Candi Boko – Yogyakarta

Bismillahirrahmanirrahim..

Pertama-tama Aku ingin berterimakasih kepada Allah SWT karena Aku masih diberikan kesempatan untuk dapat melihat keindahan ciptaan-Nya.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” 
(QS. Yuusuf, 12: 111)

YOGYAKARTA. Sebuah kota penuh kehangatan masyarakat serta pekatnya kebudayaan, tentu sangat menggoda para turis dari berbagai mancanegara untuk mengunjungi kota ini. Termasuk Aku sendiri, tidak banyak pikir rasanya untuk menjelajahi kota ini selama beberapa hari tidak akan pernah habis.

Kali ini Aku coba menceritakan kesan pertamaku saat mengunjungi sebuah situs candi bersejarah. Rasa takjub ku cukup tinggi saat menyusuri candi ini. Aku masih tidak habis pikir bagaiman batu-batu besar ini ditumpuk dan menjadi sebuah bangunan yang kokoh hingga sampai saat ini. Candi Ratu Boko namanya, yaitu bangunan peninggalan sejarah yang bercorak Budha dan Hindu yang dibangun pada abad XIII-IV M.

Pada masa tersebut, bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal raja. Kalian tahu Candi Prambanan ? Nah, candi tersebut digunakan untuk beribadah sedangkan candi Ratu Boko ini digunakan oleh raja dahulu sebagai tempat tinggal mereka. Tepat dibawah ini merupakan gerbang pintu masuk dari Candi Ratu Boko. Gimana ? Kerenkan orangnya ? hehe..

Jarak antara Ratu Boko serta Candi Prambanan cukup jauh, namun bagi kalian yang ingin mengunjungi situs peninggalan ini dapat membeli tiketnya di loket Candi Prambanan. Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp. 30.000,- sudah all you can eat ! :p

Sayangnya, saat Aku berkunjung ke situs Ratu Boko tersebut sedang berjalan beberapa renovasi mengingat banyak batu-batu yang sudah mulai runtuh. Kemudian, bagi yang tidak suka melakukan perjalanan yang cukup panjang tidak dianjurkan ke situs ini, karena perjalanan cukup melelahkan dari satu tempat ke tempat lainnya ditambah lagi jika kalian bepergian pada siang hari, bersiap-siaplah menjadi daging panggang..hehe!

Hal lain yang menarik kutemukan di situs peninggalan bersejarah ini yaitu adanya kolam pemandian. Konon menurut sumber yang Aku dapatkan, kolam-kolam tersebut digunakan para selir-selir raja untuk mandi. Jumlahnya cukup banyak, dan Aku ga habis pikir.. Selirnya banyak banget ya?? Dan ada kolam yang cukup besar, mungkin dalamnya beberapa meter. Aku rasa kolam tersebut merupakan kolam terbesar dan menyeramkan yang pernah Aku lihat.. =.=”

“Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikr (Al-Qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl, 16: 44)

Pada akhirnya bangunan yang megah tersebut pada masanya akan runtuh juga. Bersyukurlah kita masih dapat menemukan sisa-sisa peninggalan bangunan tersebut dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita sekarang. Seperti wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT, banyak peninggalan sejarah yang masih dapat kita saksikan hingga sekarang. Mereka semua itu ada dan nyata, dan tugas kita lah untuk memikirkan bagaimana sebuah peradaban yang sudah maju telah pernah ada dimuka bumi ini dan seketika telah hilang seperti ditelan bumi. Naudzubillah min dzalik..

Sumber : www.borobudurpark.co.id

One thought on “Candi Boko – Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s