My Ramadhan

Ramadhan is coming! Alhamdulillah, tahun ini aku dapat menjalankan ibadah puasa bersama keluarga. Salah satu impianku ramadhan tahun lalu pun terwujud. Bagaimana dengan kalian?

Banyak target yang kita tetapkan disaat kita menginginkan sesuatu. Mau ini, mau itu, dan masih banyak lagi. Koq gak habis-habis ya? Ya kalau habis mungkin kita sudah kembali kepada Illahi :p. So, ada apa di Ramadhan kali ini? Aku ingin sharing sedikit ceritaku ϑ

Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan yang ke-24 untukku. Banyak hal yang masih teringat dibenakku saat datangnya Ramadhan ini, terutama mengenai pengalaman berpuasa😉 . Pertama kali, mungkin pengalaman yang ku ingat yaitu saat aku masih duduk di bangku SD, mungkin kelas 2 SD (sudah agak lupa). Waktu itu aku bertekad untuk puasa satu hari full, ya setelah sebelumnya aku lebih sering puasa setengah hari. Hehehe.

One day, pernah sekali aku tidak tahan menahan laparnya perut dan hausnya dahaga ini. Alhasil, batal lah sudah puasaku dengan berbuka tepat di pukul 17.30 WIB (setengah jam sebelum azan magrib). Ya ampuni aku Tuhan yang telah lebih dulu berbuka dibandingkan saudara muslim lainnya. Tahu kenapa aku akhirnya membatalkan puasa? Karena aku gak tahan lihat iklan indomie.. =.=” Ohh, God…tips untuk anak-anak yang sedang ingin belajar puasa, segera jauhkan mereka dari TV khususnya menjelang berbuka puasa. Hehehe

Another Ramadhan, ada hal menarik lagi tepatnya saat aku duduk di bangku SMP. Hehe, zaman dimana kenakalan remaja menjadi kebanggaan tersendiri. Right? Ya, saat itu lagi zamannya bermain internet games. Hampir semua teman-temanku juga addicted sama internet games, yang akhirnya warnet lah menjadi tempat pelampiasan nafsu kami. Sampai-sampai aku sahur dan berbuka di warnet. =.=” bukannya tadarusan atau cari ilmu? Eh, malah main ampe berbuka. Weleh2..Ohh God..tips untuk remaja-remaja yang sedang berpuasa, alangkah baiknya jika mengisi waktu dengan yang lebih bermanfaat, jangan seperti remaja yang baru saya ceritakan ini. Hehehe.

Waktupun berlalu, hingga akhirnya aku tiba di masa remaja muda, yaitu masa SMA. Tidak banyak hal yang kuingat mengenai pengalamanku di SMA ini. Tapi yang pasti, aku merasa bingung, merasa aneh, merasa tidak pas dengan hati nurani. Banyak hal yang kupikirkan hingga menjelang kelulusan SMA, aku masih mencari jati diri. (keren ga? :p)

Ramadhan pada masa kuliah, kali ini aku lebih siap dan lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Bedanya saat kuliah ini, aku masih doyan “pacaran”. Nah, yang menjadi pertanyaan anak-anak moedaaa yaitu, “Pacaran di bulan ramadhan gmn y? Pacaran dalam Islam boleh ga sih?” dan masih banyak lagi pertanyaan mengenai pacaran. Well, singkat saja sekedar tips dan berbagi pengalaman bahwa pacaran lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya. Hehehe. Ga percaya? Coba saja! Ditanggung sendiri ya dosanya😉

Setelah mencapai umur kepala 2, aku mulai berpikir lebih jernih. Why we are created by God? What is purpose? And is it only avoid some food n drinks in Ramadhan? (Harap maklum jikalau ada kesalahan penulisan dalam bahasa inggrisnya ya ϑ)
Nah, disitulah titik pencarianku lebih dalam. Kalau dianalogikan sebagai arkeolog, aku sudah menemukan titik terang dari sebuah penemuan, tinggal aku gali lebih dalam dan terlihatlah secara jelas apa yang dicari.

Puasa tidak hanya sekedar menahan rasa lapar dan minum, aku rasa puasa yang demikian itu cocok untuk tingkatan saat aku SD, hehehe, alias masih puasa level anak kecil. Kemudian puasa akan lebih bermakna jika diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Nah, kalau kerjaannya masih main-main sana kemari dan gak ada perubahan sikap, puasa itu cocok untuk tingkatan saat aku SMP. Terakhir, puasa itu sebenarnya masa dimana kita bias introspeksi diri atau bahasa inggrisnya “Muhasabah”.

Apakah yang kita kerjakan sudah benar? Apakah yang menjadikan ramadhan ini begitu spesial bagi umat muslim? Kemudian ibadah-ibadah apa saja yang utama didalam Ramadhan? Jawabannya yaitu cariii!

Puasa itu ibadah yang sangat personal, yang tahu kita puasa n gak hanya Allah SWT. Mungkin kita bisa berbohong kepada orang tua, atau teman, tapi kita tidak bisa berbohong kepada Allah SWT. Nah, guys, berikut beberapa fakta tentang puasa yang InshaAllah akan bisa membangkitkan semangat teman-teman di bulan Ramadhan.

1.Ibadah puasa berbeda dengan ibadah sholat, sedekah, dan amal lainnya. Karena Allah SWT sendiri yang akan mengambil amal dari ibadah puasa kita tanpa bisa dikurangi oleh kesalahan-kesalahan kita yang lain.
2.Dalam bulan Ramadhan, semua ibadah bernilai berlipat ganda, minimal 10x hingga 700x. Subhanallah!. Perumpamaan jika seorang sholat berjamaah di masjid mereka akan dinaikkan hingga 27 derajat dibanding mereka yang tidak sholat berjemaah di masjid. Hitungannya, jika di bulan Ramadhan kita sholat berjemaah jadi 27×700 = 18.900 !
3.Setan dijerat! Begitu bunyi hadistnya. Nah, bagaimana mereka yang masih berbuat maksiat di bulan ramadhan? Hehehe. Ya tebak aja sendiri jadi setannya sdh dalam bentuk manusia. Auzubillahiminzalik. Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Kalau kita masih berbuat maksiat, berarti………… (isi titik-titiknya sendiri ya :p)
4.Bulan Ramadhan sebagai bulan ladang ilmu. Yap, bulan dimana mudahnya bagi kita untuk dapat belajar Islam secara kaffah. Dari pesantren kilat hingga tayangan Islami banyak bermunculan di bulan Ramadhan, Manfaatkan moment ini menjadi ajang upgrade ke-Islam an kita. Right?

Akan banyak lagi jika dikaji lebih dalam keuntungan di bulan Ramadhan ini. Tapi yang pasti my Ramadhan tahun ini begitu spesial. Alhamdulillah masih diberi umur panjang., Alhamdulillah dipertemukan dengan orang-orang soleh. One day, aku malu…aku maluuu dengan teman-teman mualaf yang begitu hebat dalam mempelajari agama Islam. Mereka lebih tahu dibanding diriku yang sudah 24 tahun memegang Islam sebagai agama yang haqiqi.

Mohosn maaf jika ada kekhilafan dalam tulisanku dan semoga ada nilai kebaikan yg dapat disampaikan kembali kesaudara kita. Selamat beribadah puasa dan keep upgrade our knowledge of Islam ϑ

2 thoughts on “My Ramadhan

  1. Subhanallah, terima kasih atas tulisan yang telah anda buat, menjadi sentilan buat saya yang masih belum tersadar akan makna dibalik ramadhan. Insya Allah masih ada 8 hari untuk memperbaiki hari-hari Ramadhan tahun ini, semoga saya tidak menyia-nyiakannya lagi.

  2. Pingback: Refleksi 2012 « Erick Azof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s