Bulan dan Matahari

Moon and Sun

Alkisah terdapat suatu tempat yang sangat indah, dihuni oleh berbagai macam binatang serta tumbuhan. Tempat itu bernama Eden. Surga dunia ini menjadi lokasi tumbuh kembangnya semua mahkluk hidup, termasuk manusia.

Tifa, nama seorang gadis imut muda belia yang tinggal di Eden bersama keluarga kerajaan. Gadis periang ini termasuk penyayang binatang, hanya dua jenis binatang yang tidak disukainya, yaitu Burung hantu dan Kelelawar. Bukan tanpa sebab Tifa tidak menyukai kedua jenis binatang ini, karena dahulu dia memiliki pengalaman yang buruk.

Saat dirinya masih kecil, Tifa suka sekali bermain baik diwaktu pagi, siang, hingga hari petang. Namun sayang, saat Tifa bermain hingga larut malam suara burung hantu membuat rasa takut dari gadis kecil itu keluar. Belum lagi saat dia melihat segerombolan kelelawar tidur di atas lotengnya. Semenjak saat itu, dirinya tidak suka dengan burung hantu, kelelawar, serta kegelapan.

“Kamu lagi sakit ya rick?”, tanya gadis muda kepada pengawal pribadinya.
“Tidak putri, saya tidak sakit…”.
“Saya tanya beneran, kamu sakit?”.
“Yaa sedikit, tapi benar tuan putri. Saya tidak apa-apa..”

Sikap perhatian yang dimiliki oleh Tifa membuat dirinya begitu dicintai oleh rakyatnya, termasuk pengawalnya…Ricko.

Kebetulan hari itu, waktunya Ricko untuk menjaga Tifa. Layaknya pengawal kerajaan, Ricko menjaga siaga di depan ruangan tempat istirahat Tifa. Saat itu, Tifa terjaga dari tidurnya, entah kenapa perasaannya kurang enak dan memori tentang binatang malam itu muncul kembali dibenaknya. Seketika Tifa keluar dan bertemu dengan pengawal pribadinya.

“Kenapa putri? Diluar bahaya, lebih baik tuan putri didalam saja…”
“Aku tidak bisa tidur..Aku bosan….”
Pengawal itu terdiam sejenak kemudian menjawab, “Tuan putri mau saya temani jalan keluar?”
“Mmmm, Aku takut…yaa sepertinya lebih baik Aku balik ke kamar…”

Ricko pun tahu bahwa sang putri sebenarnya ingin sekali melihat keindahan Eden pada malam hari.

Keesokan harinya…

“Ricko, selamat pagi! Waaahh…matahari begitu cerah, menyinari bumi, menyinari hatiku..!”, teriak sang putri kepada pengawalnya karena dia tahu sang pengawal masih setia menjaga didepan kamarnya.”
“Yaa tuan putri!”, sahut Ricko.

Tifa begitu senang, namun….didalam rasa senangnya tersebut dia berdoa, agar kelak suatu saat Tuhan memberikan kekuatan kepadanya untuk menikmati keindahan pada malam hari.

“Yaa Tuhan, berilah Aku petunjuk..”, doa yang tulus keluar dari hati Tifa.

Hari demi hari terlewati, hingga suatu saat Tifa menemukan sebuah kalung liontin. Dalam benaknya, mungkin inilah petunjuk yang diberikan Tuhan kepadanya.

“Baiklah, liontin ini akan ku simpan…”

Tidak lama kemudian, ada seorang nenek yang bekerja sebagai pelayan terlihat mondar-mandir di sekitar tempat tinggal kerajaan. Setelah ditanya, ternyata nenek tersebut mencari kalung liontin yang berisi foto anak dan cucunya. Mendengar hal tersebut, Tifa pun langsung mengatakan bahwa dirinya telah menemukan liontin di sekitar kerajaan.

“Tifa, kamu gadis yang manis lagi baik…maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat, Aku ingin memberikanmu sebuah syal hangat ini, khusus rajutanku…”
“Terima kasih nekk..Aku terima pemberianmu..”

Liontinpun berganti menjadi sebuah syal hangat, tapi…untuk apa ?? Karena Tifa sendiri telah memiliki ribuan syal di kamarnya. Hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk memberikan syal tersebut kepada pengawal yang akan menjaganya malam ini.

“Ehh, ternyata kamu Ricko…kamu menjaga hari ini?”
“Eh, iya tuan putri…ada yang bisa saya bantu?”
“Aku ingin memberikan syal hangat ini kepadamu…mau kamu menerimanya?”
“Tentu tuan putri! Dengan senang hati Aku menerimanya..”

Pemberian syal tersebut membuat Ricko berfikir bagaimana membalas budi Tifa. Hingga akhirnya pada malam hari saat dia menjaga, Ricko memutuskan untuk mengetuk pintu kamar tidur Tifa.

“Tokkk..tokk..tokkk….”
“Ya Ricko, kenapa ??”
“Tuan putri….Anda ingin melihat keindahan malam hari?”
“Yaaa Aku ingin, namun kau tahu sendiri Aku tidak berani…”
“Tuan putri, kali ini Anda pasti berani…tunggu 30 hari lagi Aku ingin menunjukkan sesuatu kepada tuan putri…”

30 haripun berlalu dengan cepat..

Haripun telah tiba, Tifa sendiri penasaran dengan Ricko. Saat itu, Ricko meminta Tifa untuk menutup matanya. Tifa dibawa jalan oleh Ricko cukup jauh dari lokasi tinggalnya Tifa.

Sudah belum ?? Kamu mau bawa Aku kemana Ricko ?”
“Sebentar lagi tuan putri…sebentar lagi….Aku yakin tuan putri akan tersenyum setelah melihatnya..”

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Ricko meminta Tifa membuka penutup matanya dan… “Waahhhh! Sungguh indah…”. Tepat saat itu, gerhana bulan terjadi. Gelap namun indah, itu makna yang tersirat dari kejadian itu.

“Indah bukan ?”
“Yaaa sungguh indah…apakah ini malam hari?”
“Yaa pastinya, pada waktunya, pada saatnya, ada hari dimana kegelapan itu indah…”
“Mmmm, Aku mendengar suara burung hantu…”
“Ya, mereka juga menikmati indahnya gerhana bulan ini..”
“Tuan putri, kamu tahu kenapa gerhana bulan ini indah ?”
“Kenapa?”
“Karena bulan dan matahari sedang menunggu datangnya waktu mereka bersatu..Setelah mereka bertemu semua akan indah…indah pada waktunya..”

Semua akan indah pada waktunya, mulai saat itu Tifa tidak takut akan gelapnya malam serta Ricko lebih bahagia karena dapat mengenal lebih dekat sosok tuan putri yang cantik itu. (Their wishes come true on the right time..)

14 thoughts on “Bulan dan Matahari

    • Tifa ? Itu nama pemain di Final Fantasy VII, my favorite game😉 orang nya cantik, baik hati, rada manja sedikit..punya abangnya yang keras dan berotot..hahahaha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s