Transportasi, miskin di tempat si kaya

km3 Kata “Transportasi” tiba-tiba saja terlintas dibenakku untuk sharing kepada pembaca mengenai transportasi yang berada di pulau kecil ini khususnya dilingkungan kerjaku sekarang, yaitu pulau Bintan. Tidak banyak orang mengetahui mengenai dimana letak pulau Bintan, namun saat Aku menyebut Pulau Batam, hampir setiap orang mengetahuinya. Terlebih lagi, mereka mengetahui pulau tersebut karena terkenal dengan harga barang yang tidak normal (blackmarket).

Pulau Bintan, luasnya hampir 2 kali lipat dari Pulau Batam. Pesona keindahannya juga tidak kalah dengan Pulau Bali. Wajarlah jika bisnis resort merupakan peluang yang cukup menjanjikan disini. Namun yang jadi pertanyaan saya, bagaimana kesejahteraan masyarakat di Pulau Bintan ? Hal itulah yang ingin Aku jawab dalam cerita ini. Sebuah jawaban yang akan dikemas seperti sebuah cerita keseharianku di Pulau Bintan.

Aku langsung saja melihat dari sisi transportasi yang berada di Pulau Bintan. Transportasi cukup penting di Pulau ini, kenapa ? Meskipun jalanan hampir ke pelosok desa sudah beraspal, namun jika tidak ada kendaraan umumnya bisa ribet juga. Bayangkan disini bensin yang dijual eceran dijalan seharga 10 ribu perak / satu seperempat liter. Untuk membeli bensin di pom bensin pertamina harus menempuh jarak kurang lebih 20km. “Bisa-bisa keburu habis dijalan”, ujar diriku.

Terutama dikawasan wisata Lagoi. Sebagian penduduk di Pulau Bintan ada yang bekerja di kawasan Lagoi yang terletak di bagian Bintan Utara. Tidak diragukan lagi bahwa keindahan alamnya tidak kalah dengan kawasan-kawasan wisata lainnya. Sebagian besar pengunjung berasal dari Singapura, namun ada pula yang berasal dari Jepang hingga Eropa. Namun keindahan ini tidak sebanding dengan kesejahteraan masyarakat lokalnya.

Sungguh kasihan Aku melihat masyarakat lokal yang bekerja disini, mengingat transportasi yang cukup mahal serta gaji yang mungkin cukup untuk makan sehari-hari sangatlah sulit bagi masyarakat lokal disini untuk berkembang. Satu kalimat yang cocok bagiku untuk melengkapi ceritaku kali ini yaitu “miskin di tempat si kaya”.

miskin di tempat si kaya

Meskipun transportasi telah dijamin oleh pemilik wisata dengan memberikan armada bus karyawan, namun sebagian orang masih ada yang pulang pergi ke kota-kota besar di Pulau Bintan, seperti Tanjung Pinang dan Tanjung Uban menggunakan kendaraan pribadi (mungkin dengan begini akan mempermudah mobilitas mereka). Jaraknya cukup jauh bisa mencapai 50-60 km ke Tanjung Pinang. Dengan jalan yang berkelok-kelok, bagi orang yang tidak terbiasa berjalan panjang seperti itu pasti akan mual. Jarak yang ditempuh bisa mencapai 1-2 jam, sama halnya jika dari Jakarta menuju Bogor.

“Ohh sungguh mahalnya transportasi disini”, ujar salah satu anak daerah Bintan.

5 thoughts on “Transportasi, miskin di tempat si kaya

  1. Selalu sedih dengan kenyataan bahwa di Indonesia, kemajuan suatu daerah kerap berbanding terbalik dengan keadaan ekonomi masyarakatnya.

  2. Aku orang P. Bintan, bagiku biasa aja lah transportasinya, gak mahal-mahal banget, mungkin karena terbiasa kali ya ..
    Dan ada dua alternatif transportasi untuk cepet sampai ke Tanjungpinang,misal kita mo ke Tg.Pinang dari Tanjung Uban, kalo ga’ mo mkn waktu lama, yah naek ferry, mang sih agak mahal, dibanding naik kendaraan darat.
    Tapi, karena penduduknya udah terbiasa, yah jadinya biasa-biasa aja…dab menurutku gak ribet🙂

  3. Hehe.mgkn jg kali y kalin..krn sdh trbiasa..🙂
    Ak kaget aj pas dtg ksni, krn jarak yg jauh serta pom bensin trbatas (hanya d tnjung uban dan tnjung pinang), makany ak brkesimpulan sulit dan mhal trnsportasi dsni..
    Salam kenal yaa.

  4. Aku Juga Anak Kelahiran Bintan (Tanjungpinang)..Ada Betulnya Juga Apa Yang Telah Didedahkan Si Penulis…Memang Apa Yang Terjadi Sekarang Ini Sudah Sangat Menyedihkan…Untuk Itu, Bagi Anak2 Bintan Yang Pinter2 Ga Usah Berleha-Leha Lagi Di Pulau Jawa, Terutama Di Jakarta Dan Bandung…Pulang Lah Dan Bangun Kampung Kita Ini Dengan Otak Metropolitan Mu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s