Indonesiaku, bangsaku, kebudayaanku..

wayang_budaya_indonesia Saat kita kecil dahulu kita selalu diberitahukan bahwa bangsa ini menjunjung tinggi bhineka tunggal ika yang berarti berbeda – beda tetapi tetap satu jua. Banyak suku dan kebudayaan yang tinggal di tanah air tercinta ini. Keberagaman budaya ini membuat kita bangga menjadi rakyat Indonesia karena itulah letak keunikan bangsa ini. Gotong Royong, Tepo Seliro, merupakan salah satu budaya khas bangsa ini yang menunjukkan begitu tingginya sikap toleransi antar suku didalam keberagaman kebudayaan bangsa ini.

Kebudayaan bangsa ini begitu luar biasa kayanya sampai – sampai kebudayaan bangsa ini diakui (dicaplok) pula oleh Negara tetangga, yaitu Malaysia. Belum selesai masalah mengenai TKI yang seringkali disiksa mengalami luka hingga yang menyebabkan kematian, terdapat masalah pengklaiman atas berbagai produk

kebudayaan yang berasal dari Indonesia oleh Malaysia. Sebut saja Reog Ponorogo yang diklaim Malaysia sebagai budaya mereka dengan sebutan Sisingaan, kemudian keris, wayang, lagu rasa sayange, dan masih banyak budaya lain.

Pihak Malaysia sendiri mengakui bahwa pembuatan iklan yang menayangkan tari Pendet sehingga membuat marah masyarakat Bali serta rakyat Indonesia tidak dilakukan oleh pemerintahan Malaysia namun dilakukan oleh jaringan televisi Discovery. Permintaan maaf pun keluar dari Kementerian Pariwisata Malaysia Ng Yen Yen melalui telepon begitu pula dengan production house yang membuat iklan tersebut melalui e-mail. Namun Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik merasa permintaan maaf tidak bisa hanya dilakukan melalui e-mail sehingga pihak Indonesia masih menunggu surat resmi atas permohonan maaf.

sejak tahun ajaran 2009-2010 Universitas Diponogoro tidak lagi menerima mahasiswa dari Malaysia

Sebuah tindakan konkrit langsung dilakukan oleh sebuah badan hukum akademis Indonesia, Universitas Diponogoro dalam menghadapi sikap tidak menghargai bangsa Malaysia kepada bangsa ini. Yaitu sejak tahun ajaran 2009-2010 Universitas Diponogoro tidak lagi menerima mahasiswa dari Malaysia. Rektor Undip Susilo Wibowo mengatakan “Selama ini Malaysia sering tidak menghargai harkat dan martabat bangsa Indonesia lewat berbagai cara, termasuk klaim Malaysia atas berbagai produk kebudayaan yang sebenarnya berasal dari Indonesia.” (Seputar Indonesia,28/9)

Namun tidak seluruh pihak melakukan cara tersebut, pendapat lain mengatakan bahwa membenci sikap pemerintah Malaysia dengan memutuskan hubungan di bidang pendidikan bukanlah hal yang tepat dan bijak. Bangsa ini masih harus menjunjung tinggi nilai pendidikan tanpa mengeyampingkan harkat dan martabat bangsa. Jalan yang terbaik yang harus dilakukan ialah melakukan introspreksi diri terlebih dahulu serta sudah saatnya menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri salah satunya dengan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pariwisata yang dianggap sebagai ujung tombak dalam mempromosikan kebudayaan.

Tengoklah Malaysia yang menganggarkan dana untuk promosi pariwisata dan kebudayaan sebesar Rp. 2,5 triliyun tahun 2008, sementara anggaran pariwisata Indonesia berkirasar Rp. 400 hingga Rp. 600 milliar per tahun.

Anggaran Pariwisata
Melihat anggaran parisiwata dan kebudayaan Indonesia sangat jauh sekali dengan pemerintah Malaysia. Mengingat banyak dan luasnya penyebaran budaya bangsa ini, sepatutnya didukung oleh anggara pemerintah yang tinggi pula. Tengoklah Malaysia yang menganggarkan dana untuk promosi pariwisata dan kebudayaan sebesar Rp. 2,5 triliyun tahun 2008, sementara anggaran pariwisata Indonesia berkirasar Rp. 400 hingga Rp. 600 milliar per tahun.

Sudah sewajarnya selain melakukan pendaftaran kekayaan kebudayaan kepada organisasi internasional, kita wajib ikut mendorong pemerintah agar memberikan porsi lebih kebudayaan kita ini. karena kebudayaan merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya dan wajib kita lestarikan. Perlu dilakukan Sail Bunaken 2009 yang lain demi mendorong dan mempromosikan kebudayaan Indonesia. tidak hanya daerah tersebut yang mendapatkan manfaat namun juga bangsa ini sebagai pemersatu keberagaman yang ada akan semakin dikenal luas di mata internasional.

Pariwisata sebagai ujung tombak
Upaya menjaga kelestarian budaya Indonesia, Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia berupaya untuk memperkenalkan produk – produk kebudayaan serta tempat pariwisata Indonesia kepada seluruh negara. Visit Indonesia 2009 berlambangkan garuda sebagai simbol dari bangsa Indonesia sudah sering kali mempromosikannya baik melalui media massa, ataupun event – event internasional. Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depubudpar) Wirdiyatmo mengatakan bahwa anggaran untuk promosi pariwisata Indonesia tahun 2010 telah meningkat yang sebelumnya hanya berjumlah Rp. 260 miliar menjadi Rp. 460 miliar (www.wisatamelayu.com). Tentunya peningkatan anggaran ini belum begitu signifikan jika ingin bersaing dengan Negara – Negara tetangga lainnya seperti Thailand, Vietnam, Malaysia dan lainnya.

Meskipun begitu langkah yang dapat bangsa ini lakukan untuk meningkatkan promosi pariwisata dan kebudayaan ialah informasi dan sosialiasi. Saat ini dirasa perlu ditingkatkan kembali tidak hanya oleh pemerintah namun juga masyarakat pada umumnya agar bangsa ini tidak hanya terjebak oleh euphoria belaka. Mengingat setiap pergantian kepemimpinan di Republik ini, berganti pula lah kebijakannya. Satu – satunya cara untuk menghindari hal seperti ini ialah KONSISTEN. Baik pemerintah dan masyarakat turut konsisten didalam mempromosikan kebudayaannya sebagai tempat pariwisata. Perlu diingat bahwa dengan keberadaannya pariwisata maka dapat diperkenalkan kebudayaan daerah tersebut secara tidak langsung dan tentunya menjadi keunikan tersendiri bagi daerah tersebut. Tindakan ini telah dibuktikan oleh Bali yang selama ini telah dikenal dengan keindahan daerahnya serta keunikan kebudayaannya. Diluar daripada itu sudah tentu kewajiban bangsa ini untuk menjaga kebudayaan daerahnya agar tidak terjadi pencaplokan kebudayaan kembali oleh bangsa lain.

 

Tulisan ini ku buat sekitar 6 bulan yang lalu, namun aku fikir masih dapat dicerna oleh kita..sebuah refleksi atas bangsa ini..🙂

Salam hangat selalu..

3 thoughts on “Indonesiaku, bangsaku, kebudayaanku..

  1. bagus bang erick… lulus ntar msuk dept. pariwisata n kebudayaan aja, biar mimpinya bs diwujudkan…. heheheee

    • hahaa..amin amin wien ! selain masuk di bidang kessos, mau jg masuk di bidang pariwisata dan kebudayaan.. biar bisa jalan2 gratis..hehe
      thx 4 comment🙂

  2. ato pindah aja ke kuadran kanan bang erick, jd pengusaha pariwisata…. klo sukses bs keliling dunia (pake duit sendiri) hhehehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s