Laskar Pelangi Bintaro “Ar Rahman”

“Biarlah bangunan ini rapuh dan buruk, namun jiwa dan semangatku untuk belajar tidak akan pernah rapuh dan berhenti…”

-Siswa Ar Rahman, Bintaro-

Sebuah momen yang tidak terlupakan pada hari Kamis, 5 Agustus 2010.  Sekolah Ar-Rahman yang terletak di Bintaro menurutku bukanlah sekolah yang biasa saja. Sekolah ini memiliki anak didik yang memiliki cita-cita, semangat, serta rasa kekeluargaan yang begitu erat. Begitulah aku melihatnya.

Tepat hari itu, aku mendapatkan undangan untuk dapat hadir di acara ulang tahun sekolah tersebut yang telah berumur 2 tahun. Sangat muda bukan? tapi sekolah ini telah berhasil mencetak para pemuda yang luar biasa.

Awal Perkenalan

Awalnya perkenalan aku dengan pendiri sekolah ini, Pak Haji Rahman Husein, yaitu  saat aku mempunyai kesempatan untuk dapat menjalani praktikum semasa kuliah. Saat itu aku diberikan tanggung jawab untuk dapat mengajar disekolah yang muridnya kurang lebih berjumlah 13-15 orang. Terkadang, jumlah muridpun semakin sedikit karena ‘kesibukan’ anak-anak tersebut. Rata-rata dari mereka telah bekerja menjadi penjaga counter, berjualan, buruh, dan masih banyak yang lain.

Kurang lebih 4 bulan masa aku praktikum di sekolah tersebut. Terkadang aku mengajar komputer, terkadang pula aku memotivasi teman-teman untuk dapat berjuang dalam menjalani hidup. Bisa dibilang kehidupan mereka hampir mirip dengan film serial yang terkenal dengan judul “Laskar Pelangi”. Namun, Alhamdulillah di Bintaro ini masih banyak orang yang peduli dengan keberadaan sekolah luar biasa ini.


Niat Bapak ingin agar anak-anak dapat melanjutkan sekolahnya. Banyak anak-anak sekolahan yang berhenti sekolah ke SMA karena alasan biaya…Oleh karena itu Bapak nekad saja untuk membangun SMA ini, SMA Ar Rahman..”

Begitulah kurang lebih ungkapan yang keluar saat aku pertama kali bertemu dengan Pak Haji Rahman. Beliau juga banyak mengajariku banyak hal, dari keikhlasan, hingga manajemen yang luar biasa dilakukan. Pak Haji Rahman mengatakan jika kita dapat mengatur keuangan secara baik, maka duit 3 juta pun bapak bisa naik haji. Inti pelajaran yang aku dapatkan saat itu yaitu berikhtiar, bertawakal, serta mengelola waktu dan sumber daya yang ada sebaik mungkin.

Cerita pengalaman tersebut merupakan cerita pengalamanku satu tahun yang lalu. Saat ini, aku datang kembali ke sekolah Ar Rahman ini. Alhamdulillah, senang rasanya melihat senyum bahagia di wajah mereka. Aku pun sempat bertemu dengan seorang pengajar muda yang luar biasa. Namanya Ustadz Ghofur. Beliaulah yang selama ini mengajar semua ilmu pengetahuan kepada anak-anak jika pada suatu waktu tidak ada guru yang mengajar.

Bayangkan! Dalam 1 minggu harus ada 3 angkatan dalam 1 kelas!

Ya aku tidak habis pikir, bagaimana bisa satu ruangan berukuran kurang lebih 4mx6m dapat dipakai untuk belajar 3 angkatan ini. Pastinya manajemen waktu haruslah ketat, belum lagi mendatangkan pengajar yang profesional karena keterbatasan biaya untuk menggaji. Buku pelajaran yang digunakan pun masih sederhana dan tidak banyak yang baru.

Namun, Alhamdulillah. Berkat Ridho Allah SWT, sekolah kecil ini mendapatkan bantuan dari donatur. Ibu Fauziah misalnya. Ia merupakan Ibu yang tinggal tidak jauh dari sekolah tersebut. Tidak jauh dari sekolah tersebut  terdapat komplek perumahan yang cukup besar dan megah. Alhamdulillah, Ibu Fauziah tergerak hatinya untuk dapat membantu anak-anak Ar Rahman dalam melanjutkan pendidikannya.

Man Jadda Wajada !

Slogan tersebut bukanlah kiasan belaka. Niat yang lurus dan usaha yang yang maksimal akhirnya menghasilkan buah yang manis pula. Kabar terakhir yang aku dengar dari Ibu Fauziah, yaitu ada donatur yang mewakafkan tanah seluar 450m2 kepada Pak Haji Rahman. Alhamdulillah, cita-cita Pak Haji Rahman yang awalnya ingin menolong anak-anak muda yang putus sekolah telah terwujud tanpa disangka-sangka. Siapa sangka modal 0 Rupiah yang dimiliki oleh Pak Haji Rahman ternyata dapat mewujudkan cita-citanya. Keterbatasan ruang dan tempat untuk belajar akhirnya, Insya Allah dapat terwujud secepatnya.

Selanjutnya, kabar yang aku dapatkan saat aku dapat ke Hari Ulang Tahun (HUT) Ar Rahman, yaitu ada anak dari sekolah ini yang mendapatkan beasiswa full dari organisasi beasiswa Ustadz Antonio Safe’i. Beliau memberikan beasiswa tersebut dan menyekolahkan anak tersebut ke pesantren yang lebih baik fasilitasnya karena kecerdasan anak tersebut.

Terakhir, aku dikejutkan oleh speech berbahasa Inggris yang dilakukan oleh salah satu murid kelas XI Ar Rahman. Bahkan aku saja belum tentu dapat berbicara bahasa Inggris selancar anak tersebut.

Calon Pemimpin yang Amanah

Itulah salah satu doa yang dipanjatkan oleh Pak Haji Rahman menjelang penutupan acara ini. Mereka berharap anak didik Ar Rahman dapat menjadi pemimpin yang amanah dimanapun mereka berada.

Sungguh perjalanan yang panjang bagi perjalanan sebuah sekolah ini. Sekolah yang dahulu pernah ditolak legalitasnya karena tidak lengkap administrasinya (masalah biaya). Begitulah ceritaku mengenai sekolah luar biasa dengan anak-anak didik yang luar biasa pula. Semoga kita yang lebih memiliki fasilitas yang lebih baik dari mereka tidak menyia-nyiakan pendidikan. Karena mungkin masih banyak orang yang ingin belajar secara layak namun terbatas dalam hal-hal tertentu.

050820101916 050820101917 050820101922

Keterangan :
Kiri : Saat pemotongan kue HUT Ar Rahman, Bintaro

Tengah : Pidato bahasa Inggris yang dibacakan oleh murid kelas XI Ar Rahman, dengan tema “Aku pun bisa”

Kanan : Foto Ustadz Ghofur dan Aku saat sedang mengobrol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s