Singapore American School goes to Bintan

Me and Mr. Johnson

Me and Mr. Johnson

Welcome to Bintan guys !
Tepatnya pada tanggal 8 Februari 2011, satu pengalaman yang tak terlupakan terjadi padaku. Seperti biasa Aku bangun pagi untuk bersiap-siap bekerja. Namun kali ini terasa berbeda, karena Aku kedatangan tamu dari seberang pulau tempat kami berada, yaitu Singapura.

Singapore American School. Itulah nama sekolah yang mayoritas siswa-siswinya berasal dari Amerika. Pada foto, orang yang disebelahku bernama Mr. Johnson. Ia adalah kepala sekolah Singapore American School yang turut menemani perjalanan kami kali ini. Orangnya ramah dan ingin berbagi dengan penduduk asli di P.Bintan. Terlebih lagi dengan pakaiannya yang santai, Aku pun tidak merasa canggung berbicara dengannya.

Mengapa ada Singapore American School di Bintan ? Pada awalnya pihak dari Singapore ini mengirimkan email kepada kami, PT. BRC. Dalam emailnya, pihak tersebut mengingkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di Bintan ada kaitannya dengan pendidikan dan sekolah di Bintan. Aku pun diberikan tugas untuk memfasilitasi para American School ini untuk melakukan kunjungan ke sekolah yang berada di Bintan. Alhasil, kamipun menunjuk SMAN 04 yang terletak di Sri Bintan.Sungguh self confidence para siswa-siswi Singapore American School ini. Mereka selalu aktif untuk mengajak siswa-siswi SMAN 04 untuk turut dalam kegiatan / permainan yang telah disiapkan oleh Singapore American School ini. Salah satunya, Oscar, dia merupakan salah satu siswa yang aktif mengajak teman-teman di SMAN 04 agar dapat bergabung dalam permainan. Permainan yang cukup asing bagi penduduk BIntan, seperti Cat & Dog, Simon Says diperkenalkan kepada anak-anak Bintan.

Kepala Sekolah SMAN 04 Pak Nawirudin pun berkesempatan untuk bergabung dalam acara yang indah ini. Beliau juga mendapatkan bantuan beberapa buku dari Mr.Johnson. Namun tidak hanya pihak Singapore American School saja yang memberikan surprise kepada SMAN 04, namun pihak sekolahpun memberikan pertunjukan seni tari tradisional dari Bintan. Tentu saja penyambutan ini disambut gembira oleh pihak Singapore American School yang berjumlah 30 orang.
Kegiatan di SMAN 04 ini berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Untuk selanjutnya pihak Singapore American School ini melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang berada di sekitar Bintan yang disebut Kampung Tour. Yaitu mengunjungi kebun karet, pandai besi, dan workshop pembuatan pandan.

Kami juga mengunjungi seorang pandai besi yang telah lama menetap di P.Bintan. Beliau sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Akupun cukup kaget saat mengetahui bahwa Bapak tersebut asli orang Palembang. Sempat beberapa kali siswa-siswi Singapore American School turut membantu Bapak dalam membuat sebilah parang besar.

Selanjutnya kami pun menuju ke tempat kebun Karet. Aku tidak sempat mengobrol banyak dengan petani karet tersebut, namun beliau sempat memberitahukan proses mendapatkan karet. Singapore American Schoolpun tertarik untuk mencoba alat yang di pakai Bapak tersebut untuk mengambil karet dari pohon.

Perjalanan Kampung tour selanjutnya yaitu ke tempat pembuatan kerajinan pandan di P. Bintan. Bangunannya cukup khas, yaitu gubuk sederhana yang cantik. Tidak kalah serunya dengan kegiatan sebelumnya, dalam kunjungan pembuatan kerajinan pandan ini, siswa-siswi Singapore American School menghabiskan waktu cukup lama. Mungkin karena mereka tidak dapat menemukan tumbuhan Pandan di Negara asalnya. :p

Dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, siswa-siswi Singapore American School tetap semangat melakukan aktivitas di lapangan. Terutama saat mereka melakukan kunjungan ke Mangrove yang berada di Lagoi, Bintan. Mereka melakukan perjalanan Mangrove tour serta diberikan kesempatan untuk melihat proses penanaman tumbuhan Mangrove ini.

Anak-anak Singapur semangat sekali saat melihat lumpur serta tumbuh-tumbuhan. Terlebih lagi saat melakukan penanaman bibit Mangrove di sekitar tempat tersebut. Aku tidak habis pikir orang Amerika juga bias seperti anak-anak SD.😀

Begitulah salah satu pengalamanku berada di P. Bintan ini. Banyak hal yang dapat digali di pulau ini, banyak anak-anak asli Bintan pula yang perlu diberikan perhatian lebih. Jangan sampai orang Singapur saja yang berkunjung ke Bintan, Indonesia. Orang asli Bintan pun harus mampu ke Singapur, mendapatkan pendidikan yang tinggi, serta menjadi orang sukses yang kelak akan memimpin Bintan ini menjadi lebih baik. Amin.

-Education is our bridge from the past to the present and from the present to the future-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s