Chef Erick King – learning by doing

Salah satu nikmat yang tak terhingga diberikan Allah SWT kepadaku saat ini ialah menjalani usaha rumah makan. Nikmatnya yaitu aku tidak kehabisan bahan makanan untuk di makan. Hehehe. Namun terkadang rasa bosanpun menghampiri karena setiap hari merasakan, melihat, dan menikmati makanan yang sama. Alhasil, akupun sering jajan juga. ^^

Ada nikmat lain yang aku dapatkan selama menjadi koki dirumah makan ini, salah satunya yaitu MEMASAK. Sebuah pekerjaan atau sebuah aktivitas? Aku menganggapnya memasak menjadi sebuah salah satu hobi keasyikan tersendiri. Dengan bebas kita dapat meramu resep masakan yang pada akhirnya akan pas terasa dilidah. Yaa enak gak enak yang pasti tetap aku makan. Hehehe.

Salah satu pengalamanku yaitu saat membuat martabak manis. Aku termasuk penggemar berat martabak manis atau yang sering disebut martabak bangka atau martabak terang bulan. Rasa gurih dan manisnya itu membuat lidah ingin terus mencicipinya. Belum lagi tambahan cokelat, kacang, dan keju yang berlapis. Saat itu, aku bertekad untuk membuat martabak manis. Dengan modal nekat serta masih gaptek dengan teknologi akupun mencoba meramu bahan martabak manis tanpa bertanya sama sekali. Hasilnya? Benar-benar aneh. Akan tetapi karena itu karya dari chef erick king (pasangannya farah queen), maka aku habiskan pula. Masak dan makan untuk sendiri.

Alhamdulillah saat ini aku berkesempatan kembali untuk dapat meramu masakan. Kalau kali ini beda ceritanya, karena aku tidak bisa memasak sesuka dewek, karena dalam usaha rumah makan yang terpenting yaitu menjaga kualitas rasa makanannya. Hasilnya? Yaa setidaknya tidak seburuk seperti aku memasak martabak manis. Makanan yang dihasilkan lebih layak untuk dikonsumsi.

Yuk Belajar !

Satu hal yang dapat dipetik selama aku memasak yaitu belajar. Ada dua jenis cara belajar, yaitu 1) Belajar dari kesalahan. 2) Belajar dari pengalaman.

Pertama, Setidaknya aku belajar dari kesalahan. Sesaat setelah aku gagal membuat martabak manis, akhirnya aku mencoba terus dan terus. Yaa terus dan terus memakan hasil martabak manis yang aneh juga..hehehe. Sampai pada titik aku tahu kapan dan apa saja bahan dasar yang diperlukan untuk membuat martabak manis. Hasilnya? Boleh dicoba ! dan butuh waktu lebih agar dapat mendapatkan ramuan yang tepat.

Kedua, belajar dari pengalaman. Mungkin hampir sama dengan point yang pertama, tetapi belajar dari pengalaman lebih spesifik maknanya. Bisa berarti dari orang yang berpengalaman (koki), atau dari resep-resep makanan yang saat ini telah banyak tersedia di internet. Untuk point yang kedua ini, tidak lebih dari 2 minggu aku belajar dasar-dasar memasak hingga akhirnya jadilah sebuah masakan yang lebih layak dikonsumsi. #eeaa

Kedua cara tersebut sama-sama baik, yang tidak baik yang tidak belajar sama sekali. Hehehe. Namun berawal dari situ, aku jadi lebih paham bagaimana cara agar kita lebih cepat untuk dapat meraih sesuatu yang ingin dituju. Yaitu belajar dari pengalaman. Betuuuul tidaaaak ? *AA gym mode ON.

Oiya, yang mau martabak manis ala chef erick king silee hubungi diriku kan kubuatkan, tapi berhubung sekarang menjadi chef di @rumahbakarID , maka yang tersedia untuk snack seperti ayam bakar, bebek bakar, riti bakar, pisang bakar, dan sejenisnya. ^^ #promosi #tetepusaha.

4 thoughts on “Chef Erick King – learning by doing

  1. Pingback: Refleksi 2012 « Erick Azof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s