Universitas Kehidupan (1)

Adventure starts when we think out of the box

Bismillahirrahmanirrahim,

Pada akhirnya tiba saatnya diwaktu dan tempat yang Aku impikan kurang lebih satu tahun yang lalu. Sebuah pengalaman singkat dari seorang penulis amatir yang selalu ingin membagi ceritanya. Aku mengangkat judul tulisanku ini bernama “Universitas Kehidupan”, yaitu dimana dosen, teman kuliah, sahabat karib, warga masyarakat sekitar, serta ujian ada di universitas ini, Pulau Bintan. Iya, di universitas ini Aku mendapat pengalaman yang tidak kalah luar biasanya dari kampus ku sebelumnya.

Tulisan ini Aku bagi menjadi beberapa bagian dan InshaAllah disetiap tulisan ada pesan yang ingin Aku sampaikan. Tujuan Aku menulis ini agar pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap perjalanan yang Aku dapatkan. Pernah dengar bahwa kita dapat belajar dari pengalaman orang lain, dan itu pelajaran yang cepat dan mudah! Karena dengan kita belajar dari pengalaman orang tersebut, kita dapat menghemat waktu tanpa harus mengalaminya terlebih dahulu.

Kali ini universitas kehidupan yang akan kuceritakan yaitu pengalaman satu tahunku selama Aku berada di Bintan, tempatku mencari nafkah sekarang. Bintan salah satu pulau terindah milik Indonesia yang terkenal akan pantainya dan merupakan bagian dari provinsi Kepulauan Riau. Adat Melayu masih terasa kental di pulau ini, karena dahulu kerajaan Melayu sempat berjaya pada masanya dan Aku banyak belajar dari mereka .

Berangkat ke Bintan !

Tidak mudah rasanya tinggal jauh dari tempat kita biasa hidup. Baru pertama kali ini Aku tinggal di luar Pulau Jawa dalam rentang waktu yang cukup lama (bagiku). Ditambah lagi hampir setiap orang masih belum mempunyai gambaran seperti apakah pulau ini ? Bagaimana karakter orang di Bintan ? Pertanyaanpun berlanjut menjadi “Apa yang akan Aku hadapi nanti ?” Begitu banyak pertanyaan yang timbul dibenakku, hingga Aku memutuskan, “Baiklah, Aku berangkat!”

Hati-hatilah dengan pikiran dan ucapanmu, karena itu Doa mu..

Keputusan untuk mengambil peluang kerja di luar pulau memang salah satu doa (yang tidak sengaja) Aku ucapkan saat Aku masih mengenyam pendidikan di kampusku. Bosan dan gerah dengan kehidupan (baca : macet) Jakarta membuatku ingin segera keluar. Di satu sisi, Aku juga memiliki doa agar dapat berbuat sesuatu minimal dengan ilmu yang sudah kumiliki. Alhamdulillah, pintu rezekipun dibuka dan Aku diterima di salah satu perusahaan sebagai community development officer, atau lebih dikenal dengan pekerjaan yang bertanggung jawab menyalurkan dana sosial perusahaan kepada setiap orang yang berhak menerimanya.

Masa Orientasi Universitas Kehidupan

Sesampainya di Pulau kecil ini, Aku mulai berkenalan dengan teman-teman yang menurutku luar biasa dan mereka telah banyak merasakan asam garam! Aku sebut mereka sebagai teman kuliahku di Universitas kehidupan ini. Seperti yang kita tahu, bahwa dikampus akan kita kenal teman-teman kita yang mungkin tidak sepantaran umurnya dengan kita. Ada sebagian dari mereka yang menjadi senior kita, ada yang memang betah tinggal dikampus, ada yang masih sibuk dengan urusan organisasinya, dan bermacam-macam.

Layaknya Masa Orientasi Mahasiswa Baru yang dikenalkan bangunan-bangunan kuliahnya oleh para senior, sedangkan disini Aku dikenalkan dengan bangunan-bangunan lingkungan kerjaku oleh HRD (Human Resource Department) : Two thumbs and big thanks for them. Disini, masih terdapat hutan alami yang masih , terdapat bangunan untuk setiap departemen bekerja, terdapat kantin yang cukup besar menampung sekitar 500 orang pekerja disini, terdapat lapangan olahraga dimana Aku dapat memanfaatkannya, tidak lupa pula Aku juga dikenalkan segala tetek bengek aturan yang terdapat diperusahaan tempatku bekerja, mau tidak mau suka dan tidak suka kita wajib menghormatinya.

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita, muda, remaja, tua, hanyalah sebuah hasil dari berjalannya waktu. Tetap pengalaman pembelajaran selama masa hidup yang membuat kita memiliki nilai lebih… -Aku

Teman seangkatanku waktu itu ada 4 orang, dan Aku anggap mereka sebagai teman seperjuanganku dipulau ini. Layaknya di kampus, kita pun selalu berkumpul dan mengobrol satu sama lain menceritakan masing-masing pengalamannya. Berikut Aku akan menggambarkan sedikit mengenai teman-temanku (bukan nama sebenarnya).

  1. Andi : Beliau dapat dibilang senior di bidang kerjanya. Pengalaman kerja keluar daerah sudah dimilikinya saat mengenyam pendidikan di kampus sesungguhnya dahulu. Kebetulan Aku satu almamater dengannya namun beda kelulusannya. Hehehe. Saat ini beliau telah memiliki dua anak yang cantik-cantik.
  2. Budi : Beliau kita anggap sebagai Bapak yang bijak. Pengalamannya? Luar biasa! Beliau sudah merasakan bekerja berhadapan langsung dengan preman. Sungguh menarik kisahnya! Aku pun bersyukur karena dapat langsung mendengarkan ceritanya.
  3. Rudi : Pemuda yang punya semangat tinggi. Anak Rantau! Aku menyebutnya. Tidak akan berhenti sebelum keinginannya tercapai. Beliau berjuang dari tanah kelahirannya yang berada di Sumatera Utara hingga ke Pulau Jawa. Tekad dan semangat yang kuat dengan hati yang lembut, itulah karakter yang kulihat dari dirinya.
  4. Dodi : Pemuda ini juga cukup unik menurutku. Pemikiran yang diluar orang pada umumnya, membuat Aku tertarik untuk bisa berkenalan dengan dirinya. Aku dan dia sama-sama berasal dari kota pempek, namun seperti orang yang telah kelamaan merantau, Bahasa Palembang jarang kita gunakan satu sama lain. (hehehehe, sudah menjadi orang kota)
  5. Aku : Umurku masih terbilang muda di banding teman-teman yang lain, bahkan pernah dibilang “Masih sekolah ya ?”. Tapi itu semua merupakan modalku untuk belajar di universitas kehidupan ini, yaitu umur. Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita, muda, remaja, tua, hanyalah sebuah hasil dari berjalannya waktu. Tetap pengalaman pembelajaran selama masa hidup yang membuat kita memiliki nilai lebih.

My purpose

Mereka semua teman seangkatanku yang sama-sama berjuang di kampus kehidupan ini. Sekarang, sebagian dari mereka telah mengambil jurusan lain namun Aku tetap bersyukur dapat mengenal dan belajar dari mereka selama masa orientasi. Masa orientasi ku sama halnya dengan orientasi di kampus, yaitu “PENUH PERJUANGAN!”. Namun disaat Aku down, selalu Aku ingat apa yang menjadi tujuanku datang kepulau ini.

A : “What can you do in Bintan Island?”
B : “I want build their dreams, I want they had their dreams…done sir”
A : “Okay, prove it..”

Yeah, lets dream come true..Semenjak saat itu petualangan di kampus universitas kehidupan ini dimulai.

3 thoughts on “Universitas Kehidupan (1)

  1. gw suka deh dengan tulisan pengalaman lo ini
    di satu sisi gw merasa sedih juga..entah kenapa
    hehehe
    ah bikin gw galau lo rick!
    kalo ketemu gw pukul lo😛

  2. Pingback: Refleksi 2012 « Erick Azof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s