May I love you ?

Bulan Mei telah tiba, pertanda target awal bulan dan evaluasi bulan lalu dilakukan. Berbagai acara kembali dipersiapkan oleh para Event Organizer untuk menyambut berbagai dibulan Mei. Para parpol lebih gencar demi memperjuangkan kandidatnya. Para Ibu rumah tangga mulai menyusun kembali ABRT (Anggaran Belanja Rumah Tangga) demi kelangsungan singasana keluarganya. Para ABG (Anak Beuh Gaul) mulai melihat schedule manggungnya para artis outbox dan dashad. Para pejuang cinta juga mulai menyusun strategi demi mendapatkan tambatan hatinya. Rerakhir para galauer mulai menyusun kalimat-kalimat galau demi mempertahankan eksistensinya di dunia galau.

“Wah Bulan Mei, yuk kita demo demi memperingati may day!”, seorang kawan bertanya kepada si Fulan.
“Aku belum kerja..belum resmi jadi buruh..kan sabda pernah berkata ‘lebih baik sampaikan apa yang telah kamu kerjakan..’. Nah, Aku aja belum kerja gimana rasanya jadi buruh?”, ucap Fulan dengan lantangnya.

Semoga kalimat pembuka diatas menghibur para pembaca🙂 karena pada tulisanku kali ini, Aku tidak membahas mendalam, mengkritisi dari sudut pandang paling kritis, ataupun memberikan masukan dalam rangka may day. Namun Aku akan mencoba membawakan cerita singkat mengenai pemuda yang bernama Fulan dalam rangka usaha mengungkapkan isi hati kepada tambatan hatinya.😉

Berikut Kisahnya…

Tepat esok hari seorang pemuda bernama Fulan akan menggenapi hubungan pertemanannya dengan seorang wanita cantik berkebangsaan Timur Tengah. Esok hari itu ialah tanggal 1 Mei, bulan yang Fulan pikir adalah bulan yang cocok untuk mengungkapkan isi hatinya. Dalam benaknya yang paling dalam, si Fulan memendam rasa suka kepada teman wanitanya tersebut, namun rencana tinggal rencana hingga akhirnya Fulan memutuskan untuk mencari tanggal terbaik didalam kisah cintanya, yaitu tepat 1 tahun hubungan pertemanan dengan wanita tersebut.

Wahai temanku, kamu tahu esok adalah hari apa ?”, tanya Fulan.
Mmmm, setauku esok adalah hari Selasa..”, jawab sang wanita.
“Iya hari selasa, kamu tahu ada yang spesial dihari itu?”
“Mmmm, apa ya? Setauku tidak ada hari libur nasional pada hari itu..Eh, oiya Aku ingat!”

Wajah Fulan yang sebelumnya tampak serius saat mendengar ucapan teman wanitanya, seketika berubah menjadi senyum merekah. Fulan pikir teman wanita tersebut mengetahui maksud dan tujuan Fulan menanyakan pertanyaan itu.

“Kamu tahu? Ingat? Hayooo, besok hari spesial apa ?”, si Fulan kembali menanyakan kepada wanita tersebut.
Yaa, besok tuh hari buruh..May day! Benerkan ??”

Seperti bunga putri malu, wajah Fulan kembali menguncup seakan jawaban sang teman wanitanya tidak memuaskan batin dan jiwa Fulan. Dalam benak Fulan, apakah belum tepat saatnya? Apakah dia masih menganggapku sebagai teman biasa? Apakah dia tidak ingin menganggapku lebih dari sekedar teman? Tapi selama pengalaman Fulan, dirinya tidak pernah salah dalam menebak isi hati seorang wanita, apakah wanita itu memberikan sinyal cinta atau tidak. Namun, apakah kali ini dugaan si Fulan salah kepada wanita tersebut?

“Ohh, Mmmm….yak! Betul sekali! Kamu pinterrrr…..”, Nyesss padahal maksud hati ingin memberi sinyal, tapi sial sepertinya Si Fulan akan menunda esok hari hingga genap satu tahun dan Fulan rasa hari itu adalah hari yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya.

Keesokan harinya…

Waktu yang tepat, cuaca yang cerah, suasana hati yang merekah, degup kencang jantung yang sedang marathon, dan hari ini Fulan bertekad untuk mengungkapkan isi hatinya.

“Haii, ketemu lagi kita yaa! Hehehe,, jodoh nih namanya…”, seperti biasa si Fulan membuka kalimat humornya kepada sang wanita.
Iyaaaa jodoh kita? Hehee, sudah lama berkenalan lan..Seneng rasanya bisa berteman denganmu..”

Fulan berfikir bahwa itu adalah sinyal yang diberikan bahwa dirinya yakin cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan. Dada Fulan pun membusung tinggi keatas, seakan bahwa dia adalah raja pada hari ini.

“Mmm, sebenarnya ada yang ingin Aku ungkapkan ke kamu…”, ucap wanita itu kepada Fulan.
“Wah, Aku juga sebenarnya ada yang ingin Aku sampaikan ke kamu….sepertinya kita bener-bener jodoh ya? Hehehe..”,
jawab si Fulan.
Kamu juga mau ungkapin sesuatu?? Yawd, kamu dulan yang mengungkapkannya…”, lanjut wanita tersebut.
“Mmmm, Ladies first!!!”

Jantung Fulan semakin berdegup kencang tidak karuan, dia berfikir ini jamannya emansipasi wanita mungkin wanita zaman sekarang berhak mengungkapkan isi hatinya terlebih dahulu. Betul tidak?

“Bulan Mei ini…”
“Ya kenapa dengan bulan Mei ini? Spesial bukan?”
“Yaa Mei ini spesial seperti yang kamu bilang kemarin, Fulan, kamu sepertinya mengetahui apa yang sedang kupikirkan..”
“Mmmm, ga tuh..”,
Fulan bersikap cool  agar terkesan lebih keren.
“Ya Fulan, Mei ini bulan yang spesial karena ‘I may married someone…”.

Dubrak! Seakan bumi bergetar, langit runtuh, hujan meteor tiba, seakan emas yang ada digenggaman tangan Fulan telah berubah menjadi debu tak berbekas.Dalam hati Fulan, coba sejak dahulu sudah kuungkapkan perasaan ini ‘May I love you?’.

“Kemarin seorang pria, anaknya papaku datang kerumah dan dia mengajakku married..”.

Yaah, mungkin ini bukan rejekinya Fulan, namun satu hikmah yang diambil oleh Fulan dalam kisah percintaan tak sampai ini yaitu jangan menunda dalam mengungkap suatu perasaan. Jika yakin, maka nyatakan, ungkapkan agar cinta hati kelak tidak menjadi sakit hati.

End.

One thought on “May I love you ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s