Seven Heroes – Merekalah Pekerja Sosial sejati

7 heroesPada suatu hari saya mengunjungi website Kick Andy, semua ini bermula dari rasa kekaguman saya kepada beliau yang memiki kemampuan dan ciri khas tersendiri dalam membawa sebuah acara. Kebetulan saat itu saya membrowsing beberapa tulisan yang terdapat dalam website Kick Andy tersebut, dan menemukan opini tentang sebuah buku. Apa itu ? hati saya bertanya mengenai judul yang cukup membuatku terdiam sejenak. Pelan – pelan saya membaca judul buku tersebut, “Seven Heroes” sebut saya dalam hati.

Tentang apakah buku itu ? kemudian saya membaca singkat narasi tentang buku tersebut. Kemudian saya tahu bahwa buku tersebut merupakan sekian orang dari beberapa pahlawan yang berada di Indonesia. Saya menyebutnya pahlawan yang ada di Indonesia, bukan pahlawan yang berasal dari Indonesia karena pada kenyataannya saya menemukan seorang berkebangsaan Jerman yang telah berjuang untuk kebaikan manusia di Indonesia.

Rasa penasaran saya kemudian berlanjut semakin mendalam saat aku membaca dan membaca artikel singkat di website tersebut. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku Seven Heroes ini. Keesokan harinya saya mengunjungi toko buku dan segera saya mencari buku tersebut. Alhamdullillah, saya menemukan buku tersebut dengan harga yang cukup mahal bagi saya (heheh..). Tapi dengan niat yang ingin membaca keseluruhan buku, akhirnya saya membeli buku tersebut.

“Merekalah pekerja sosial terhebat yang pernah kudengar..” itu opini yang saya katakan ketika membaca buku itu. Sungguh luar biasa bahwa saya sendiri malu karena belum dapat memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat sekitar,  bahkan keluarga saya sendiri. Salah satu pahlawan di buku tersebut yaitu Wanhar Umar. Ia telah menjadi kepala sekolah semenjak umur 14 tahun ! luar biasa ! Beliau telah menjadi pengajar dan kepala sekolah pada umur yang sangat dini. Namun pemikiran sederhana beliau telah menjadikan sekolah tempat ia mengajar menjadi salah satu sekolah yang telah diminati oleh masyarakat sekitar.

Selain Wanhar Umar, masih banyak lagi pahlawan yang saya sebut sebagai pekerja sosial sejati. Sebut saja Didik Nini Thowok, siapa yang tidak kenal dengan orang ini ? di balik nama besarnya sebagai seorang seniman terkenal di Indonesia bahkan di luar negeri, Didik Nini Thowok telah merasakan beratnya halangan, hambatan yang menimpanya bahkan sejak kecil. Beliau sering di hina oleh temannya sendiri karena beliau (Cross gender) menunjukkan minatnya ke seni tari, serta kesenian lainnya. Tapi siapa sangka, kalau sekarang beliau merupakan seniman cross gender sejati Indonesia yang masih tetap menghasilkan karya – karya yang luar biasa serta salah satu pejuang atas eksistensinya kesenian Indonesia hingga tingkat internasional. Salah satu opini yang membuat saya terdiam sejenak yaitu :

“Jika kamu menari di hadapan penonton, jangan pernah berkata, ‘Tontonlah aku yang sedang menari ini,’ tapi katakanlah, ‘Tontonlah tarianku ini.”

Masih ada 5 pahlawan lagi yang disebutkan di buku tersebut serta dikemas secara baik oleh Kick Andy. Saya yang bercita – cita menjadi pekerja sosial semakin bersemangat serta mengambil nilai – nilai yang telah dijalankan oleh pahlawan – pahlawan tersebut. Saya pun yakin menyebut mereka bahwa mereka adalah pekerja sosial sejati, karena mereka adalah heroes di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s