Aim High !

Image

Dear sahabat,

Cukup lama tidak blogging, rasanya tangan makin gatel ingin menuangkan ide yang ada di kepalaku..Alasannya sederhana yaitu dalam beberapa minggu ini Aku disibukkan dengan menjadi kuli. Yaitu kuli untuk tukang bangunan, juru masak, serta menjadi sales. Dalam tulisanku kali ini Aku ingin sharing mengenai salah satu pengalamanku saat menjadi tukang bangunan untuk usaha rumah makan yang sedang ku bangun bersama teman-teman seperjuanganku (Andre, Aul, dan Theo).

Alhamdulillah, Aku bersama teman-temanku mendapatkan lokasi rumah makan di daerah Lenteng Agung. Banyak renovasi yang perlu dilakukan karena bangunan tersebut merupakan bangunan lama. Saat itu merupakan hari dimana kita semua melakukan renovasi bangunan. Meskipun bukan bangunan bertingkat namun cukup menjadikan tantangan bagi kita yang notaben nya belum pernah menjadi tukang bangunan.

Salah satu foto diatas diambil oleh temanku saat Aku mengelas dinding bangunan sebelum akhirnya dicat. Terlihat tidak tinggi, namun saat diatas badanku bergetar mungkin karena tidak terbiasa berada diatas ketinggian. Awalnya rasa badan ini ingin jatuh karena angin diatas ketinggian tersebut cukup kencang ditambah lagi saat Aku naik tiba-tiba cuaca menjadi mendung seperti ingin hujan.

“Terlihat tinggi pada awalnya, dan terbiasa pada akhirnya..”

Begitulah tanggapanku setelah turun dari ketinggian tersebut. Setelah dipikir-pikir mungkin beberapa dari kita memiliki impian yang tinggi yang terkadang kita sendiri takut untuk memikirkannya. Kenapa? Ya karena serasa semua mimpi kita itu mustahil. Kalau kata jenderal perang, “Jangan menyerah sebelum berperang !”. Penyakit mudah menyerah itulah yang sering menghinggapi kita, baik dari anak kecil hingga orang dewasa saat ini. Yaa awalnya sih menyeramkan berada diatas ketinggian itu, namun yakinlah setelah itu kita akan terbiasa. Keep fighting !

Bisa karena terbiasa…”

Satu hal lagi nilai yang kudapat dari memanjat keatas tembok itu ialah bisa karena terbiasa. Rencana melakukan renovasi rumah kecil itu sungguh diluar perkiraan kita. Pada awalnya kita berfikir untuk mencari tukang khusus untuk merenovasi tempat, namun pada akhirnya karena ilmu kepepet (keterbatasan dana) yaaa mau ga mau yang menjadi tukang bangunannya ya kita sendiri. Pada awalnya cukup melelahkan dan mengeluhkan, maksudnya serasa gak mungkin untuk dijalankan. Namun, semua itu bisa karena terbiasa. Alhamdulillah, renovasi rumah tersebut selesai dalam waktu 2 minggu🙂 dan ternyata target selesainya lebih cepat dari yang kita duga.

Pada akhirnya RUMAH BAKAR resmi dibuka pada tanggal 14 Mei 2012, meskipun masih banyak renovasi disana sini…Kita mendesak untuk tetap buka agar tidak mengulur ngulur waktu lebih lama. AIM HIGH, ACT HIGHER. Ya kurang lebih begitu pengalaman singkatku tentang perjalanan usaha ini. Mohon doanya dan semoga keberadaan usaha bersama ini selain bermanfaat untuk ownernya juga bermanfaat untuk sekitar🙂 Amin.. Follow twitter kita yaaa! @rumahbakarID

Have a great life my friends!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s