Belajar dari Seorang Imam (Pemimpin)

Seorang imam dalam ibadah sholat adalah pemimpin jemaahnya, banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai ibadah sholat itu sendiri.

Pertama, seorang imam harus memastikan rapihnya barisannya (shaf). Pentingnya shaf telah dijelaskan cukup lengkap pada artikel ini “Pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf ketika sholat berjamaah”.

Kedua, mengangkat seorang menjadi imam bukan dikarenakan umurnya yang sudah tua atau dikarenakan memiliki harta kekayaan/kekuasaan yang melimpah, namun karena ilmu yang dimilikinya.

Dalam salah satu riwayat hadist Abu Mas’ud Al-Anshari RA bahwa ia menuturkan : Rasullullah SAW bersabda “Yang berhak mengimami shalat adalah orang yang paling bagus atau paling banyak hafalan Qur’annya. Kalau dalam Qur’an kemampuannya sama, dipilih yang paling mengerti tentang ajaran Sunnah. Kalau dalam sunnah juga sama, dipilih yang lebih dahulu berhijrah. Kalau dalam berhijrah juga sama, dipilih yang lebih dahulu masuk Islam”. Kriteria mengenai seorang imam dapat kita baca di artikel ini  “Kriteria Imam dalam Sholat”.

Belajar Kepemimpinan
Petikan diatas merupakan sebagian ilmu yang dapat kita pelajari dari seorang imam, pada tulisanku kali ini Aku akan mencoba membahas “Belajar dari Seorang Imam”, yang konon sering kita dengar akhir-akhir ini bahwa kita mengalami krisis kepemimpinan.

Apa itu krisis kepemimpinan? Menurutku krisis kepemimpinan terjadi akibat tidak adanya tauladan yang dapat menjadi pegangan bagi masyarakatnya/umatnya/bawahannya. Akibatnya? Beribu-ribu atau berjuta-juta orang pintar di Bangsa ini namun bangsa ini tetap dicap “Negara dunia ketiga atau Negara Berkembang” oleh dunia.

Aku tidak menyalahkan siapapun, namun sesungguhnya semua bentuk organisasi, perusahaan, atau apapun jenisnya jika terjadi kemunduran Aku akan melihat siapakah pemimpinnya. Contoh : Sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah merupakan tanggung jawab utama seorang Ayah sebagai kepala keluarga. Sebuah Rukun warga yang damai dan nyaman merupakan tanggung jawab seorang kepala RW-nya. Sebuah kota yang bersih dan nyaman juga merupakan tanggung jawab seorang pemimpin daerahnya.

Satukan barisan kita sebagai individu di masyarakat, layaknya shaf dalam sholat.

Aku yakin setiap jamaah dalam barisan sholat terdiri dari orang-orang yang hebat, namun ketika seorang imam telah ditunjuk maka wajib baginya (makmun) untuk dapat mengikuti gerakan imamnya.

Pilihlah seorang Imam yang tepat.
Serahkan kepemimpinan kepada ahlinya. Sebagai contoh dalam perusahaan, pilihlah pemimpin yang tepat dan sesuai dengan keahliannya. Keahlian bukan berarti dilihat dari gelar orang itu semata tapi dilihat dari proses bagaimana pemimpin tersebut dapat membawa anggotanya layaknya seorang imam dalam sholat yang membawa makmumnya berjemaah. Ketika pemimpin berbuat salah? Tegurlah dengan cara yang bijak. Semua telah diatur bukan?

3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, Mulai saat ini juga)
Begitu sederhana kalimat 3M tersebut dan begitu mudahnya jika kita mau menjalankannya. Setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin untuk dirinya sendiri, right?. Semoga tulisan ini bukan untuk menggurui namun juga bukan sebuah tulisan angin berlalu, sungguh niatku agar diriku dapat belajar dari seorang imam dan dapat berbagi ilmu dengan sahabat semua. Amin..🙂

3 thoughts on “Belajar dari Seorang Imam (Pemimpin)

  1. Rik, itu ada typo atau memang ditulis seperti itu?
    Kalimat ‘Pilihlah Iman yang tepat’, maksudnya Imam pastinya😀

    Semoga bisa segera menjadi seorang Imam bagi keluarga ya rik😉
    *daritadi pagi bahasannya pasti itu* :p

    *bantu doa biar impian saudara yang satu ini segera terwujud*🙂

  2. Pingback: Refleksi 2012 « Erick Azof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s