Lesson from Amanah

Bismiilahirrahmanirrahim…

Saat sekolah dahulu, kita mengenal waktu piket setiap minggunya, yaitu dimana kita diberikan tanggung jawab untuk membersihkan ruangan kelas berdasarkan piket yang telah ditentukan oleh wali kelas dan ketua kelas. Bukan piketnya, bukan mata pelajarannya, tapi nilainya, tanggung jawab. Sebagai seorang pelajar bertanggung jawab untuk belajar, sebagai orang yang diberikan tanggung jawab piket kebersihan ya harus menjalankannya. Sederhana.

Berlanjut setelah mulai mengenal organisasi, biasanya pada masa SMP, SMA, dan tingkat universitas. Bentuk tanggung jawab itu sendiri bermacam-macam dari janji sama teman, datang tepat waktu, dan sebagainya. Sederhana.

Sederhana, namun tidak semudah itu kenyataannya. Dalam Islam, kita diminta untuk mengucapkan Insya Allah (Jika Allah mengijinkan) jika ingin berjanji melakukan sesuatu. Mengucapkan kalimat itupun tidaklah mudah dan tidak main-main. Maka menurutku, lebih baik tidak berjanji jika memang benar-benar tidak dapat dilakukan.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi”, kecuali dengan menyebut Insya Allah”. (QS. al-Kahfi: 23-24)

Semoga Allah SWT mengampuni dosaku, dosa kita semua yang masih lalai dalam menyelesaikan sebuah tanggung jawab (amanah). Jelas dalam hadist disebutkan bahwa salah satu tanda orang munafik ialah apabila berjanji selalu mengingkari.

Tanda orang munafik itu ada tiga; Apabila berbicara selalu bohong, apabila berjanji selalu mengingkari, apabila dipercaya selalu khianat.”(Muttafaq Alaihi)

Apa sih dampaknya? mungkin sebagian dari kita tetap cuek dengan amanah atau janji yang tidak kita tepati. Namun yakinlah, bahwa ada hikmah yang Allah SWT berikan kepada kita dari peringatan yang diberikan. Salah satunya “Kepercayaan”.

Dari rasa kepercayaan itu berdampak banyak, baik itu ke bisnis, sosial, ekonomi, karir, dan lain sebagainya. Ya jauh dari itu semua, dalam tulisanku kali ini aku mencoba kembali mengevaluasi diri sendiri bahwa ada beberapa amanah yang aku lalaikan dalam hidup ini. Dampaknya begitu signifikan (tidak perlu aku ceritakan ya? Hehehe).

Nah, semoga kita tidak jatuh ke lubang yang sama dan semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai individu yang dapat dipercaya..Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s