Pelaksanaan SIMAK UI sudah sesuai ?

quickcountsimakUI Berikut merupakan artikel yang saya dapatkan di website UI. Dalam tulisan ini dijelaskan mengenai pelaksanaan SIMAK UI yang belum lama ini telah dilangsungkan di 50 kota besar di seluruh Indonesia.

 

 

Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri bersama tim wartawan yang mewakili berbagai media, meninjau pelaksanaan Seleksi Masuk (SIMAK) UI di tiga lokasi yaitu SMU 68 Jakarta Pusat dan SMU 1 Bogor. Saat melakukan peninjauan, Gumilar didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Muhammad Anis. M. Met, Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum, Drs. Ak. Tafsir Nurchamid, M.Si, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri, Sunardji, SE, MM, Sekretaris Universitas, Prof. Dr. I Ketut Surajaya M.A. Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono S.E., MIA., serta beberapa dekan fakultas.

Seleksi masuk pada tahun ini dilakukan serentak di 50 panitia lokal (Panlok) yang tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga Jayapura dan juga dilaksanakan di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing dan Kuala Lumpur. Program yang dibuka untuk SIMAK tahun ini meliputi program pendidikan vokasi, sarjana reguler, sarjana paralel, sarjana kelas internasional, program profesi dan spesialis serta program doktor dengan total peserta mencapai 60.650. Dua di antara peserta SIMAK program sarjana adalah peserta tuna netra yang mengikuti seleksi di kampus UI, Depok. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pada SIMAK tahun ini program studi yang paling diminati pada program sarjana reguler adalah program studi kedokteran (bidang IPA) dan manajemen (bidang IPS). Sedangkan program studi administrasi perpajakan merupakan program studi favorit untuk program vokasi, program studi kenotariatan menjadi program yang diminati pada program magister dan peminatan manajemen strategik menjadi program studi favorit pada program S3. Materi soal yang diujikan pada SIMAK UI untuk program vokasi dan sarjana terdiri dari kemampuan dasar, kemampuan IPA dan kemampuan IPS sesuai dengan program studi yang diminati. Sedangkan materi soal untuk program pascasarjana dan program profesi yang diujikan adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris.

Pak Rektor di SMAN 1 Bogor

Pak Rektor di SMAN 1 Bogor

Dalam jumpa pers yang diadakan di SMU 68, Gumilar mengatakan calon mahasiswa yang lolos SIMAK merupakan anak bangsa yang selektif dan terpilih kualitasnya. Lebih lanjut Gumilar juga mengatakan UI sangat memperhatikan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial. Sebagai bukti, di tahun ini UI telah menganggarkan 36 miliar rupiah untuk program S1 reguler

UI telah menganggarkan 36 miliar rupiah untuk program S1 reguler

yang diberikan sejak awal mereka kuliah hingga lulus."Jadi mereka tidak ada alasan untuk takut masuk UI karena begitu mereka dapat lisensi untuk kuliah di UI maka tidak ada cerita mereka tidak bisa kuliah dengan alasan ekonomi", tegasnya. Gumilar pun menolak anggapan yang menyatakan UI mahal. Ada beberapa alasan kenapa muncul pendapat demikian. Pertama, opini masyarakat yang berkembang mengatakan sulit masuk UI dan kedua, proses birokrasi yang memakan waktu yang cukup lama untuk verfikasi. “Jadi jangan sampai mereka yang sebenarnya mampu secara finansial tetapi mengaku miskin yang justru mendapat keringanan biaya", ujarnya. Ketika disinggung mengenai Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) yang dibatalkan oleh pemerintah, Gumilar mengaku tenang-tenang saja."UI menyikapinya dengan jernih dan tenang karena masalah otonomi pendidikan bukan hanya isu UI, tapi juga menyangkut tujuh PT BHMN lainnya bahkan menyakut seluruh PTN yang ada”, katanya. Ia menegaskan UI akan terus bertumpu pada upaya dasar untuk membangun kualitas dan mengutamakan otonomi yang sejalan dengan aturan yang berlaku. "UI akan ikut apa yang menjadi arahan dari Departemen Pendidikan Nasional setelah berkonsultasi dengan Mahkamah Konstitusi", ungkap Guru Besar Departemen Sosiologi FISIP ini menjelaskan.

Ketika ditanya soal tindak kecurangan yang dilakukan salah seorang peserta pada saat ujian berlangsung,Gumilar menegaskan bahwa calon mahasiswa yang bersangkutan sudah dipastikan tidak akan lolos SIMAK UI. "Kami telah mencatat nomor ujiannya dan dijamin namanya telah dihapus dari sistem", tegas Gumilar. Lebih lanjut Ia mengungkapkan tidak ada kebocoran soal yang terjadi pada penyelenggaraan SIMAK karena pengamanannya sangat ketat. "Kemungkinan itu hanya kisi-kisii ujian saja. Jadi modusnya itu seperti joki. Ada guru bimbingan belajar yang ikut mendaftar ujian, kemudian jawbannya ia sebarkan”, tuturnya. Gumilar pun turut menghimbau para orang tua calon mahasiswa untuk tidak mudah tergiur pada tawaran pihak tertentu yang mengaku dapat membantu supaya anaknya bisa berkuliah di UI. "UI tidak mungkin dan tidak pernah bekerja sama dengan bimbingan belajar mana pun, karena secara struktural dan etika hal itu tidak mungkin. Jika ada pihak UI yang melakukan hal tersebut, tolong beritahu kami, maka kami akan langsung menindak orang tersebut", tegas Gumilar.

 

Jadi, menurut Anda apakah SIMAK UI sudah sesuai pelaksanaannya ??

terima kasih..

 

Sumber :

www.ui.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s