Rumba si Kucing Inspirasi

Rumba si Kucing Inspirasi kami. Bagaimana pertemuan kami dengan kucing ini ? Mengapa kucing ini menjadi inspirasi kami? Berikut kisahnya.

Seperti biasa pada pagi hari kami membersihkan resto sederhana kami, Rumah Bakar. Namun kali ini berbeda, tidak jauh dari resto kami melihat seekor hewan kecil dengan badan yang ringkih dan gemetar.

“Eh ada kucing dree!”, teriakku kepada temanku yang masih berada didalam resto.

Tidak lama kemudian, teriakanku membangunkan teman-teman yang masih sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

“Wah, kasihan banget…badannya ampe gemetar begitu..”, sahut temanku
“Yaaa, kayanya belum makan deh…”
“Dia sendiri, mungkin terpisah ama induknya..Yawda, bawa kedalam aja!”

Alhasil kamipun membawa kucing tersebut ke dalam resto kami. Seperti yang kami duga, kucing itu melahap makanan dan minuman yang kita hidangkan.

“Nama….namanya siapa ya? Mmm bagaiman kalau doggy? kan lumayan bisa jagain resto kita..hehehe!”, celetukku tiba-tiba.
“Ngacooo, emang ini anjing?! Gimana kalau Hazel? Kerenkan!”.

Banyak nama yang diberikan oleh kami untuk kucing ini, namun belum ada yang pas dihati kami. Yasudahlah, mungkin itu bukan prioritas saat itu karena kucing itu lebih membutuhkan perhatian serta makanan yang cukup. Hari itu, kami membiarkan kucing itu berkeliaran di resto kami. Ternyata cukup menghibur karena kucing itu cukup gesit serta polos apa adanya. Ya terkadang mengesalkan, karena kadang-kadang dia suka mengagetkan kami.

“Wahwah..doggy, kamu tuh ya…kalau keinjek gimana?!”, ucapku kesal karena kucing itu suka bergerak kesana kemari.
“Woiii! kq dipanggil doggy sih?! itu kucing tauk..”, sahut temanku yang tidak setuju dengan panggilan kucing itu.
“Yawda, sini helii…sini helii…”, aku teriak untuk memanggil kucing itu. Namun sepertinya kucing itu tidak mengerti maksudku. (Yaa iyalah =.=”)
“Jiah..heli itu guk-guk juga rik!”, temanku kembali protes keras.

Akhirnya genap satu hari kami bersama kucing tersebut. Yang cukup mengherankan, tiba-tiba kucing itu hilang entah kemana. Kesana kemari kami mencarinya dan ternyata hari pertama itu, si kucing mengumpet dan tertidur disalah satu sudut di dapur kami. Weleh2.

Pada keesokan pagi harinya aku sibuk sendiri di dapur.

“takk…takkk…takkk!”, suara potongan pisau.
“Oiii rik! nih kucing ngapa dikasih keju?!”, temanku kembali protes dengan aksiku kali ini.
“Lah, ini kucing belanda…wajarlah kita kasih makan keju..hahaha!”,
“Bukan…maksudnya, kita aja jarang makan keju, masa malah kucing yang makan kejunya?!”,

Banyak hal terjadi selama kucing itu di resto kami. Pada akhirnya salah satu teman kami memanggilnya dengan “RUMBA”.

“Hah RUMBA? Apaan tuh? Rumah Bakar??”, tanyaku.
“Yaa donk..pas bangetkan? Sesuai dengan nama resto kita, Rumah bakar! Heheh…”.
“Bagus juga..hehehe, yawda kita panggil Rumba ya kucing ini..”

Tidak terasa hampir satu minggu kami memeliharanya, badannya sudah cukup kuat untuk bergerak layaknya kucing. Wajah polosnya menjadikan kucing itu korban peploncoan salah satu temanku. Hehehe. Mungkin karena sangking gemasnya dengan kucing itu.

Ada satu kejadian yang tidak bisa aku lupakan selama Rumba bersama kami. Yaitu kelakuan salah satu teman kami yang memang pada dasarnya dia pecinta seekor kucing. Sangking doyannya ama kucing, dia membawa tidur bareng kucing tersebut. Bahkan satu selimut! Wah..mungkin semua kucing bakal iri dengan Rumba, karena kucing kecil ini mendapatkan perlakuan layaknya raja dari kami.

“Lohh, dimana Rumba?, salah satu temanku bertanya..

Keesokan harinya, kita tidak menyadari bahwa Rumba tiba-tiba tidak ada di dalam resto. Awalnya kita tidak mengkhawatirkannya karena seperti biasa si Rumba akan tiba-tiba muncul dihadapan kami untuk meminta seonggok makanan. Pikir kami, mungkin dia ingin bermain-main diluar resto. Jadi satu hari tanpa Rumba, cukup membuat kami kesepian. *lebay*

Keesokan harinya…

“Wahh itu dia si Rumba!”, teriakku dari dalam resto.

Ternyata Rumba lagi duduk di depan resto yang kurang lebih 20m jaraknya.

“Koq dia diam ya? Biasanya sih jalan ke arah kita kalau kita teriak..”, tanya salah satu temanku.
“Mungkin dia manja..Yawd kita tungguin aja dia kemari..”
“Sreghhh…sreeghhh….”, suara langkah kaki.
“Loh koq dia jalannya nyeret??”, sambil menunjukkan si Rumba.

Kamipun akhirnya menghampiri Rumba dan ternyata kedua kaki Rumba tidak dapat digerakkan.

“Patah! Kakinya patah!”, ucap temanku.
“Mmm, kayanya dia kegiles motor atau keinjek orang deh..bagian punggungnya kelihatan patah..”

Rumba, kucing yang kami kenal sangat lincah dan atraktif ini tiba-tiba kehilangan kedua kakinya. Makanpun dibantu oleh kami, karena kedua tangannya yang masih berfungsi tidak dapat menopang baik badannya. Sungguh kasihan.

“Miauuwww….miauwwww…”, suara Rumba tetap kuat seperti biasa. Bedanya sekarang dia tidak dapat bergerak bebas. Dia harus menyeret tubuhnya untuk dapat berpindah.

“Mukanya polos sekali….ngerasa ga lagi kesakitan…”, ucap temanku.
“Yaa kita ga tahu, tapi yang pasti dia kucing yang kuat..karena tidak mengerang kesakitan meski setengah tubuhnya sudah tidak berfungsi kembali…”

2 minggu setelah pertemuan kami dengan Rumba

Tubuhnya agak kurus, terkadang gemetar. Anehnya, perut kucing tersebut semakin membucit setiap harinya. Rumba lebih sering duduk terdiam menunggu kami memberikan makanan.

“Guys…gw bawa kucingnya yaa..gw mau rawat dia ditempat yang lebih layak..”
“Ya Dre…kita setuju…dibawa aja Rumba, kita juga gak tega lihatnya..”, sahut kami.

Keesokan harinya, aku menerima SMS

“Guys, Rumba telah berpulang…semoga dia sudah bisa merasakan ketenangan…”

Sungguh cepat pertemuan kami dengan Rumba. Tapi 2 minggu tersebut memberikan kami pelajaran yang berarti bagaimana ikhlas. Mungkin seharusnya yang sedih Rumba karena telah kehilangan fungsi kedua kakinya, namun dirinya tetap setia menghibur kami. Rumba mengajarkan kita seberat apapun cobaan yang menimpa kamu, hadapilah dengan ikhlas dan tetaplah bermanfaat untuk orang disekitar.

Terima kasih Rumba..sudah menginspirasi kami..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s