Half Moon, Half Heart

Dear my friends,

Pasti teman-teman pernah dengar ungkapan setengah gelas isi dan setengah gelas kosong. yang mana yang benar? semuanya benar, hanya kedua ungkapan itu berbeda sudut pandang.

Begitu juga aku pernah mendengar cerita tentang 4 orang yang sama2 diutus untuk merantau oleh kakek guru. Orang pertama melihat suasana musim semi banyak daun berguguran, orang kedua melihat suasana musim kemarau yang panas dan dirinya melihat sebuah pohon dengan berdaun kering, orang ketiga melihat musim gugur dengan daun-daun berjatuhan dengan indahnya, dan terakhir orang keempat kedinginan karena dia melihat sebuah pohon yang tertutup salju. Setelah merantau, akhirnya keempat orang itu menceritakan pengalamannya kepada kakek itu. Sungguh lucu, kakek itu menceritakan bahwa semua musim yg dilihat itu hanyalah sebuah pohon yg memiliki empat musim yg berbeda pada keempat sisinya.

Cerita lain lagi, tentang 2 orang yang sedang naik gunung hingga pada ketinggian tertentu. Kedua orang itu melihat pemandangan didepannya. yang satu bilang, “pemandangannya tidak seindah yg diharapkan” dan teman yg satu lagi bilang, “wahh pemandangannya sungguh indah!”. ternyata salah satu temannya itu penglihatannya terhalangi oleh dahan pohon didepannya.

Half Moon Half Heart

Pada suatu hari Fulan bersama seorang anak kecil berjalan menyusuri panjangnya jalan di sebuah pedesaan. Suasana yang nyaman dan udara yang sejuk membuat perjalanan itu tidak terasa hingga tiba malam hari. Tepat hari itu, sebuah bulan menunjukkan keelokannya kembali dengan memperlihatkan terangnya sinar rembulan.

“Fulan, Bulannya terlihat setengah!”, seorang anak kecil berteriak kepadanya..
“Iya, setengah bulan..cantik bukan?”, balas Fulan.
“Mmm, ga ah..menurutku lebih cantik kalau full moon..”
“Ya menurutmu, tapi menurutku itu sama cantiknya..”

Obrolan sederhana tersebut berbuntut panjang karena kedua orang saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. Siapakah yang menang? Tidak seorangpun, mungkin hanya Tuhan yang tahu sebagai pencipta bulan itu sendiri.

Keesokan harinya…

Bukan karena suatu alasan mengapa Fulan seharian berjalan dengan seorang anak kecil. Kalau kata anak zaman sekarang, si Fulan sedang GALAU, alias sedang bingung dengan kondisinya. Mengapa? Baru kali ini dia merasakan kehilangan seseorang. PUTUS? Yaa dirinya baru saja diputusin oleh kekasih idamannya, si Fatimah.

Hanya seorang anak kecil yang bersedia menemani kegalauan si Fulan hingga satu harian penuh.

“Akuuu, bagaikan kehilangan separuh jiwaku…separuh hatiku…”, tiba-tiba Fulan berkata seolah sedang melakukan monolog.
“Lohh? Kenapa? kalau begitu kamu sudah mati donkk!”, dengan polosnya anak kecil itu menimpali perkataan Fulan.
“Kamu ga mengerti..kamu masih anak kecil..”
“Enakkk aja, gini-gini pengalamanku didunia percintaan tidak kalah hebatnya! hohoho…!”

Terdiam sejenak…tiba-tiba Fulan mengatakan sesuatu…

“Half heart….”
“Half heart? apa itu? setengah hati?”, anak kecil itu semakin penasaran.
Fulan terdiam dan menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan perkataannya, “Yaa, kamu bisa mengatakan bahwa hatinya setengah kosong atau hatinya setengah penuh…”

“Kasih tahu donk..apa maksudnya??”, dengan nada semakin penasaran..
“Artinya tidak semua putus cinta ialah hal yang buruk…mungkin itu cara Tuhan agar kita melihat sebuah kejadian dari sisi yang baiknya..Namun terkadang ada juga orang yang melihat dari sisi buruknya, yaitu Tuhan tidak memperkenankan dirinya bersatu kepada pujaan hatinya…”

“Akuu, makin tidak mengertii…..”, dengan nada bingung anak kecil itu menjawabnya.

“Hanya dengan melihat dengan sudut pandang yang sama, kamu bisa mengerti..”, jawab Fulan.

5 thoughts on “Half Moon, Half Heart

  1. Pingback: Refleksi 2012 « Erick Azof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s