#prayforindonesia

BANGKIT

Bangkit itu Susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut…
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu Malu…
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Tidak ada…
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku…
Aku untuk Indonesia-ku

-Deddy Mizwar

 

Belum usai masalah dalam negeri ini, sekarang datang bencana gempa bumi, gunung merapi, serta tsunami melanda negeri ini. Bantuan datang dari berbagai penjuru, baik pemerintah, relawan, LSM, hingga masyarakat sendiri turun langsung untuk membantu bangsa ini bangkit.

Bangkit itu “tidak ada”, benar kata Bang Deddy Mizwar..Sebagai bangsa yang besar, tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa. Tengoklah Jepang sebagai bangsa yang sempat terpuruk karena dibumihanguskan pada saat perang dunia ke-2. Namun mereka bangkit dari keterpurukan, secara perlahan-lahan semua elemen masyarakat saling tolong menolong, dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Budaya harakiri, masih melekat meskipun zaman telah menjadi zaman modern. Mereka malu jika tidak dapat menyelesaikan tugasnya, jika mereka melepaskan tanggung jawabnya, dan mereka malu untuk menyerah. Wajar jika mereka BANGKIT setelah mengalamai keterpurukan.

Aku selalu berfikir Husnudzon terhadap negeri ini. Bukankah berprasangka baik merupakan sunnah dari Rasullah SAW ? Berhentilah saling menyalahkan dan saling menggunjing karena tidak akan terselesaikan suatu masalah, malah akan menimbulkan satu permasalahan baru lagi. Terkadang aku sendiri malu melihat mereka yang mengkritik pemerintah, masyarakat, atau siapapun orangnya. Bukannya aku mendukung pemerintahan, namun yang aku pertanyakan “Memang, Apa saja yang telah Aku lakukan untuk bangsa ini?”

Benar kata Anis Baswedan, bahwa jangan pernah mengkritik pemerintah jika kita sendiri belum pernah mengabdi kepada negara. Jika kita sendiri belum pernah mendidik anak didik bangsa kita, jika kita belum pernah melakukan sesuatu untuk bangsa ini. Wajar jika permasalahan tidak pernah selesai, karena kita sendiri terkadang terjebak dalam sebuah lingkaran setan. Yaitu “Suudzon (berprasangka buruk) dan menyalahkan orang lain”

#prayforindonesia , aku berharap usaha “DOA” yang kita lakukan dapat membuat bangsa ini sadar dan lebih baik. Aku juga berharap mindset atau pola pikir kita untuk memberi daripada menerima mulai terbentuk dengan banyaknya cobaan yang sedang melanda bangsa ini.

#prayforindonesia. 

Pray for Indonesia 2

I realize, I believe, this nation can be independent and raise up…
# Prayforindonesia, I PRAY for ONE, namely Indonesia ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s