Cinta Pada Jumpa Pertama (CPJB) (2) – Bung Karno dan Bung Hatta !

Dear diary,

Lampu-lampu itu jadi saksi pertemuan dan perpisahan sepasang kekasih..Antara bersyukur dan tidak, ini mungkin teguran untukku yang telah melupakan-Nya. Bidadaripun menuruti pencipta-Nya untuk diangkat kembali khayangan.

Oh cinta,kau datang untuk menghiburku, kau pergi untuk menasihatiku. Terima kasih Tuhan, Aku lebih kuat, janji Aku akan lebih kuat menghadapinya.

Fulan,

Pasar Modern

Kali ini beda ceritanya, Aku berjalan dengan dia di pasar modern alias mall. Bukan untuk belanja tapi hanya jalan-jalan menghabiskan mimpi kita. Ya mimpi untuk dapat beli baju dengan merk Abibas, terus mimpi untuk beli mobil yang diparkir di dalam mall. Pasar modern yang lokasinya tidak jauh dari tempatku kerja menjadi saksi indahnya cinta ku dengan Fatimah.

“Neng, minggu depan mao jalan lagi ga?”
“Mmm, jalan kemana bang?”
“Yaa jalan-jalan aja ngiterin Jakarta..hehe!”
“Mmmm, mau banget bang..tapi aku ijin ama majikanku dulu ya bang..”

Itu cerita beberapa minggu yang lalu sebelum rencanaku berubah. Mungkin ini yang namanya ujian dari Tuhan, Fatimah kekasihku membawa kabar gembira sekaligu menyedihkan bagiku. Yaa Aku ambil hikmahnya bahwa cintaku akan kembali indah pada waktunya. Fatimah akan pergi keluar negeri.

Bung Karno Bung Hatta ! Aku datang !

Fatimah akan pergi bersama majikannya keluar negeri. Padahal seminggu sebelumnya Aku berjanji akan mengajak dirinya jalan-jalan, eh, udah keduluan sama majikannya. Bidadari yang dikirim dari surga oleh Tuhan akan kembali naik ke singasananya yang berada diatas sana.

Mungkin Tuhan ingin berkata, “Wahai Fulan! Mana rasa syukurmu pada-Ku? Kuberi kamu nikmat tapi Engkau ingkari nikmat-Ku..Kau lupakan petuah guru ngajimu untuk sholat tepat waktu, bayar zakat infaq sedekah saat mendapatkan rezeki, kau gunakan sehat badanmu untuk jalan-jalan ke mall bukan ke rumah-Ku..Kini kuambil salah satu nikmatmu, yaitu kekasihmu..!”

Merinding membayangkannya, ada rasa takut, kecewa, namun bercampur syukur. Mungkin ini hikmah yang diinginkan oleh Tuhan kepada dirinya. Iya, semenjak pacaran, Fulan sudah mulai melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. “Yaa sudahlah, kalau memang sudah jodoh tidak akan kemana…betul tidak Tuhan?”

Bandara Soekarno – Hatta menjadi tempat terakhir diriku bertemu dengan Fatimah. Inginku memberikan buah-buahan dari pasar sebagai kenang-kenangan untuk dirinya. Namun…

“Neng, abang bawain buah-buahan langsung dari pasar yaa nanti!”
“Buat apa bang?”
“Buat dimakan nanti diluar negeri neng, ya kali aja neng kangen buah-buahan disini..hehe”
“Ya bang, mau sih mau aja…tapi nanti eneng dimarahin ama majikan…mending buat abang aja, biar makin gemuk tuh badan..hehe”

Begitulah sepenggal dialog singkat mengapa Neng Fatimah menolak kebaikan buah-buahku. Baiklah kembali kepada persoalan ditinggalkannya diriku oleh Neng Fatimah. Hari itu merupakan hari dimana Neng Fatimah siah pergi keluar negeri, Aku menyempatkan diri untuk mengantarnya hingga Bandara Soekarno Hatta.

Lampu-lampu itu jadi saksi pertemuan dan perpisahan sepasang kekasih. Lampu bandara Soekarno-Hatta yang selalu menerangi bandara pada malam hari. Sungguh sedih, sesedih lampu itu sendiri yang sepertinya tidak pernah dibersihkan oleh petugas kebersihan. Ya mungkin karena terlalu tinggi pikirku.

“Bang, selamat tinggal..”
“Iya, selamat tinggal neng, jangan lupa kabarin abang kalau sudah nyampeeee…!”
“….”

Terakhir sebelum berangkat, Fatimah memberikanku secarik surat.

Dear Abang Fulan,

Terima kasih sudah memberikan hari-hari yang indah untuk neng. Pertemuan awal kita tidak pernah kulupakan sepanjang hidup neng. Neng sendiri tidak tahu kapan akan balik lagi ke Indonesia, soalnya majikan neng kerjaannya memang lebih banyak diluar negeri.

Bang Fulan, neng gak mau jadi penghalang kemajuan abang. Neng takut Abang bosen nunggu neng. Neng rela koq kalau abang cari pengganti neng. Demi kebahagiaan abang, neng rela koq bang ϑ

Neng harap neng masih dapat komunikasi dengan abang setelah baca surat ini.

Tertanda kasih,

Fatimah

3 thoughts on “Cinta Pada Jumpa Pertama (CPJB) (2) – Bung Karno dan Bung Hatta !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s