“13 April”

Seorang wanita berjalan menyusuri jalan setapak yang dihiasi oleh bunga Lilium longiflorum. Warna hitam kecoklatan mata gadis tersebut menandakan dirinya merupakan seorang keturunan Asia.  Dengan menggunakan red scarf dan brown boots tebal, wanita itu bernyanyi dan menari seakan dunia menjadi saksi akan keindahan suaranya.

Wanita itu membawa sebuah keranjang berwarna cokelat yang berisikan roti, selai, serta buah apel kesukaannya. Tidak lupa ia selalu membawa air mineral yang menjadi minuman favoritnya. Kali ini bukan tanpa tujuan dia membawa keranjang tersebut, dia berencana mengunjungi teman main yang tinggalnya sekitar 2 blok dari rumahnya.

“Labyrinth, kamu tahu apa itu Labyrinth?”, Tanya teman main wanita tersebut.
Aku tidak yakin, tapi kurasa Aku pernah mendengarnya…”.
“Labyrinth itu berasal dari Yunani kuno yang artinya jalan”.
“Apa bedanya dengan jalan biasa?”
“Konon dahulu ada seorang pejuang yang diserang oleh mahkluk monster Minotaur, kemudian untuk mengalahkan monster tersebut sang pejuang membuat Labyrinth untuk mengelabui Minotaur dan pada akhirnya mengalahkan monster tersebut”

Sambil memakan roti selai dan buah apel, wanita itu membayangkan cerita temannya. Ia mengakui bahwa dirinya merupakan pengkhayal yang tinggi, pemimpi yang tinggi. Dirinya membayangkan jika suatu saat dia bertemu dengan monster, mungkin yang akan dia lakukan yaitu membuat sebuah labyrinth untuk menghindari kejaran monster.

Mmm, mungkin labyrinth itu dapat kupakai jika ada laki-laki aneh yang mengejarku kali ya?” Ujar wanita itu dengan seriusnya.
“Kamuu tuh yaa..ada-ada aja, mentang-mentang dulu kamu dikejar terus sama pria…hehehe, curcol ya?? Tapi jangan sepelekan Labyrinth lohh..toh dijaman modern saat ini terkadang kita masih mempercayai hal-hal yang sudah kita anggap kuno. Aku pernah mendengar bahwa Labyrinth juga dapat diartikan sebuah jalan berliku yang diciptakan Tuhan untuk mahkluknya untuk menguji keyakinannya. Terkadang secara tidak sadar, kita saat ini sedang berada dalam Labyrinth itu, misalnya seorang yang tidak percaya dengan keyakinannya dapat tersasar didalam Labyrinth tersebut, namun seorang yang percaya dan yakin dengan keyakinannya maka ia dapat bertemu dengan Sang Penciptanya, sama halnya mimpi ingin ketemu pangeran berkuda putih..hehehe”. Jelas teman wanita tersebut.
“Kamu tuh ceritanya jadi kemana-mana say…udah ahh!”.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, wanita itu segera membereskan keranjangnya dan bersiap pulang kerumah.

Sudah malam say, Aku pulan duluan yaa…thks lohhh untuk ceritanya hari ini…Byee Muachh..”
“Hati-hati dijalan ya say..”.

____________________

 

 

 

 

 

“Benda apa ini ma? Koq ditaruh di atas mejaku sih?!”. Suara nyaring yang berasal dari gadis kecil berambut hitam pekat memenuhi seisi rumah.
Itu mama beli disupermarket kemarin, mama rasa itu cantik untuk kamu..”

Sebuah kotak musik berwarna ungu muda terletak diatas meja belajar yang sebelumnya telah banyak menumpuk buku pelajaran SMP. Mungkin Ibunya berfikir bahwa anaknya akan menyukai benda yang unik itu namun tidak pada kenyataannya.

Aku kan udaa gedee maa…jadi Aku tahu apa yang Aku mauu….”

Sang gadis kecil itu tinggal disebuah rumah sederhana yang hampir sebagian besar terbuat dari kayu jati. Dirinya tinggal bersama keluarganya yang rukun dan harmonis. Kakaknya seorang lelaki membuat sang gadis lebih terlihat maskulin dibandingkan gadis feminim.

MMmmm, sekarang sudah tanggal 10 April…Yesss! sebentar lagi sekolah liburr!”, gadis kecil itu tertawa riang gembira sambil melihat kalender di dalam kamarnya. “Maaaa……Aku ijin yaa kerumah temenkuuu…..deket koq rumahnya…boleh ga ma??”

“Ga boleh…suruh temenmu datang kesini aja..” Spontan mama gadis kecil itu membalasnya tanpa ada rasa ragu.

Seperti hari-hari sebelumnya, teman-teman gadis kecil itu datang bermain kerumahnya untuk kesekian kalinya.

Yaaa…gpp donk, itu artinya ibu kamu sayang sama kamu…”
“Tapi kan…Aku uda gede..masa keluar rumah aja ga boleh? Itupun bermain ketempat kaliankan?”
“Yaaa, terima aja dulu..mungkin ada saatnya..Aku yakin koq, semua akan indah pada waktunya…betul bukan?”

Jumat, tanggal 13 April pada sore harinya teman-teman gadis itu berkumpul. Bedanya kali ini salah satu teman gadis kecil itu membawa sebuah benda yang cukup unik. Dia mengeluarkan benda tersebut dari kotak yang bertuliskan, “WARNING! BEWARE”. Semua teman-temannya langsung diam terpana melihat tulisan kotak itu.

Itu apa say? Koq serem banget kelihatannya…”, Sahut salah seorang di kamar gadis kecil tersebut.
“Ini nih benda antik…Aku dapet dari tempat rahasia papaku, Aku juga ga tau..tapi dibagian bawah bertuliskan ‘Oase – Antique ornament’, Aku rasa ini benda yang cukup menarik…”, Jawab sang pemiliki benda tersebut.
“Mmm, bukannya oase itu sumber air di padang pasir ya? Koq dia bisa berupa bentuk? Apa mungkin isinya air suci gitu?”
“Kamu kebanyakan nonton TV kali ya? Lagipula itu namanya Oasis, kalau Oase itu setau Aku merupakan ornamen sejarah peninggalan beberapa ribu tahun yang lalu..Pokoknya benda bersejarah deh!”

Akhirnya anak-anak tersebut membuka kotak tersegel itu dan tidak lama kemudian keluar teriakan yang memekak-kan genderang telinga tepat pada hari Jumat malam, 13 April.

_______________________

Langit hari ini indah ya say…terutama saat petang seperti ini..Ingin rasanya mereka ada disini, ditempat yang indah ini..betul begitu say?”, Suara merdu terdengar seakan ikut memenuhi keindahan pemandangan langit hari ini.
Iya…Aku rasa mereka sudah memandangnya, bahkan lebih indah dari yang kita lihat sekarang ini…”

Lampu hangat berwarna kuning menemani keindahan hari mereka. Mereka saling memandang langit seakan langit menjawab dengan memandang balik mereka.

Aurora, Aku rasa itu bentuknya..Ya ini langit Aurora yang pernah kulihat dalam mimpiku kurasa..” Ujar sang wanita tersebut.
“Mmm, mungkin…Aku juga belum pernah melihatnya..”.

“Aahh..Aku ingat kapan aku melihat langit seperti ini..persis sama dengan yang Aku lihat..”
“Kapan kamu pernah melihatnya? Aku rasa dirumahmu yang dulu tidak ada langit seperti ini..”
“Yaa, pernahh..ini bukan mimpi..Dulu Aku pernah membuka sebuah kotak yang bertuliskan ‘Oase’ bersama teman-temanku..Aku tidak akan melupakan kejadian itu, karena setelah kita membuka kotak tersebut semua teman-temanku termasuk diriku berteriak kencang”.
“Apa yang kamu lihat?”
“Sebuah tengkorak kecil…! Ihhh seremm…!”
“Terus?”
“Seremm, namun indah..Aku melihat di bola mata tengkorak itu..Melihat warna hitam yang dihiasi oleh warna-warna yang cerah..dan warna itu sama halnya dengan yang kulihat pada hari ini”
“Terus apa lagi yang kamu lihat??”
“Tidak ada yang spesial lagi dari tengkorak itu, namun saat itu Aku mendengar ada seorang pria yang berteriak ‘Aurora!’ dan semua teman-temanku pun mendengarnya di kamar tempatku membuka kotak Oase itu…dan itu yang membuat kita berteriak lebih kencang dan kabur..”

Tidak terasa waktu malam telah tiba, langit-langit dihiasi oleh warna-warni aurora. Pasangan itu akhirnya memutuskan untuk masuk ke ruang Washitsu untuk beristirahat dan bersiap untuk menikmati liburan panjangnya besok pada tanggal 13 April 2018.

Say, Aku rasa…Aku percaya pada mimpiku..”
“Apa itu ?”
“Malam setelah kejadian itu, Aku rasa Aku bertemu dengan pria yang berteriak ‘Aurora’,  dan kurasa pria itu adalah kamu…”

-End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s