‘HADIAH’ DARI KESSOS

Oleh : Arsetyanita Puspitasari

gift Beberapa minggu terakhir, tanpa sadar saya membaca buku serta mengalami berbagai kejadian yang menggiring saya dalam isu-isu mengenai kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ), serta kecerdasan spritual (SQ). Jujur saja, hal-hal yang saya pelajari mengenai IQ, EQ maupun SQ sangat membekas bagi saya. Pada intinya, literatur-literatur yang saya baca, baik sengaja maupun tidak sengaja mengenai tiga konsep kecerdasan tersebut menunjukkan bagaimana mencapai kesuksesan dan kebahagian dalam hidup dengan mengasah IQ, EQ dan SQ kita.

Terkait dengan hal tersebut, saya jadi tertarik untuk membahasnya lebih lanjut. Sayapun tanpa sengaja terpikir untuk membahas konsep kecerdasan tersebut. Kali ini, saya ingin mencoba memaparkan sedikit pendapat atau pandangan saya tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa yang tengah ataupun telah menuntut ilmu kesejahteraan sosial patut bersyukur belajar di ilmu kesejahteraan sosial. Hal ini dikarenakan, Ilmu kesejahteraan sosial ternyata memberikan ‘hadiah khusus’ buat orang-orang yang mempelajarinya. Ilmu kesejahteraan sosial secara nyata tidak saja hanya mengasah IQ, namun juga EQ serta SQ kita.

Saya akan memulai dari bagaimana ilmu kesejahteraan sosial mengasah kecerdasan rasional dan emosional kita dan disusul dengan penjabaran mengenai kecerdasan spritual yang juga diasah ketika kita menerapkan ilmu kesejahteraan sosial. Sebelumnya, saya juga mohon maaf apabila sedikit menyinggung atau membawa istilah keagamaan. Bukan bermaksud untuk ceramah maupun berdakwah, namun ketika menjabarkan mengenai SQ, ternyata memang tidak bisa lepas dari agama atau keyakinan yang dianut.

Banyak definisi mengenai IQ maupun EQ namun, berhubung bukan definisi dari IQ dan EQ yang menjadi fokus dalam tulisan ini, maka saya mencoba mengambil definisi yang ringkas dan mudah dipahami. Dalam buku The Art of Happiness, Khavari (2000) mendefinisikan IQ (Intelligence Quotient) sebagai kecerdasaan rasional berupa kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan atau dapat dikatakan sebagai kecakapan penalaran. Kecerdasan rasional tersebut biasanya dapat diukur melalui berbagai tes-tes yang menghasilkan skor tertentu sehingga dapat mengukur tingkat kepintaran seseorang. Sementara, kecerdasan emosional atau EQ (Emotional Quotient) ialah kemampuan untuk mengatur emosi-emosi. Kecerdasan emosional ini dapat juga dikatakan sebagai kecakapan perasaan.

Mengasah kecerdasan rasional (IQ) jelas dilatih disemua universitas maupun jurusan diperkuliahan, termasuk pula ilmu kesejahteraan sosial. Materi-materi, soal-soal ujian, serta berbagai tugas yang diberikan oleh dosen, merupakan cara untuk meningkatkan kecerdasan rasional (IQ) kita.

Sementara mengasah EQ dapat kita lihat dari pengaplikasian materi-materi kesejahteraan sosial tersebut. Berbeda dengan beberapa ilmu lain yang hanya berurusan dengan angka dan kertas serta menggunakan rumus-rumus pasti untuk memecahkan suatu persoalan, ilmu kesejahteraan sosial yang objeknya manusia yang dinamis dan unik, menuntut para mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial untuk memiliki kecerdasan emosional yang baik. Ini dikarenakan, untuk menghadapi manusia yang unik-unik tersebut, kita harus dapat beradaptasi dengan berbagai sifat dan keadaan sehingga membutuhkan pengendalian emosional yang baik.

Contoh yang paling nyata ialah dalam pelaksanaan matakuliah praktikum yang dijalankan oleh mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial. Ketika melaksanakan praktikum, mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial secara langsung bertemu dengan klien atau kelompok sasaran. Disini lah, EQ kita dipaksa untuk diasah. Saat kita bertemu dengan kelompok sasaran ataupun klien dengan berbagai karakteristik dan latar belakangnya, kita dituntut untuk dapat beradaptasi dengan klien atau kelompok sasaran tersebut. Kita dilatih untuk dapat menghargai orang lain, menerima perbedaan, beradaptasi dengan lingkungan, berkemampuan mendengar dan berkomunikasi yang baik, serta tentunya bekerjasama dengan orang lain. Sebenarnya, masih banyak bentuk kecerdasan emosional lain yang terlatih secara sengaja maupun tidak sengaja ketika kita praktikum. Semuanya tergantung dari setting praktikum dan tentunya karakteristik dari kelompok sasaran atau klien kita saat melaksanakan praktikum.

Terakhir, ialah kecerdasan spritual (SQ). Ginanjar (2005) mendefinisikan kecerdasan spritual sebagai kemampuan untuk memberi makna spritual terhadap pemikiran, perilaku, dan kegiatan serta mampu menyinergikan IQ, EQ, dan SQ secara komprehensif. Jadi, kalau boleh saya menyimpulkan terkait dengan pembahasan, SQ merupakan pemberian nilai atau makna spritual terhadap ilmu yang kita pelajari maupun pekerjaan yang kita lakukan, dan tentunya diimbangi dengan kecerdasan emosi maupun rasional.

Beruntunglah sahabat, kita pernah belajar ilmu kesejahteraan sosial. Menurut saya, hal inilah yang paling membuat saya bersyukur bisa belajar ilmu kesejahteraan sosial. Ketika banyak orang mencari ilmu hanya untuk bisa mendapatkan pekerjaan bagus dan menjadi kaya, ilmu kesejahteraan sosial memberikan pandangan yang lebih luas mengenai tujuan dari kenapa seseorang mencari ilmu dan bekerja.

Sadarkah sahabat, setiap program maupun intervensi yang kita lakukan pada akhirnya dinilai dengan seberapa besar manfaatnya terhadap masyarakat dan orang lain?. Tentunya kita mengetahui, bermanfaat untuk orang lain adalah suatu bentuk ibadah terhadap Allah SWT. Ya, di ilmu kesejahteraan sosial kita mengetahui secara langsung kalau ilmu dan agama berjalan beriringan, dan ini menunjukkan bahwa ada tujuan yang lebih indah dan lebih mulia ketika kita belajar dan bekerja.

Tidak hanya ilmu kesejahteraan sosial, sebenarnya setiap ilmu berjalan beriringan dengan agama atau bisa bermanfaat buat orang lain, namun terkadang seseorang lupa bahwa ilmu dapat menjadi ibadah dikarenakan banyak orang yang hanya melihat keuntungan ilmu dari segi uang yang didapat dari ilmu tersebut tanpa melihat lagi bagaimana produk dari ilmu tersebut bermanfaat untuk orang lain atau tidak, sehingga banyak orang merasa terbebani dengan pekerjaan dan ilmu yang ia pelajari.

Alhamdulilah, di ilmu kesejahteraan sosial kita diajarkan untuk mengukur ilmu dari segi kemanfaatannya, sehingga bisa melihat secara langsung korelasinya dengan ibadah. Dengan kata lain, disini SQ kita diasah. Kita diasah untuk memberikan makna terhadap ilmu serta pekerjaan kita. Kita secara tidak sadar diajarkan untuk menyadari dan melihat bahwa apa yang kita lakukan, seperti menimba ilmu dan bekerja, ditujukan untuk mengabdi kepada pencipta dengan memberikan manfaat kepada sesama, yang tentunya juga berefek pada peningkatan taraf hidup kita sendiri. Dengan memberikan makna yang tinggi terhadap apa yang kita kerjakan, maka ketika kita belajar dan bekerja, kita tidak merasakan perasaan kosong dan hampa dalam celah batin kehidupan kita.

Sahabat, entah di setting apa nanti atau sekarang kita bekerja, baik di ranah kesos ataupun bukan, semoga nilai yang secara tersirat diajarkan oleh ilmu kesejahteraan sosial mengenai kemanfaatan ilmu bisa tetap kita ingat dan terapkan. Entah menjadi guru, pekerja sosial, pegawai bank, pegawai pemda ataupun yang lainnya. Semoga kita tidak lupa bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan duniawi saja, namun juga sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah SWT, sehingga dapat memberikan kebahagiaan lahir maupun batin terhadap apa yang kita kerjakan.

Ditengah berbagai gempuran pertanyaan mengenai “apa sih kesos?”,Mau kerja apa nantinya?” Atau, “emang ada yah jurusan kesos?”, sebenarnya begitu banyak hikmah yang kita dapatkan ketika belajar ilmu kesejahteraan sosial. Semoga tulisan ini bisa menjadi penyejuk bagi teman-teman yang sedang setengah mati melaksanakan praktikum, hampir putus asa dengan skripsinya, atu sedang berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat kelak. Amin…

Nabi Muhammad SAW. Bersabda,

Sebaik-baiknya manusia adalah ‘anfa’ uhum linnas,

yang palig banyak manfaatnya buat orang lain.

(HR. At-Tirmidzi)

16 thoughts on “‘HADIAH’ DARI KESSOS

  1. aslm.wr.wb
    whew..Tya, maap ya baru d upload..padahal da dari dlu ngirim tulisanya..
    btw, tulisannya bagus euy! tya melihat apa yg telah kita lakukan semasa kuliah adalah salah satu bentuk ibadah yg luar biasa. Misal dalam praktik PPKS, MON, PIKS, dan lain sebagainya..
    Semoga kita semua bisa benar2 merealisasikannya lebih baik lagi…🙂
    ditunggu tulisan berikutnya ya..hehe
    wslm.

    • waalaikumsalam…makasih banget yah erickk… iyah gak apa2..masih untung di upload ..hehe… maaf juga kalo banyak kesalahan..maklum penulis amatir..😉 sipp..insya Allah kita bisa sama2 bisa merealisasikannya yah.. saling mendukung dan mendoakan ya^^

      • walah2..tulisan bagus gini dibilang amatir…hmmm…
        good work! good idea! anak kessos harus beginii nih…hahaha
        cerdas dan liar !🙂

    • makasih loh mitmut..gw rasa kalo ketemu langsung lo gak bakal bilang hal yang serupa…hehehe…. tapi thanks yah🙂

  2. wah bisa dijadiin media promosi juga ni buat jurusan kessos.hehehe..
    bagus ty. sering2 ya membuka mata kita tentang kessos..

    • haha..bisa aja lo nu..promosi buat orang dan mengingatkan diri gue sendiri sih lebih tepatnya..hehe.. tapi thanks buat komen nya yah pak🙂

  3. weweweweewewwww!!!

    abis baca tuliusan ini gw langsung pengen pamer KALO GW ANAK KESSOS LOH!!

    thx ty, tulisannya sangat menginspirasi!🙂

  4. kok pamernya kalo lo anak kessos? bukan pamer temen gw chi?..hahaha..bcanda yah… thanks buat komennya yah bu🙂

  5. numpang lewat sambil meninggalkan jejak
    mohon sumbangan…dibutuhkan buku – buku layak baca untuk lembaga pendidikan kami….dan mainan – mainan yang masih layak pakai ” syukur2 yang masih baru” untuk taman kanak – kanak yang akan dimulai pada tahun pelajaran 2010/2011hubungi 085293925799

    • Insya Allah saya bantu, mungkin kalau tidak dalam bentuk sekarang, saya bantu informasi ke temen2 yg lain..kalau boleh tau lembaga dimana y mas ?
      salam kenal sebelumnya.

  6. waaaa….tya,oke tulisannya….aku terharu…
    adik2 2006-ku tersayaaang, i’m so proud of yoooouuuu……
    keep up the good work ya, kalo perlu bantuan,,,let me know..(ahahaha,gaya banget eike…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s