Kisah Pohon Berbuah

Tepat hari kemarin, aku mendapatkan kesempatan untuk menghadiri sebuah acara yang membuka wawasanku lebih luas mengenai dunia entrepreneur. Acara yang disponsori oleh LA Lights ini mengundang beberapa pembicara yang berfikir out of mind, seperti Pak Rhenald Kasali, profesor dan guru besar dari FE UI, Ibu Noni, Vice President business development dari Blue birds groups, Pak Henri Honoris, director dari seven eleven, Raditya Dika, penulis buku novel, dan masih banyak lagi. Tema besar acara ini yaitu social entreprise, bagaimana bisnis yang mereka jalankan tidak semata-mata mengejar profit semata tetapi ada nilai-nilai sosial didalamnya. Ini yang kita sebut dengan social entrepreneur.

Dari beberapa sharing pengalaman mereka semua ada kisah yang cukup membuatku membuka wawasan lebih luas dan lebih dalam mengenai dunia usaha ini. Mereka sepakat bahwa kegiatan sosial yang mereka lakukan tidak membuat mereka menjadi miskin tapi semakin kaya. Kaya hati dan kaya harta. Seperti Bang Haji Idin, seorang satria dari tanah Betawi yang memiliki tanah dengan total seluas 42 hektar di Jakarta. Beliau juga menampung sampah limbah dari 5,000 kk serta perusahaan-perusahaan disekitarnya, GRATIS. Dari niatnya untuk membantu melestarikan alam ini, dia ditunjuk menjadi duta sampah oleh dunia. Kisahnya ini berlanjut sehingga dia menjadi pengusaha kelinci, kuda, serta masih banyak lagi usahanya. Yaa itu sekarang, sebelum itu dia berjibaku dengan banyak orang untuk memperjuangkan alam ini.

Pohon Berbuah atau Berdaun ?

Dalam acara tersebut ada satu kisah yang cukup menarik yang disampaikan oleh Pak Rhenald Kasali. Berikut aku rangkumkan kisahnya.

Alkisah ada seorang pencinta tanaman bernama Fulan. Fulan memiliki berbagai macam jenis tanaman dirumahnya dan kali ini dia ingin sekali mendapatkan pohon yang berbuah mangga. Niatnya untuk mendapatkan pohon mangga itu mengantarkan dirinya ke tukang tanaman.

“Bang, ada pohon mangga ga ? Tapi aku cari pohon yang setengah jadi.”

“Ada pak! Pohon setengah jadikan? Paling 2 minggu sudah berbuah pak.”
“Yawda, aku ambil yang itu..”

Alhasil, Fulan membeli dan membawa pulang pohon mangga setengah jadi. Fulan yang memiliki hobi memelihara tanaman yakin bahwa dirinya dapat menghasilkan buah yang lebat. Setiap hari Fulan menyiram pohon mangga setengah jadi tersebut. Hingga akhirnya tanaman mangga itu tumbuh. Tumbuh daun.

Dua minggu telah lewat namun hasilnya sama, pohon mangga itu menghasilkan daun yang lebat bukan buah yang lebat. Merasa tertipu oleh penjual tanaman, akhirnya Fulan memutuskan untuk kembali dan protes ke penjual tanaman.

“Bang, mana nih buahnya? Abang jangan bohong, masa pohon yang aku tanam jadinya malah hasilin daun ?”
“Lah, bapak gimana? Mungkin salah ngerawatnya pak..”
“Aku siram dan kasih pupuk koq!”
“Tanaman yang disiram dan dipupuk akan menghasilkan daun yang lebat, bukan buah yang lebat. Seharusnya ga usah dirawat. Kalau bisa di siksa sedikit pak tanamannya!”
“Lohh??”

Akhirnya Fulan melaksanakan perintah dari tukang tanaman itu. Dirinya pun juga langsung memerintah pembantunya untuk tidak menyiram tanaman mangga serta membabat habis daun-daun dan menyayat sedikit badan tanaman tersebut.

“Wahai mangga! Jika kamu tidak mau berbuah! Maka akan lebih kusiksa dirimu!”.

Ternyata beberapa hari berikutnya, tumbuhlah kembang yang akhirnya menghasilkan buah mangga. Aneh tapi itu nyata. Fulan pun teringat dengan pesan terakhir dari penjual tanaman tersebut.

“Pohon berbuah itu tumbuh karena dia merasa akan mati, bukan karena dia disiram dan dipupuk.”

Selesai.

Hikmah :

“Hidup itu seperti pohon berbuah. Disaat terdesak, maka kita akan menghasilkan yang kita sendiri tak dapat membayangkannya.”

2 thoughts on “Kisah Pohon Berbuah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s