My diary (1) – Kenalkan aku tetangga barumu

Cerita ini terinspirasi oleh keluarga yang tinggal dekat disebelah rumahku. Sebuah keluarga sederhana yang memiliki seorang anak kecil berumur 6 tahun. Keluarga ini baru kukenal namun kebaikan dan rasa terbukanya membuatku kagum. Awalnya tidak seperti itu, bahkan aku sempat berburuk sangka bahwa tetanggaku ini mungkin menjadi penghambat dari kegiatanku. Ternyata itu salah.

Perkenalan dengan keluarga tersebut dimulai dari satu kejadian yang tidak disengaja. Sungguh egoisnya diriku. Saat awal aku membersihkan tempat tinggal, bukannya memperkenalkan secara baik, namun sikap acuh tak acuh yang aku perlihatkan. Mungkin terlihat seperti kakak dan adik yang berantem dalam satu rumah, bertegur sapapun seadanya.

Saat itu seorang bapak berumur sekitar 40 tahun datang kerumahku dan mengucapkan salam.

“Assalamualaykum…lagi apa de’??”, suara berat dengan logat khas Madura terdengar.
“Wallaikumsalam..ohh, ya pak. Ini lagi benerin atep. Takutnya bocor kalau hujan besar..”

Itu adalah awal dari percakapan panjangku dengan seorang bapak yang merupakan tetanggaku. Mungkin waktunya kurang tepat, karena saat itu akupun sedang sibuk membereskan rumah. Pertanyaan yang dilontarkan olehnya aku jawab seadanya tanpa niat memperpanjang percakapan lebih jauh.

Tidak lama kemudian, bapak itu pergi meninggalkan diriku yang masih sibuk dengan pekerjaan “bersih-bersih” ini. Padahal dilihat dari kegiatanku ini, sebenarnya tidak susah meluangkan waktu sejenak untuk mengobrol dengannya. “Yaaa sudahlah..”, hatiku berbicara. Mungkin dilain waktu saja aku mengobrol dengan dirinya.

Saat ingin memulai aktivitas kembali, tiba-tiba aku mendengar suara dengan logat madura yang kental.

“Dek..bapak anter air es ama tehnya nih..kalau-kalau adek kecapean, cuaca disini panas soalnya..”, ternyata tetanggaku datang kembali dengan membawa minuman.
“Wah, pak! Makasih banyak..jadinya ngerepotion…”,

Senang bercampur malu rasanya jika mengingat kejadian ini. Sebagai seorang tetangga yang baru seharusnya aku yang memperkenalkan diri, namun pada kenyataannya tetanggaku yang datang dan membawa minuman pula. Kemana perginya rasa malu ini?

Setelah kejadian itu, setidaknya aku sudah dapat mengenal karakter dari keluarga sederhana ini. Ya, karakter mereka sederhana, tidak banyak bicara. Namun kalau sudah diajak bicara, wah bisa berjam-jam. Mereka pasangan suami istri yang berasal dari Madura, beserta satu anak lelakinya. Mereka tinggal di sebuah rumah, atau aku lebih melihatnya seperti sebuah gudang kecil dengan ukuran sekitar 3mx3m. Sungguh kecil untuk ukuran rumah, namun bapak tersebut yang bertugas sebagai penjaga keamanan lingkungan mau tidak mau tinggal di rumah kecil tersebut.

“Saya diminta Pak Haji untuk jaga disini…”, jawaban itu yang selalu kudengar mengapa mereka mau tinggal di rumah sekecil itu.

Setelah beberapa minggu kemudian, renovasi rumah yang kulakukan akhirnya selesai sudah. Akupun sudah beberapa kali mengobrol dengan tetangga baruku. Namun ada satu hal yang masih sulit kumengerti dari mereka, yaitu bahasa. Gaya bicara dengan logat maduranya menyulitkanku untuk berbicara panjang lebar dengan mereka. Terkadang tidak menyambung satu sama lain, tapi yang namanya percakapan aku anggap itu hal yang lucu.

Satu hikmah yang kudapat dari perkenalan sederhana ini yaitu perlunya menanam sifat husnudzon. Sebuah ajaran sederhana namun bermakna yang tentang bagaimana menyikapi suatu hal yang baru dengan berbaik sangka ini ternyata sangatlah penting didalam kehidupan. Terima kasih pak, saat itu aku sadar pernah menyakiti hati bapak dengan tuduhan-tuduhanku secara tidak langsung namun bapak tetap ikhlas menerimaku.

One thought on “My diary (1) – Kenalkan aku tetangga barumu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s