Menjemput Rezeki

Apa itu rezeki? Asal kata Rezeki adalah Rizq yang perarti Porsi (Hazhzh) atau bagian/jatah (nashiib). Jadi rezeki dapat diartkan porsi yang sudah ada semenjak kita lahir didunia ini. Bentuknya? Rezeki mendapatkan makanan yang bergizini, rezeki dapat tinggal dirumah yang nyaman dan aman, rezeki dapat menggunakan fungsi anggota tubuh dengan baik.

Jadi rezeki tidak terbatas dengan “harta” yang terlihat namun rezeki dapat diartikan dengan semua hal yang menjadi bagian dari hidup kita. Orangtua kita, sahabat kita, bahkan mungkin hal-hal buruk yang pernah terjadi pada kita adalah rezeki bagi kita agar kita dapat kuat menghadapi hidup ini.

Suatu ketika si Fulan ingin pergi kekampus menggunakan kendaraan umum. Seperti biasa, menunggu kendaraan umum adalah aktivitas yang mengasyikkan sekaligus membosankan. Bagi Fulan, mengasyikkan karena dengang menunggu dihalte dirinya dalam melihat berbagai macam aktivitas dari pedagang, pengemis, penumpang yang berisik, dan lainnya. Sedangkan disatu sisi membosankan karena harus menunggu, bisa sebentar ataupun lama.

Namun berbeda kali ini,  waktu menunggu terasa lama dari biasanya. Beberapa orang disekitar yang sama-sama menunggu kendaraan umum mulai merasa kesal, gelisah, bahkan ada orang dengan raut muka yang merengut hingga Fulanpun tidak berani melihatnya lama-lama. Tidak lama kemudian, orang disekitar yang sudah lama menunggu akhirnya ada yang memutuskan untuk pergi menggunakan kendaraan umum yang lain, ada yang diam, ada yang tetap ngedumel dan kesal sendiri.

Si Fulan akhirnya memutuskan untuk berjalan menuju kearah datangnya kendaraan umum. Setelah jalan beberapa menit, tiba-tiba terlihatlah kendaraan umum yang ditunggunya.

“Ahhh..akhirnya datang jugaa!!”, jerit si Fulan dalam hatinya.

Setelah naik kendaraan umum, si Fulan merasa bersyukur karena dengan berjalan dirinya dapat mendapatkan tempat yang nyaman didalam kendaraan serta tidak harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. Dirinya juga bersyukur, tidak harus ngedumel dan marah-marah untuk dapat menaiki kendaraan itu. Didalam kendaraan itu sendiri, ada orang yang ngedumel dan tetap ngedumel meskipun sudah masuk kedalam kendaaraan. Dalam benak Fulan mungkin dikarenakan orang tersebut kecewa dua kali yaitu pertama, kesal menunggu kendaraan dan kedua, tidak mendapatkan tempat yang nyaman.

Begitulah analogi sederhana dari menjemput rezeki yang sudah dilakukan oleh Fulan. Loh? Bagian mananya? Baiklah berikut penjelasan detail dariku😉

  1. Fulan beserta penumpang lainnya ialah kita yang hidup didunia ini. Anggaplah kendaraan umum itu ialah rezeki kita. Allah SWT sudah menjatahkan rezeki kita semenjak lahir didunia ini, tinggal bagaimana kita menjemput rezeki itu.
  2. Ada beberapa jenis penumpang yang disebutkan oleh Fulan, yaitu mereka yang sabar menunggu kendaraan umum, mereka yang kesel kecewa dan ngedumel dalam menunggu kendaraan umum, mereka yang akhirnya beralih mencari kendaraan umum alternatif, dan si Fulan sendiri tipe orang yang tetap ingin menaiki kendaraan umum dengan cara menghampiri arah datangnya kendaraan umum.
  3. Mereka yang sabar menunggu kendaraan umum, dapat kita artikan dengan orang yang menjalani keseharian dengan cara yang normal. Dia tidak berusaha lebih namun juga tidak kurang berusaha. Kunci orang ini yaitu kesabaran. Tuhan pun akan memberikan rezeki kepada orang seperti ini, namun yang jadi pertanyaan yaitu kapan ?
  4. Mereka yang mencari kendaraan alternatif, dapat kita artikan sebagai orang yang bertindak cepat. Ada dua kemungkeinan jika bertindak terlalu tergesa-gesa, dapat baik ataupun buruk baginya.
  5. Mereka yang ngedumel, untuk yang tipikal seperti ini yang sebaiknya harus kita hindarkan. Karena selain tidak memberikan solusi malah dapat membuat orang lain ikut kesal.
  6. Fulan sendiri memilih menjemput rezeki, dirinya menghampiri datangnya arah kendaraan serta tetap berpikir positif bahwa dirinya dapat mendapatkan kendaraan umum.

Pada akhirnya semua orang tersebut akan mendapatkan rezeki dari Tuhan (naik kendaraan) tinggal bagaimana setiap orang tersebut mengilhaminya. Betul bukan ? Sekian dan mohon maaf jika ada kealphaan dari penulisanku kali ini🙂 selamat menjemput rezeki kawan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s