English Club to the Villages Part. 4

There aren't bad students, only the students who need more attention

Tidak terasa sudah berjalan 5 bulan kegiatan mengajar Bahasa Inggris  berjalan. Kegiatan yang Aku sebut dengan “English Club to the villages” sudah hampir memasuki masa pertengahan akhir. Bagaimana rasanya? Tawa, sedih, haru, lelah, semangat, kangen dan semua bercampur aduk. Namun rasa gado-gado itulah yang akan menjadi pengalaman berharga selama hidupku.

Hari ini ada pengalaman menarik yang ingin Aku ceritakan kepada para blogger, yaitu mengenai salah seorang muridku, dan baru ku sadari bahwa tidak hanya sekedar ‘materi’ semata yang kuberikan kepada mereka, namun juga ‘perhatian’. Yaitu perhatian seorang pendidik dengan seorang yang di didiknya. Nilai yang sempat Aku lupakan karena diriku asyik dengan mainanku sendiri.

Tidak hanya ‘Kasih’ namun juga ‘Sayang’

Aku menamai murid tersebut dengan panggilan Andi (bukan nama sebenarnya). Sekilas sikap dan tingkah lakunya sama halnya dengan teman sebayanya. Hanya ada 1 hal yang berbeda, yaitu keterbatasan fisik. Keterbatasan fisik yang dimiliki oleh Andi membuat dirinya sulit bergerak mengikuti kelincahan teman-temannya. Setiap mengikuti English Club , diriku memperhatikan bahwa dia menggunakan alat bantu jalan untuk memasuki kegiatan belajar ini.

Pada awalnya Aku tidak begitu mempedulikan dirinya, dalam benakku berkata, “Yaaa, mungkin teman-temannya sudah terbiasa melihat dia, dan anak itupun sudah terbiasa berjalan menggunakan alat bantu tersebut…So, yaa Aku cukup fokus mengajar saja…titik.”. Semenjak dimulainya English Club ini, Aku berpikir cukup memberikan pelajaran dan selesai. Tidak ada pikiranku untuk mengetahui mereka lebih dalam, toh ya tugasnya pengajar yaaah Mengajar!

Namun kali ini terasa berbeda, saat Aku melihat perangai dari Andi semakin lama semakin keras dan sulit diatur. Terutama jika ia berkumpul bersama teman-temannya. Mudah baginya untuk melayangkan sebuah sandal yang dipakainya untuk memukul temannya sendiri. Bahkan Aku sedih seketika saat melihat dirinya, semakin lama perangainya *Maaf* seperti kekurangan mental. Andi sulit diatur dan bergerak kesana kemari seolah ingin mendapatkan perhatian lebih dari teman sebayanya, dan terkadang suka berdiam diri menyendiri.

“Aku rasa dia butuh perhatian, Aku rasa Aku perlu bicara langsung kepada kedua orangtuanya, Aku rasa sifat kerasnya bukan karena penyesalan akibat keterbatasan fisik yang dimilikinya namun salah satu usahanya untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang disekelilingnya..”

Tidak hanya ‘kasih’ namun juga ‘sayang’, sebagai seorang pendidik baik itu peran kita sebagai guru, orangtua, kakak, ayah, dan peran lainnya ingatlah bahwa ada tugas penting lainnya selain memberikan ilmu kepada orang yang di didiknya, kita wajib juga memberikan sebuah perhatian yang Aku sebut itu dengan kata ‘Sayang’. Sebagai guru sudah sewajarnya memberikan ilmu kepada siswanya namun juga ‘Sayang’ dalam bentuk perhatian dengan kemampuan sang anak tersebut, peran lainnya lagi yaitu sebagai ayah yang tidak hanya berkewajiban memberi nafkah (materi) namun juga sebuah perhatian kepada istri serta anak-anaknya, dan masih banyak yang lain.

Jadilah individu yang pengasih dan penyayang, mungkin kita akan kesal dan marah jika anak didik yang kita ajar menjadi biang keributan dikelas, mungkin kita akan kesal jika punya adik yang rewel dan bawel, mungkin kita akan jengkel jika punya anak buah yang suka buat onar, namun berpikirlah secara jernih mungkin mereka butuh ‘Sayang’ dari kita. ‘Kasih’ dan ‘Sayang’, kiranya kedua itu tidak hanya bermanfaat bagi mereka namun bagi kita juga. Thank you class, you give me a precious lesson today…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s