XL Memajukan Negeri (Cerita di Pulau Bintan)

Cerita ini pengalamanku saat Aku bekerja di pulau perbatasan Indonesia, yaitu Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Mendengar Pulau perbatasan, akan langsung terbayang hutan beserta wilayah yang entah berantah. Mungkin lebih buruknya lagi, tidak ada listrik, air, ataupun fasilitas yang biasa kudapatkan dikota metropolitan, Jakarta.

Namun tidak seburuk bayanganku sebelumnya, Alhamdulillah tempatku bekerja saat ini merupakan kawasan yang mandiri sendiri karena suplai air serta listrik dikelola oleh perusahaan tempatku bekerja. Bagaimana dengan komunikasi? Syukurnya, komunikasiku dengan keluarga serta teman-teman di Jakarta tetap terjaga dengan baik. Bayangkan saja, menara BTS dekat sekali dengan tempat tinggalku saat itu. Mungkin jaraknya hanya sekitar 50m lebih.

Mengenai pekerjaanku saat di Pulau Bintan, Aku bekerja sebagai community development officer yang mempunyai tanggung jawab menjalankan program-program sosial disekitar lingkungan kawasan perusahaanku. Tidak tanggung-tanggung besarnya cakupan wilayah saat itu seluas satu kecamatan, tepatnya kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Jaraknya cukup jauh dari satu desa ke desa yang lain.

Kekhwatiran timbul jika Aku sedang berjalan keluar kawasan, yang berarti Aku menempuh berkilo-kilo meter jarak untuk menuju satu desa ke desa yang lain. Selain persiapan fisik, Aku juga mempersiapkan beberapa hal penting dalam bekerja, yaitu kesiapan mesin mobil serta tersedianya alat komunikasi selama perjalanan.

Mobil Katana yang selalu menemaniku ke desa-desa selama di Bintan

Salah satu yang menjadi andalanku saat berkeliling desa yaitu Handphone alat komunikasi yang selalu kubawa. Alat ini cukup menunjangku dalam berkomunikasi baik dengan rekan kerja maupun dengan masyarakat. Seperti yang kita ketahui, tidak semua sinyal handphone dapat mencapai kawasan-kawasan di pelosok desa, terutama di pulau perbatasan seperti Pulau Bintan.

Banyak kejadian penting pengalamanku yang terkait dengan komunikasi, seperti saat mendatangi anak-anak program les Bahasa Inggris di desa nelayan, Berakit,  yang setia menunggu kedatanganku. Tidak semua operator telepon berfungsi, namun Alhamdulillah XL telah menjangkau desa tersebut. Selain itu, pengalamanku saat berkunjung ke calon penerima beasiswa perusahaan tempatku bekerja. Lokasi yang berada dipelosok desa dapat dijangkau salah satu faktornya yaitu lancarnya komunikasi dengan anak-anak calon penerima tersebut.

Operator handphone yang hingga kini masih kupercaya yaitu XL, tidak Aku sangka sinyalnya dapat menjangkau sampai desa-desa tempatku bekerja. Dengan begitu, Aku dapat menjalankan pekerjaanku dengan lancar tanpa mengganggu komunikasiku dengan rekan kerja yang berada dikantor maupun teman-temanku yang berada di Jakarta. XL memajukan Pulau Bintan, memajukan Negeri!😉

Foto bersama anak-anak SDN 08 Teluk Sebong, Bintan

 

2 thoughts on “XL Memajukan Negeri (Cerita di Pulau Bintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s