Wisata Desa Teluk Sebong di Pulau Bintan #2

Dear Traveler,

Mungkin telah banyak tulisan yang menceritakan tentang pulau satu ini. Termasuk Aku salah satunya, sebagai seorang pendatang yang kurang lebih telah tinggal selama 6 bulan disini. Aku ingin berbagi beberapa pengalamanku selama tinggal di pulau yang indah ini. Semua hal yang aku tulis tentunya berdasarkan pengalamanku, jadi mohon maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan dihati..🙂

Budaya Melayu, terasa sangat kental saat aku mengunjungi masyarakat di desa-desa yang berada disekitar perusahaan tempat kerjaku sekarang. Tepatnya seluruh desa di kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.

6 Desa dan 1 Kecamatan

Terdapat 6 desa dan 1 kelurahan di kecamatan ini, yaitu desa Sebong Lagoi, Sebong Pereh, Ekang Anculai, Sri Bintan, Berakit, Pengudang, dan Kelurahan Kota Baru. Ketujuh desa tersebut Alhamdulillah sudah Aku kunjungi, dan setiap desa memiliki pesonanya masing-masing. Dalam tulisanku kali ini, aku akan coba menceritakan satu per satu keindahan dari tiap desa. Simak terus ya🙂

Desa Berakit

Salah satunya Desa Berakit, sebelumnya Aku pernah menulis sebuah artikel dengan keindahan desa ini dikarenakan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan tradisional. Sungguh terkagum diriku saat melihat mereka menggunakan alat tangkap tradisional “bubu” serta perahu kecil untuk menangkap berbagai macam ikan. Tulisan mengenai “bubu”, bisa klik link berikut “Alat Tangkap Tradisional ‘Bubu’ di Bintan”

Hal menarik lainnya yaitu masih ada masyarakat suku laut yang tinggal di Berakit ini. Konon katanya, sebelum menetap di rumah bedeng seperti gambar diatas, mereka tinggal di atas perahu. Mereka tinggal, makan, minum, dan beraktivitas di atas perahu dan mengandalkan laut sebagai sumber penghidupannya. Baca lengkapnya “Mengintip Kehidupan Suku Laut di Bintan”

Satu hal lagi, saat ini di Berakit sedang dibangun dermaga pelabuhan skala internasional sehingga akan banyak wisatawan yang melewati desa ini.🙂

Biaya :
Memang letaknya yang cukup jauh dari desa-desa lainnya yang membuat cukup tinggi biayanya. Cukup menyewa mobil Rp. 25.000,- / jam (perjalanan memakan waktu 1 jam lebih dari pusat kota) maka traveler bisa menikmati wisata desa dan pantai di sini.

Sri Bintan

IMG00905-20110205-1221

Lain halnya dengan Desa Sri Bintan. Desa ini memiliki pesona yang tidak kalah dari desa-desa lainnya. Wajar jika ekowisata menjadi andalan desa ini, mereka memiliki kerajinan tangan yang berbahan dasar pandan, kemudian terdapat Bapak si pandai besi yang terkenal dan sudah cukup lama tinggal di desa ini, serta wisata perkebunan karet yang biasa dijadikan wisata alam oleh penduduk sekitar kepada turis-turis yang datang dari luar daerah. Ada beberapa wisata yang terdapat di Desa Sri Bintan, yaitu :

  1. Mountain Tracking. Gunung Bintan adalah satu-satunya gunung di Bintan dengan ketinggian tidak lebih dari 2000m diatas permukaan laut (Menurutku sih lebih cocok dibilang bukit). Di gunung ini, memang datarannya tidak begitu tinggi namun cukup terjal. Beberapa sekolah memanfaatkan gunung ini sebagai tempat mereka berkemah dan berpetualang.
  2. Blacksmith tour. Mungkin terkesan sederhana, tapi tidak semua orang mengetahui proses pembuatan sebilah pisau, golok, atau sejenisnya. Nah, disini ada seorang bapak yang telah lama membuat alat-alat tersebut secara manual. Penasaran? langsung saja datang ke tempat pembuatannya.
  3. Wisata air terjun. Wisata ini terletak saat kita masuk ke gunung bintan. Konon katanya, orang yang telah mandi di air terjun ini akan awet moeda. Hehehe. Mau coba??😀

Biaya :
Untuk seluruh tur di desa sri bintan masih sangat terjangkau oleh wisatawan lokal (karena targetnya memang wisatawan lokal). Cukup mengeluarkan Rp. 5.000,- / orang untuk berkunjung ke gunung ini.

Beruntunglah warga Sri Bintan tahu bagaimana mengelola ekowisata yang berada di desanya. Hal ini juga didukung oleh yayasan yang bertindak sebagai pengelola ekowisata tersebut dan tentunya masyarakat Sri Bintan itu sendiri. Satu hal lagi, dalam setahun sekali biasanya pemerintah menyelenggarakan pesta durian, yaitu sekitar bulan Juli-Agustus tiap tahunnya. So, don’t miss it guys!

Desa Pengudang

P1070212 Kemudian desa selanjutnya yaitu Desa Pengudang. Tidak jauh dengan Desa Berakit, desa Pengudang ini memiliki wisata memancing yang luar biasa nikmatnya. Banyak pemancing-pemancing dari luar daerah datang ke tempat ini. Pihak pemerintah sendiri turut berpartisipasi dalam membangun desa ini. Terdapat KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang terdiri dari warga Desa Pengudang guna menunjang mereka dalam mengelola hasil perikanan menjadi lebih baik.

Pada Desa Pengudang ini juga terdapat pusat konservasi padang lamun, yaitu sejenis tanaman yang banyak ditemui di perairan pinggir pantai. Mangrove, padang lamun, dan beberapa jenis tumbuhan tumbuh dengan subur di daerah ini. Bagaimanya dengan pemandangannya? Tentunya masih alami, asri dan cantik. Beberapa resort dengan standar luar negeri telah hadir di Pengudang. Tentunya resort ini berbeda pada umumnnya, karena target pengunjung resort ini khusus bagi orang yang sudah lelah dengan hiruk pikuk kota modern. Ketenangan dan keindahan itulah yang menjadi daya tarik desa ini. Mau lihat resortnya? hohoho..

Desa Ekang Anculai,

sejenak mendengar namanya Aku begitu penasaran mengenai desa ini. Apa sih yang menjadi daya tarik desa ini. Aku pun menanyakan ke beberapa warga yang sudah lama tinggal di Ekang Anculai selain itu Aku juga mencoba untuk mengelilingi dan melihat keindahan dari desa ini. Kesanku yaitu “Unik”. Desa ini memiliki luas wilayah yang cukup besar yang sebagian besar berupa daratan. Oleh karena itu, tidak jarang beberapa perusahaan tambang masih beroperasi di sekitar desa ini. Akupun sempat merasakan terasing di desa ini, karena rumah-rumah penduduknya berjarak cukup jauh satu sama lain. Tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bisa hidup, yaitu tanpa listrik 24 jam, tanpa angkot yang lalu lalang..😦

Wilayah desa ini cukup luas, namun traveler tentu ga akan rugi jika main ke desa satu ini. Banyak daerah-daerah yang belum terjamah oleh manusia😀 alhasil, akan ada sensasi tersendiri jika main ke desa ini.

Mengenai mata pencahariannya, sebagian masyarakat di desa ini bekerja di resort-resort yang berada di desa tersebut, sebagian lagi ada yang menjadi petani karet, dan pertanian lainnya. Sekilas dari nama desanya, Aku pikir desa ini mayoritas beretnis China, namun setelah Aku telusuri ternyata cukup banyak juga orang Jawa yang sudah lama bermukim di Desa Ekang Anculai ini. Hohoho, banyak orang Pacitan (Jawa) yang sudah bermukim di daerah ini.

5 thoughts on “Wisata Desa Teluk Sebong di Pulau Bintan #2

  1. Pingback: Mengenal Pulau Bintan Part.2 « Acak Adul

  2. Desa sebong lagoi donk,
    Buruan kak…

    Mmmmm…penasaran gimana y Desa Sebong lagoi versi seorang Erick Azof???hehee
    Jangan salah tulis y..cause I’m lady of Sebong Lagoi Village..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s