Bola Tanah Liat

Cerita ini aku ambil dari www.islamicthinking.info , semoga berkenan dan bermanfaat untuk kita semua..amin!

Seorang pria menjelajahi gua-gua pantai. Dalam salah satu gua ia menemukan sebuah tas kanvas dengan sekelompok bola tanah liat mengeras. Rasanya seperti seseorang telah digulung bola tanah liat dan meninggalkan mereka di bawah sinar matahari untuk panggang. Bola tanah liat tersebut terlihat tidak begitu banyak, namun tetap menarik perhatian pria itu sehingga ia mengambil tas keluar dari gua dengan dia.

Saat ia berjalan sepanjang pantai, ia melempar bola tanah liat tersebut satu per satu ke laut sejauh mungkin. Seketika, dia berpikir sejenak sehingga menjatuhkan salah satu batu dan membuatnya retak. Ternyata di dalamnya ada sebuah batu, indah berharga.

Senang melihatnya, pria tersebut mulai kembali membuka bola tanah liat yang tersisa. Setiap berisi harta karun serupa.

Ia menemukan bola tanah liat senilai permata dalam 20 atau lebih jumlahnya. Lalu ia menyadarinya bahwa ia telah berada di pantai dalam waktu  yang lama. Dia telah melemparkan mungkin 50 atau 60 dari bola tanah liat dengan harta tersembunyi mereka ke gelombang lautan lepas. Dengan bola-bola tersebut, ia bisa saja membeli puluhan ribu rumah, tapi ia membuangnya sia-sia.

Analogi ini sama halnya dengan manusia. Kita melihat seseorang, mungkin bahkan diri kita sendiri, dan kita melihat tanah liat dari penampilannya yang biasa saja, bahkan buruk. Dari penampilan itu kita menilai bola tanah liat tersebut tidaklah bernilai. Sama halnya saat kita melihat orang sebagai ‘kurang penting’ dibandingkan seseorang yang lebih cantik atau gaya atau gaul atau juga terkenal atau kaya. Tapi kita tidak meluangkan waktu untuk menemukan harta tersembunyi di dalam orang  yang kita anggap ‘tidak penting’ tersebut. Kita tidak meluangkan waktu untuk menemukan harta yang diberikan Allah SWT.

Ada harta yang bernilai di masing-masing dan setiap dari kita. Jika kita meluangkan waktu untuk mengenal orang lain, dan jika kita meminta kepada Allah SWT untuk menunjukkan kepada kita sebagaimana Allah SWT melihat mereka, maka tanah liat mulai mengupas dan permata yang cemerlang mulai bersinar.

Semoga kita tidak sampai pada akhir hidup kita dan mengetahui bahwa kita telah membuang kebaikan dalam persahabatan karena tanah liat yang membungkus batu permata didalamnya.

Semoga kita melihat orang-orang di dunia kita sebagaimana Allah SWT melihat mereka. We are precious  🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s