Demokrasi VS Konser Lady Gaga (berkaca pada lirik setan lagu “judas”)

Tulisan berikut Aku copas dari seorang blogger, berikut linknya  :
http://alfatsha.wordpress.com/2012/05/22/demokrasi-vs-konser-lady-gaga/

Semoga membantu membuka sudut pandang kita🙂

 

I’ll bring him down, bring him down, down
A king with no crown, king with no crown

[Chorus]

I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel
But I’m still in love with Judas, baby
I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel
But I’m still in love with Judas, baby

{…….}
In the most Biblical sense,
I am beyond repentance
Fame hooker, prostitute wench, vomits her mind
But in the cultural sense
I just speak in future tense
Judas kiss me if offenced,
Or wear an ear condom next time

I wanna love you,
But something’s pulling me away from you
Jesus is my virtue,
Judas is the demon I cling to
I cling to

Ohohohoh
I’m in love with Judas

Ohohohoh
I’m in love with Judas

Judas! Judaas Judas! Judaas
Judas! Judaas Judas! GAGA

alfatsha. itulah sepenggal lirik “judas” yang dibawakan lady gaga dalam albumnya, apa yang aneh? itu adalah judas…

Apa Judas Itu?

judas dalam lagu yang dibawakan lady gaga disinyalir adalah judas tuhan yahudi atau mungkin bahkan lucifer, yang berarti lady gaga dalam kegiatan konsernya “mendakwahkan” judaisme kepada anak-anak muda kita. hal ini berarti terdapat dakwah terselubung yang dibawa oleh lady gaga dalam misinya menyebarkan album terbarunya.

seperti yang kita ketahui, judas atau dalam bahasa indonesia lebih dikenal dengan yahudi/yahudah/yahweh merupakan zionis israel yang menindas bangsa palestina sampai saat ini, segala tindak kekerasan dan merampasan hak kemerdekaan israel atas palestina sampai saat ini terus saja didukung oleh negara barat, membuat khawatir masyarakat dunia terhadap nilai-nilai hak azasi manusia yang direngut oleh israel.

sampai saat ini para pembela Palestina hanya mampu memberikan bantuan berupa dukungan fisik tanpa dukungan militer terhadap palestina karena dukungan militer terhadap israel dari negara barat sangatlah besar, bahkan Amerika Serikat memberikan bantuan lebih dari 100 miliar dollar per tahun pada israel padahal saat ini mereka mengalami resesi ekonomi yang pelik. belum lagi menghitung bantuan militer dari perancis, inggris, australia, dan negara-negara eropa yang lain.

namun selain dari simbol judas sendiri, lady gaga pun mempunyai satu simbol lagi yang kerap di tunjukkan dalam albumnya yaitu simbol mata satu yang dilakukan dengan menutup satu mata lady gaga. simbl ini adalah simbol “all seeing eye” yang juga merupakan simbol dajjal atau anticrist, dan yang pasti simbol ini merupakan simbol kegelapan.

Mengapa Begitu di Khawatirkan?

ini adalah puncak dari prinsip “gaul” yang dianut oleh para anak muda di zaman ini, dengan tanpa menyaring masukan yang datang kepadanya, anak anak muda dengan mudah akan menganggap segala sesuatu yang sedang trend sebagai kiblat hidupnya agar tidak ketinggalan jaman, yang sialnya simbol trend saat ini yang dianut mereka adalah lady gaga.

bila anda yang pernah tahu lady gaga pernah memakai pakaian yang terbuat dari daging mentah, maka anak muda yang menganggapnya sebagai trend fashion bukan tidak mungkin akan menirunya dengan mudah, bayangkan anak anda yang memakai pakaian daging tersebut? apakah anda tidak malu? atau bahkan anda mungkin tidak perduli karena melepas tanggung jawab memberikan contoh moral kepada anak-anak anda. dan yang pada akhirnya, anak-anak muda indonesia teracuni pikirannya dengan model fashion dan gaul ala lady gaga yang berarti judaisme telah berhasil masuk ke dalam otak anak-anak muda kita. coba perhatikan lagi kalimat lirik diatas :

Fame hooker, prostitute wench, vomits her mind

[….]

Judas kiss me if offenced,
Or wear an ear condom next time

apa anda mau anak anda menjadi pelacur? pikirkan saja sendiri….

Demokrasi Terpimpin

khusus untuk masalah rencana konser lady gaga yang dijadwalkan digelar 3 juni mendatang, pemerintah dan masyarakat seharusnya melihat konser ini sebagai pembelajaran sejauh mana demokrasi kita dijalankan. di satu sisi masyarakat memandang sebuah demokrasi adalah sebuah kemampuan untuk menyampaikan/memperolah hak/inspirasi sebesar-besarnya tanpa boleh ada yang menghalangi, dan disatu pihak pemimpin kita tidak berani membatasi permintaan tersebut karena bertentangan dengan demokrasi itu sendiri.

pemikiran pemikiran itulah yang pada akhirnya membawa kemelut antara pemerintah dan masyarakat – hati nurani dan keyakinan.

sebagai contoh demokrasi yang salah :

seorang penjual ganja boleh menjual ganjanya kepada anak SD karena dia dilindungi dalam demokrasi, dalam demokrasi tidak boleh ada halangan bagi seseorang dalam mendapatkan apa yang dia inginkan kan?

dan para orang tua pun tidak punya hak untuk mencegah penjual ganja tersebut menjual dagangannya kepada anak-anak, karena akan melanggar demokrasi.

tapi sebagai rakyat yang waras dan mempunyai keyakinan/agama, tentulah hal itu akan kita cegah karena kita tidak akan pernah mau merusak anak-anak kita dengan membiarkan mereka mengkonsumsi ganja kan?

oleh karena itu sebenarnya indonesia sebagai negara demokratis, juga harus terpimpin agar jalan demokrasi dapat dikendalikan dan terarah sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa indonesia dan budaya ketimuran, sehingga tidak ada pihak-pihak yang akan diuntungkan atau dirugikan dengan demokrasi yang kita jalani saat ini.

sebagai gambaran demokrasi terpimpin :

seorang penjual ganja menjual ganja kepada anak SD, dia dilindungi oleh sistem demokrasi dalam haknya menjual ganja.

namun, dalam sistem demokrasi, ada nilai-nilai yang mengatur bahwa jika sesuatu itu dapat merusak masa depan(anak-anak SD tersebut), maka hal itu dapat dicegah/dihalangi. yang pada hasilnya masyarakat melarang penjual ganja tersebut menjual ganja pada anak-anak, dan membawanya ke pihak yang berwenang.

dalam kasus ini penjual ganja tidak dibatasi haknya dalam menjual ganja, namun ada aturan-aturan yang harus dijalani dalam menjalankan aspirasi/hak yang dia inginkan. begitulah seharusnya sebuah demokrasi dijalankan.

dan untuk masalah lady gaga, penulis lebih merekomendasikan konser tersebut dilarang, bukan karena penulis mendukung FPI atau ormas lain yang anarkis, namun penulis melihat sisi kemanfaatan dari konser itu sendiri yang hanya mennguntungkan lady gaga dan merugikan anak-anak muda di Indonesia sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s