Cinderella Story

Cinderella, seorang putri cantik yang memiliki keluarga tiri yang jahat kepada dirinya. Siapakah  yang belum mendengar cerita dongeng ini ? Hampir setiap anak-anak bahkan mungkin dahulu kita pernah didongengkan oleh cerita ini.

Tidak sekedar cerita, namun cerita Cinderella ini telah diangkat menjadi sebuah film kartun animasi yang sungguh cantik. Beberapa produser pun merevisi ulang cerita ini menjadi berbagai jenis alur cerita. Akan tetapi ada satu cerita yang menjadi ciri khas dari cerita ini, yaitu sepatu kaca.

Pada postingan Aku kali ini, Aku akan menceritakan Dongeng Cinderella dengan versi Erick😉 Semoga dapat menghibur para blogger..

Cinderella, itulah namanya. Dia adalah seorang wanita remaja pada umumnya. Dia suka berteman, suka bergaul, dan satu hal lagi mengenai dirinya, yaitu dirinya seorang penyayang. Saat ini, Cinderella sedang menjalani masa kuliahnya di salah satu universitas terkenal di Bandung, Indonesia.

Pada suatu hari, Cinderella pergi kekampus untuk masuk kuliah. Tidak seperti biasanya, hari ini dia pergi sendiri tanpa ditemani sahabat baiknya, Angela. Hari ini mungkin bukanlah hari yang baik bagi Cinderella, karena ia diganggu oleh kakak-kakak tirinya yang kebetulan satu kampus dengan dirinya. Mereka ialah Lisa, Lina, dan Liya.

“Eh, kamu Cinderella! Ngapain kamu masuk ke kampus? Orang kaya kamu itu cocoknya di dapur, bersih-bersih rumah tau…!”, Perkataan tersebut sering Cinderella dengar dari mulut kakak tirinya. Namun Cinderella selalu membalas air tuba dengan air susu. Kebaikannya sungguh ikhlas dan dia tidak berniat membalas kelakukan kakak tirinya yang jahat tersebut.

Meskipun hari ini diawali dengan mendengar omelan dari kakak tirinya, Cinderella tetap tegar dan berprilaku santai seperti biasanya. Dia selalu mengingat pesan almarhum ayahnya, bahwa tanamlah sebanyak-banyaknya kebaikan didunia ini karena dirimulah jua yang akan menuai kebaikan tersebut.

Tidak banyak wanita yang setegar dan sebaik Cinderella, sebagian besar pria dikampus tersebut banyak yang menyukai dirinya. Ericko salah satunya, teman dari kampus tetangga. Namun sayang, kakak tirinya Cinderella selalu membuat Ericko tidak berani untuk mendekati Cinderella. “Mungkin ini sudah menjadi takdir bagiku hanya dapat melihat dirinya dari kejauhan. Yaa setidaknya Aku dapat melihat dia tersenyum manis…”, bisik Ericko dalam hatinya.

Sepulang dari kampus, Cinderella pulang tidak melalui jalur biasanya. Ia berfikir untuk menghindari kakak tirinya yang selalu mengganggunya. Ditambah lagi sahabar karibnya tidak masuk hari ini, ia pun memutuskan mencari jalan lain. “Waaahh…..ada bidadariii!!”, teriak temannya Ericko. “Hahh? Bidadari ? Siapa brooo..??”

Ternyata Cinderella melewati kampusnya Ericko. Tentunya kejadian ini membuat Ericko ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Cinderella. Namun sayangnya, tiba-tiba kakak tirinya mendekati Cinderella dan Ericko pun tidak dapat memperkenalkan dirinya kepada putri cantik Cinderella. “Ohhh, andai Aku punya pintu kemana saja..andai Aku punya lampu ajaib, ingin sekali rasanya bertemu langsung dengan putri cantik itu..”.

Cinderella tidak dapat berbuat apa-apa. Ia sedih meratapi nasibnya karena sudah tidak ada orang yang melindunginya. Ia merasa terkekang oleh sikap kakak tirinya. Seketika, datanglah seorang peri manis. “Hai Cinderella, janganlah bersedih hati…Engkau begitu baik hati..Akan kuhadiahkan kamu sebuah sepatu kaca. Sepatu ini dapat membuatmu pindah sesuka hatimu, sehingga kamu dapat menghindar dari kakak tirimu…”, begitulah penjelasan dari peri manis tersebut dan peri itupun menghilang dengan tiba-tiba.

“Apakah ini mimpi??”, tanya Cinderella dalam hatinya. Esoknya, Cinderella menggunakan sepatu kaca tersebut. Dan seperti biasa, ternyata Cinderella kembali bertemu dengan kakak tirinya. “Ooohh…Aku ingin pindahh….”

Ziiipppppppppp…………!

Seketika Cinderella pun berpindah tempat. “Sungguh ajaib sepatu ini!”. Cinderella pun sering menggunakan sepatu tersebut untuk menghindari kakak tirinya. Kejadian ini membuat kakak tirinya panasaran mengapa Cinderella dapat menghilang dengan tiba-tiba. Akhirnya, merekapun tahu bahwa kekuatannya terdapat pada sepatu kacaanya. “Yaaaa! Mari kita ambil sepatu kaca itu..”, saran salah satu kakak tirinya.

Habislah Cinderella, sepatu kacanya diambil oleh kakak tirinya dan lebih buruknya lagi kakak tirinya dapat menggunakan sepatu itu dan mengganggu Cinderella. “Yaa Tuhan, semoga cobaan ini dapat berakhir segera…”, pinta dari gadis manis ini kepada Tuhan.

Suatu saat, Liya, salah satu dari kakak tirinya Cinderella menggunakan sepatu kaca untuk menjahili temannya. Dan….Ups, Liya merupakan gadis yang cukup teledor. Dia salah menggunakan pasangan sepatu kaca tersebut. Ericko, dialah yang menemukan pasangan sepatu kaca yang tertinggal tersebut. “I just wondering, this shoes always used by Cinderella. Is it her one of her shoes ??”.

Liya yang bingung dengan sepatu yang salah ia pakai, PANIK! Dia pun mencoba mengganti sepatu kaca tersebut dengan tiruannya yang mirip. Ia menukarnya dengan tiruan agar kakak-kakaknya tidak marah dengan dirinya. Bagaimana dengan sepatu kaca aslinya ? Dibuang !

Cinderella, oh Cinderella..nasibnya sungguh beruntung, tanaman yang kau tuai tidaklah sia-sia. Salah satu pasangan sepatu tersebut ia temukan tidak jauh dari tempat ia jalan. “Bukankah ini sepatu kaca punyaku? Kenapa ada disini ya?? Mmm, dan mana pasangannya??”

Layaknya sebuah takdir, tidak akan tertukar sepasang sepatu kaca dengan pasangannya jika telah takdir dan tidak akan tertukar orang baik dengan orang yang baik pula..

Sepatu kaca itupun menjadi awal pertemuan Ericko dengan Cinderella. Ericko berniat mengembalikan pasangan sepatu tersebut kepada Cinderella. Cinderella berterima kasih banyak kepada Erick karena telah memberikan salah satu barang yang berharga bagi Cinderella.

Tidak ada satupun didunia ini sebuah kebetulan. Tidak ada pertemuan kedua insan ini berupa kebetulan. Mereka telah diatur untuk saling bertemu dan berkenalan satu sama lain.

Sepatu kaca itu akhirnya membuat pertemuan menjadi cinta. Dengan sepatu yang ada pada Cinderella, membuat dirinya dapat menghindari kejaran dari kakak tirinya. Sedangkan, kakak tirinya kesal sendiri karena sepatu kaca tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, hanya Liya yang terdiam membisu karena menjaga rahasiia agar kakak-kakaknya tidak tahu bahwa ia telah mengganti sepatu kaca tersebut dengan yang palsu.

-End

5 thoughts on “Cinderella Story

  1. Ternyata ini Cinderella versi Erickoo tooh… Wew, kayaknya bener deh lo bakat bikin kumpulan cerita anak2… intinya sih, “kalo emang jodoh, gak kemana” yaa kaan? hahahaha…. nice😀

  2. Tentang jodoh,cuma hanya berpikir sejenak,dari mana manusia tahu jodohnya telah tertukar atau salah pilih org? Menurut saya,hanya ego manusia yg dapat mengatakan hal tersebut. Kita pasti memilih pasangan yg menurut kita baik dan pantas mendampingi kita dgn tak lupa bertanya pada Allah. Tapi namanya manusia pasti ada khilaf,salah,dsb.apakah saat terjadi masalah dan belum diberikan jalan keluar sama Allah kita menyerah begitu saja,kemudian saat melihat ‘rumput’ tetangga lbh indah lantas kita katakan sptnya jodohku tertukar atau bukan dia jodohku ? Saya kurang setuju,krn saya pikir dlm setiap pilihan hidup pasti ada konsekuensi yg diemban dan sy yakin Allah akn menguatkan.🙂

  3. Lucu jg ceritanya. Tp lagi2 cinderela mmg kebagian cewek yg baiknya g ketulungan, terdzolimi mulu n hobi meratapi nasib. Kapan ada cinderela yg bs berjuang mengubah nasib sendiri y?? tanpa sepatu kaca, tanpa ibu peri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s