Pensil & Penghapus

Pensil dan Penghapus

Pensil
Maaf ….

Penghapus
Untuk apa? Kamu tidak melakukan sesuatu yang salah.

Pensil
Maafkan Aku, karena kesalahanku kamu tersakiti. Setiap kali Aku melakukan kesalahan, Kamu selalu ada untuk menghapusnya. Tapi setiap itu pula, secara tidak langsung Kamu kehilangan bagian dari diri Kamu.  Kamu menjadi lebih kecil dan lebih kecil setiap kalinya.

Penghapus
Itu benar, tapi aku tidak keberatan. Kamu lihat, saya dibuat untuk melakukan hal ini. Aku dibuat untuk membantu Kamu setiap kali Kamu melakukan sesuatu yang salah. Meskipun suatu hari, Aku tahu Aku akan pergi dan Kamu akan menggantikan saya dengan yang baru, Aku benar-benar senang dengan pekerjaan ini. Jadi tolong, berhentilah khawatir. Aku tidak mau melihatmu sedih.

Aku menemukan percakapan ini antara pensil dan penghapus. Orang tua seperti penghapus sedangkan anak-anak mereka seperti pensil. Mereka selalu ada untuk anak-anak mereka, membersihkan kesalahan mereka. Terkadang didalam perjalanan hidup… mereka terluka, dan menjadi lebih kecil (lebih tua, dan akhirnya tiada). Meskipun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang dalam hidupnya (pasangan), tetapi orangtua masih setia dengan apa yang mereka lakukan untuk anak-anak mereka, dan akan selalu mengkhawatirkan anak-anak jika terlihat sedih atau sulit.

Cerita Ini untuk mengingatkan kita sebagai seorang anak….. Sebab aku tahu bahwa suatu hari, ‘penghapus’ kita akan pergi..Maka hormati dan sayangilah mereka🙂

-End

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

9 thoughts on “Pensil & Penghapus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s