Keranjang Air

Selamat pagi ceria, selamat memulai bekerja🙂 sebelum memulai ada sebuah kisah semoga kita dapat mengambil hikmahnya…thks to @islamic_thinking yang sudah menginspirasi diriku membuat cerita singkat ini..

Keranjang Air

Alkisah, ada seorang gadis kecil yg tinggal bersama kakeknya. Gadis kecil tersebut melihat kakeknya yang suka membaca buku. “Kek, kenapa kakek suka membaca?”, tanya gadis kecil tersebut. “Apa gunanya membaca buku karena tidak mungkin kita paham semua..”

Sang kakek menarik nafas dan terdiam sejenak..”Cucuku yg cantik, membaca buku itu tak perlu kita pahami seluruhnya, hanya baca yang perlu kita lakukan..”. “Kalau begitu, membaca hanya menghabiskan waktu kita ya kek?”

Sang kakekpun mengambil sebuah keranjang berdebu dari gudang. Kemudian memberikan ke gadis kecilnya. “Cucuku, tolong isikan keranjang ini dengan air..” Pinta sang kakek kepada cucunya. Si cucu tersebut sempat bingung karena diminta untuk mengisi keranjang dengan air. Namun akhirnya diapun menuruti ucapan kakek . Segera cucu tersebut ke sumur kemudian mengisinya dengan air.

Beberapa saat kemudian, “Kek, mana mungkin keranjang ini diisi dengan air..”, “Coba lagi! Lakukan dengan cepat!” Jawab sang kakek. “Secepat apapun hasilnya sama saja..”. Keluh gadis manis itu. “Aku ingin keranjang ini diganti dengan ember kek..”. “Tidak, kakek ingin kamu menggunakan keranjang bukan dengan ember..”. Dan sekali lagi sang cucupun berusaha kembali.

“Akuuu menyerahh kekk….”, dengan nafas terengah-engah. “Semua ini percuma…”. Sang kakekpun tersenyum, “Cucuku, coba lihat apa yang ada ditanganmu sekarang…”. Sebuah keranjang yang bersih berada di tangan gadis kecil tsb. “Waahh! Keranjangnya bersih ya kek!”. Dengan usaha berkali-kali yang dilakukan cucu, keranjang yang pada awalnya berdebu tersebut telah menjadi bersih kembali.

“Begitulah cara kerja membaca cucuku..terlihat yang kita lakukan ialah sia-sia..”. “Namun secara perlahan nilai pada buku tersebut akan membentuk kita..begitu bukan kek?” Lanjut cucu kesayangan kakek itu. “Ya cucuku..layaknya keranjang berdebu, perlahan-lahan akan bersih dengan sendirinya..”.

“Betul sekali cucuku..maka baca, dengar, dan lakukanlah kebaikan karena itu akan membentuk kita..”. “Baik kek! Mulai saat ini Aku juga mau membaca kek dan melakukan kebaikan!🙂 “. –end

Pada masa Rasullullah masih hidup semua sahabat selalu berkata kepada Rasul, “Samina wa atona”, Saya dengar dan Saya patuh sehingga mereka benar-benar orang yang saleh…

5 thoughts on “Keranjang Air

  1. Hm, manggut2. Benar juga. Nilai-nilai yg kita temukan dalam buku memang tak merubah kita seketika..Tapi dengan berjalannya waktu membuat kita lebih baik..Baca lagi ah..:)

  2. ini udah pernah lo ceritain ke gw kan rick
    iya bener banget, kadang buku2 non-fiksi seakan ga berguna untuk dibaca karna ya ga bakal paham semuanya, tapi perlahan-lahan nilai-nilai baik di buku tsb akan meresap ke diri kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s