Aku ingin menjadi Konsultan Zakat

Bismillahirahmanirrahim..

Alhamdulillah..Akhirnya hari-hari tersebut sudah aku lewati..Sebuah cita-cita yang keluar dari mulut dan hatiku setelah kurang lebih 6 bulan yang lalu..yaitu menjadi Amil Zakat..

Alhamdulillah, aku pun diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat melewati tahapan tersebut..banyak yang mendukung tapi tidak sedikit pula yang pesimis dengan pilihanku setelah kuliah ini..tapi akupun berkeyakinan bahwa bila ingin ditolong kehidupannya oleh Allah, maka tolonglah agama Allah dengan penuh keridhaan..

zakat-13Lembaga Amil Zakat Al-Azhar, merupakan salah satu lembaga zakat yang aku datangi. saat itu aku hanya tahu sedikit mengenai zakat, yang merupakah salah satu rukun Islam ini. Namun entah kenapa dorongan aku untuk mempelajarinya begitu besar. Dengan background pendidikan aku yang sedikit sekali mempelajari agama Islam, maka mau tidak mau aku harus mencari tahu tentang ilmu zakat itu sendiri.

Fuad Nasar, merupakan sosok yang tidak bisa aku lupakan kebaikannya. dia seorang yang memicu diriku untuk dapat mempelajari tentang fiqih zakat. Dia merupakan salah satu petinggi dari BAZNAS, sebuah organisasi zakat pemerintah

tingkat nasional. dia juga selalu memotivasi aku, meskipun aku tahu kesibukannya lebih jauh daripada kesibukan seorang mahasiswa yang ingin menyelesaikan masa studi dikampusnya.

Begitulah ceritanya, sangat panjang, namun Alhamdulillah banyak pengalaman yang aku dapatkan dari orang-orang yang berpengalaman pula. Dosen pembimbingku, Mba Ety, serta Ibu Ningsih yang menjadi salah satu pimpinan di LAZ Al-Azhar ikut pula membuka mataku lebar-lebar tentang pentingnya Amil Zakat (orang yang bekerja mengurusi dana zakat) untuk dapat bekerja secara profesional layaknya para pekerja kantoran, bank, ataupun sejenisnya..

“Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika orang-orang yang bekerja menjadi Amil Zakat merupakan orang-orang yang berasal dari tenaga sisa, yaitu mereka yang tidak diterima kerja di bank, mereka yang tidak punya kemampuan yang bagus.,mau jadi apa Amil Zakat ini? Oleh karena itu kita butuh anak-anak muda yang produktif, profesional, kreatif untuk dapat mendukung itu semua…”

Yaa,begitulah kurang lebih penuturan dari Ibu Ningsih, GM Kelembagaan LAZ Al-Azhar Peduli Ummat. Semakin kuat niatku untuk mengabdi kepada bangsa, untuk mengabdi kepada ummat tentunya. Sama halnya dengan apa yang diberitahukan oleh Anies Baswedan, “Tidak usah mengkritik pemerintah jika dirimu tidak pernah mengabdi untuk bangsamu sendiri!”. Begitu pula dengan apa yang aku pikirkan sekarang, yaitu “Jangan salahkan lingkunganmu, ummatmu, bila semuanya ini masih dalam keadaan terpuruk jika kamu belum pernah mengabdi buat ummatmu sendiri!”

InsyaAllah, dengan niat lurus dan ikhlas..Alhamdulillah dalam beberapa minggu ini aku telah melewati tes seleksi yang diadakan oleh LAZ Al-Azhar dalam mencari relawan (Konsulat) Zakat untuk bekerja pada bulan Ramadhan 1431 H. Semoga Allah meridhai dan memudahkan urusanku..Amin..

2 thoughts on “Aku ingin menjadi Konsultan Zakat

  1. Wow eriiik… ang sudah mulai melihat anak-anak kessos yang telah memiliki tekad yang kuat untuk keluar dari zona nyaman dan beranjak ke zona yang belum dia kena. Namun krn penuh dengan keyakinan akan kebenaran dari apa yang mereka pilih, maka mereka tidak takut untuk melangkah!

    Bismillah, yah rik..
    Yuk kita jadi anak bangsa yang muslim dan cendikia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s