Selamat Hari Ibu (2)

Kasih Sayang Seorang Ibu tidak akan terbalas hingga akhir hayat

“Selamat hari Ibu ! Selamat hari Ibu ! Selamat hari Ibu !”,

“Terima kasih ya Nak..Semoga anak-anak Ibu menjadi anak yang sholeh, menjadi pemimpin dunia, serta dilindungi Allah SWT…”

Seketika merenung dan terdiam sejenak. Begitu besar rasa kasih sayang seorang Ibu bahkan di hari Ibu, dirinya masih mendoakan anaknya agar menjadi anak yang berhasil. Percakapan singkat ini sekian dari ratusan, ribuan, dan mungkin jutaan dari kisah-kisah pengorbanan Ibu kita. Silahkan googling kalau tidak percaya !

Keberhasilan Ibu

Seorang penyair Arab mengatakan, “Al Ummu Madrosatul Ula, Idzaa A’dadtaha A’dadta Sya’ban Khoirul ‘Irq” (Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan).

Makna yang terkandung didalam syair singkat tersebut mencoba menyampaikan bahwa seorang anak-anak yang berhasil dapat terlihat bagaimana kedua orangtua (khususnya seorang Ibu) mendidik anak tersebut. Jika sebuah bangsa sudah tidak dapat menghargai seorang Ibu, akan terlihat bagaimana bobrok moralnya bangsa tersebut dan berujung kepada kehancuran bangsa itu sendiri. Right?

“Aku anak mama…!”

Begitu pula didalam rumah tangga (meskipun Aku sendiri belum berumah tangga.. *promosi), Aku seringkali mendengar bahwa ada peran seorang Ibu (disamping Ayah) yang membentuk karakter seorang anak menjadi seorang pemimpin di masyarakat. “Aku anak mama..!”, dan Aku bangga menyebut diriku seperti itu. Terkadang lingkungan dan pengaruh buruk dari budaya luar membuat kita malu dengan menyebut diri kita adalah anak mama, kalau Aku ? Tidak! Iya karena dengan di didik oleh Ibuku, Aku merasa hidup lebih nyaman, aman, dan barokah, InshaAllah. Amin.

Berikut salah satu hadist tentang kedudukan Ibu :

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)

Durhaka !

Hadist yang sering kita dengarkan diatas ini membuktikan bahwa Rasullullah SAW meminta agar kita menghormati kedua orangtua kita (Ingat! Kedua orangtua kita) namun lebih diutamakan ‘Ibu’ kita. Jika berbuat dosa kepada orangtua? Wah, lebih baik segera bertobat! Mengapa? Karena jika durhaka kepada kedua orangtua di dunia, AZAB nya pun akan dibalas di dunia. Jika durhaka kepada Ibu? Wah, bisa-bisa azabnya pun 2x kali lebih besar jika durhaka kepada Ayah. Tidak Percaya ? Silahkan googling kalau tidak percaya !

Rasul ada bersabda: ”Seluruh dosa akan dibalas di akhirat, tapi dosa karena durhaka kepada orangtua akan dibalas di dunia ini terlebih dahulu, baru nanti di akhirat dilipatgandakan untuk balasan dosa durhaka itu”.

Semoga tulisan ini menjadi pembelajaran kepada kita kembali akan kedudukan orangtua, kedudukan Ibu, pentingnya peran orangtua, pentingnya peran seorang Ibu dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s