Pembangunan Sosial melalui Pola Partisipatif Anak

EvaluasiDesaBinaan Bismillahirrahmanirrahim,

Pembangunan sosial melalui pola partisipatif anak bahasa ringannya yaitu pembangunan yang mengikutsertakan anak sebagai salah satu bagian dari masyarakat dalam pengambilan keputusan. Tentunya keputusan yang dimaksud yaitu berhubungan dengan manfaat yang akan diterima oleh anak tersebut.

Sebelum membahas lebih dalam, definisi Anak dilihat dari Undang-undang No. 23 Tahun 2009, definisi anak pada Pasal 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan seorang anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Umur 18 (delapan belas) tahun merupakan umur dimana seorang remaja mencari jati diri. Masa remaja merupakan masa transisi (masa peralihan) dari masa anak-anak menuju masa dewasa,  yaitu saat manusia tidak mau lagi diperlakukan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat sebagian anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisik, perkembangan psikis (kejiwaan), dan mentalnya belum menjukkan tanda-tanda dewasa.

Berdasarkan pengertian tersebut, anak-panak dapat dikategorikan sebagai individu yang sehat dan matang secara jasmani dan rohani. Oleh karena itu, sudah sewajarnya pula bahwa anak-anak dapat berpartisipasi dalam sebuah kebijakan yang terkait dengan hajat anak-anak itu sendiri.

Desa Suak Nie Jadi Desa Partisipatif Pertama di Aceh

Berdasarkan sumber yang didapat (www.detik.com) , Desa Suak Nie memberikan kewenangan kepada anak-anak untuk dapat berpartisipasi dalam mengambil kebijakan di desa nya terkait dengan program-program yang bersentuhan dengan anak-anak.

Keseriusan ini ditandai dengan di tanda tangani nya SK (Surat Keputusan) yang isinya antara lain menyebutkan, dalam setiap pembuatan keputusan atau kebijakan desa yang berkaitan dengan anak, maka anak akan dilibatkan. Partisipasi anak dalam pembuatan keputusan tersebut akan dilakukan melalui organisasi atau forum anak desa.

Kemajuan ini tidak lepas atas dukungan sebuah LSM yang bergerak di bidang pendidikan dan hak anak, yaitu Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) yang mendorong pelibatan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan di desa.

Model Pembangunan Sosial

Pembangunan sosial menurut Midgley (1995) ialah suatu proses perubahan sosial yang terencana dan dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai suatu keutuhan, dimana pembangunan ini dilakukan untuk saling melengkapi dengan dinamika proses pembangunan ekonomi.

Oleh karena itu, saya pribadi ikut mendukung proses terjadinya pembangunan sosial baik itu didesa maupun lingkup kelurahan dengan pola partisipatif seperti yang dilakukan oleh kepala Desa Suak Nie. Tidak hanya anak-anak, namun juga dorongan partisipatif kepada kaum perempuan, kaum lansia, dan beberapa golongan yang terkadang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Karena dengan adanya suara dari pihak yang berkepentingan didalam pengambilan keputusan itu, diharapkan hasil kebijakan dapat berpihak kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sehingga keadilan sosial dan pemerataan dapat terlaksana secara baik.

Salam,

Indonesia lebih baik !

 

Sumber :

www.detik.com

Adi, Isbandi Rukminto (2002). Pemikiran-Pemikiran dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Depok : LP FE UI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s