmad Tarich W

Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI ‘06

Referensi :

Mark, Michael & Wearing, Michael. 2007. Organisations and Management in Social  Work. London : Sage Publications.

Undang – Undang Kesejahteraan Sosial No. 11 Tahun 2009

4 thoughts on “Bisa Apa Pekerja Sosial dalam Organisasi ?

  1. Pekerja sosial ..pd dasarnya yg ada di benak kebanyakan orang adl pekerja yg bergerak di bidang kemasyarakatan yg memiliki niat mulia utk membantu mereka (masyarakat) tanpa mengharapkan imbalan.

    Hmm..mungkin statement di atas salah atau perlu dikoreksi, Tapi bagaimanapun juga rakyat sadar dan rasakan bahwa para pekerja sosial adalah entitas dari “malaikat”2 Tuhan yg selalu diharapkan kedatangan & kontribusinya,, dimana di sisi lain DPR yg katanya perwakilan mereka di senayan masih melulu meributkan dukungan2 politik dan pemilu yg akan datang..tapeee deeeehh

  2. hahaha..iya nih…harus selalu kita kritisi bahwa para pemimpin bangsa ini harus bijak melihat kondisi rakyatnya..

    jangan sampai karena para politisi ini yang miskin makin banyak..dari artis yang sudah risih karena jam tayangnya berkurang akibat media terlalu sering meliput para politisi bertengkar, terus rakyat yang semakin di ombang ambingkan oleh kelakuan para pemimpin..dll..

    Mengutip kata2 Aa Gym, bahwa semuanya dapat dimulai dari diri sndiri..hehe.semoga dengan perubahan kebaikan yang kita lakukan akan berdampak positif bagi lingkungan, serta ke semua orang..amin

    mm..uda lupa ini hadis siapa atau dari someone tapi pada intinya satu kebaikan akan mempengaruhi 1000 orang , serta kebalikannya jika satu keburukan dilakukan maka akan berdampak pada 1000 orang pula..

    btw, thx bi buat komentarnya..kalau mau kirim tulisan silahkan, monggo, mari..🙂

    wslm.

  3. Assalamu’alaikum wr.wb
    Sebelumnya terima kasih sudah bertamu di Blog Social Welfare duluan ya Erick🙂 Salam kenal kawan

    Hhmm…I look sampeyan angkatan 2006, berarti temannya Anggi ya, KS UI 2006🙂

    Wahhh, menarik nich, membahas Peran seorang Peksos dalam lingkup organisasi. Saya belum bisa berkomentar banyak, karena memang saya baru belajar OAKS(Organisasi dan Administrasi dalam Kesejahteraan Sosial) di semester IV ini, dan minggu ini adalah waktu UTS(Ujian Tengah Semester) bagi mahasiswa di STKS Bandung.

    Namun yang jelas, benar memang apa yang disampaikan oleh Erick, seorang pekerja sosial dapat menjadi pemain utama dalam sebuah oranisasi pelayanan kemanusiaan, dan tentu saja, sejak di bangku kuliah, harus bisa expert di sini, dan nantinya implementasi di lapangan(organisasi), seperti yang Erick bilang, learning by doing🙂

    Salam semangat selalu dari Bocahbancar
    Ayo ikutan diskusi di sini ya http://bocahbancar.wordpress.com/2010/03/27/diskusi-pemikiran-untuk-membentuk-hima-kessos-se-indonesia/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s