Allah Cukupkan Waktuku

Mencukupkan Waktu

Allah Cukupkan Waktuku

Begitu salah satu doaku dalam beberapa hari ini, dan Aku harap untuk seterusnya. Sebuah keajaiban yang baru Aku sadari bahwa ada invisible hand yang membantuku selama Aku hidup. Keajaiban itu semakin menyadarkan diriku bahwa manusia itu sangatlah rapuh dan lemah.

Kejadian berawal Desember ini saat dimana musim hujan dan angin yang kencang selalu hadir disetiap waktunya. Dua sampai tiga hari sebelum kegiatan dimulai hujan turun tanpa henti-hentinya. Sempat mereda, namun layaknya mobil F1 yang sedang mengisi bensinnya di pit stop, hujan hanya istirahat sebentar dan datang lagi seakan sudah siap balapan untuk membasahi tanah ini.

Otakku, sebagai bagian dari tubuh manusia berputar kencang dan keras berkata “Ahhhhh, gimana ya nanti??”. Hatipun ikut membuat suasana semakin runyam, seolah dia berkata “Apakah mungkin? Deg-deh!”. Sekujur tubuhku pun ingin rasanya terus bergerak seolah ingin menunjukkan aksi mendukung si otak dan si hati.

Waktu terus berjalan, hingga tiba saatnya sebuah kegiatan yang Aku sebagai salah satu penanggung jawabnya dimulai. Bismillah, seperti biasa itu ucapanku sebelum melakukan seluruh aktivitas. Aku bisa!

“…cukupkan waktuku untuk-Nya..”

Cukupkan lah waktuku…

Sahabat, terkadang apa yang kita ucapkan dengan apa yang kita perbuat tidak sesuai. Mengapa? Kita dihadapi dengan realita bahwa dengan “berusaha kerja” terlebih dahulu lebih baik daripada “berusaha beribadah”. Artinya kita mendahulukan dunia daripada Allah SWT yang menciptakan dunia beserta isinya. Dan itu terjadi pada diriku, hingga Aku diberikan kesempatan untuk membuktikan ucapanku.

Waktu menunjukkan pukul 07.50 WIB

“Aduhh, sebentar lagi sesiku untuk mengisi agenda kegiatan pukul 08.00 WIB…”, hatiku berbisik. “Hmmmmm, dhuha nya nanti aja deh…Aku lagi sibukk..”

“tapii…..Aku harus mendahulukan yang mana ya? Karena kalau dhuha minimal butuh waktu 3 menit, yaa itupun kalau khusyuk”. Otak kiriku berkata. keraguanku mulai timbul. “Jika Aku mencukupkan waktuku untuk-Nya, maka Dia akan mencukupkan waktu untukku…”. Seketika otak kananku menjawab seakan-akan menyanggah perhitungan matematis otak kiri.

“Baiklah! Aku cukupkan waktuku untuk-Nya..”

Alhasil? Selama 5 hari kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam hari, dapat dibilang hampir seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar. Aku merasa semua telah diatur oleh-Nya. Aku hanya meluangkan waktu 5 menit untuk curhat kepada-Nya, namun balasannya Dia memberikan waktu 5 hari yang luar biasa kepada diriku.  Disaat ada kegiatan outdoor, cuaca tenang dan nyaman. Seketika setelah usai kegiatan hujanpun turun dengan deras. Seakan semua telah diatur oleh-Nya.

Aku tidak perlu pawang hujan untuk meminta hujan stop dulu! Karena hujan itu barokah untuk mahkluk hidup di muka bumi ini. Sungguh berdosa diriku jika Aku berdoa kepada-Nya untuk menghentikan rahmatnya kepada mahkluk hidup. Hanya satu doaku kepadanya saat itu, yaitu “Ya Tuhan, cukupkanlah waktuku..Engkau yang mengatur rezeki, Engkau yang mengatur waktu, Engkau pula yang mengatur kapan rahmat (hujan) tersebut turun ke muka bumi ini..cukup Engkau penolongku…Amin..”

Too many miracle happened to me, Subhanallah…I trust and I believe it, there are invisible hand who work on us..right?🙂

2 thoughts on “Allah Cukupkan Waktuku

  1. Kebanyakan orang ngerasa berat yaa, buat ngedahuluin ibadah…
    Tapi mau gimana lagi, kebanyakan motivasinya kurang dan gak ada yang peduli sama hal ini…😦

    • merasa berat karena tidak butuh, mereka tidak butuh karena tidak tahu manfaatnya..😉 right ? yuk saling mengingatkan kepada sesama bahwa janji-Nya itu ada..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s