Bisnis jalan, yang punya JALAN-JALAN !

Alhamdulillah kemarin aku mendapatkan life coach yang mungkin jika dinilai dengan waktu (bernilai 5-10 tahun) dan mungkin jika dinilai dengan uang (bernilai beberapa mata uang dunia). Hehehe. Ya, kemarin aku bertemu dengan seorang sosok enterpreneur sejati yang sekaligus temanku juga, Cakris namanya. Sekilas mengenai dirinya, saat ini dia sudah memiliki beberapa usaha seperti merchandise, kafe, kantin, kaos, dan jasa konsultan. Ya jangan ditanya pengalamannya, kemarin saat PON di Riau, beliaulah yang menjadi supplier produk-produknya.

Nah, apa sih ilmu yang didapatkan? Mari kita sharing ^_^ .

“KEGAGALAN ITU ADALAH KEBERHASILAN YANG TERTUNDA. Nah, habisin aja gagalnya dari sekarang!”, ucapnya padaku.

Sering kita dengar ucapan itu namun bagaimana kalau memang kita gagal? Gagal dari berbisnis, gagal dalam mencari pekerjaan, gagal dalam kehidupan percintaan? Nah itu jawabnya, habisin aja gagalnya! mumpung masih muda!

“Rik, mumpung masih muda…habisin aja dulu gagalnya, belajar yang banyak dari kegagalan, dan SABAR…itu kuncinya..anggaplah semua proses ini adalah sebuah masa orientasi (kehidupan). Toh ada batasnya bukan? Jadi bersabar dan berusahalah!”

Ya benar juga, bagaimana kalau gagal terus? Pertanyaan Itu yang biasanya timbul dari orang-orang baru terjun ke bisnis termasuk diriku. Ya mau sampai kapan jam kerja ga jelas, kadang bisa sampai jam 12 malam, mau sampai kapan kerja tanpa ada jaminan tiap bulannya, mau sampai kapan dan kapan yang intinya penuh dengan ketidakjelasan..Hehe. But, keep Berdoa dan terus berikhtiar nanti akan tiba saatnya, itu yang disampaikan oleh Cakris kepadaku.

“Itu proses rik..kita semua bakal melewati itu semua..aku sendiri pernah berfikir demikian (hopeless), namun akhirnya aku memutuskan untuk benar-benar jadi entrepreneur..yang tidak ternilai dari semuanya yaitu Freedom of time! Kebebasan waktu dalam menjadi entrepreneur..”

Ya, memang aku merasakan perbedaan saat bekerja di perusahaan dengan sekarang yang benar-benar kita yang punya perusahaan. Tapi dari situ aku belajar, bahwa SIAPA SURUH RESIGN ? SIAPA SURUH MAU JADI ENTREPRENEUR ? Hehehe! Memang terkesan enak..tapi memang enak! :p Enak dalam arti kita cinta dengan bidang yang kita terjun, mau pulang malam, mau cape pegel linu badannya tetap dia cinta bidang ini, cause its your passion.

“Rik, jadi pengusaha itu baik..jadi karyawanpun juga baik! Karena kembali ke kita masing-masing, choose  your passion and love it..”

Nah dibilang begini aku jadi mikir ulang…apa dengan pilihanku sekarang adalah passion-ku? atau hanya nafsuku belaka? ^_^ Ya jika memang itu passion-ku seharusnya berhentilah mengeluh bukan? tapi kuat-kuatin hati karena biasanya passion kita terlihat gila atau aneh oleh orang-orang yang melihatnya.. *curcol* :p

“Seorang motivator bilang bahwa kunci dari entrepreneur itu adalah 9A (Action, action, action, action, action, action, action, action, and ACTION!). Ya dan memang benar action kuncinya, karena biasanya kita banyak berfikir di awal dan pada akhirnya tidak jadi bergerak. Namun ingat, dalam action itu ada namanya belajar. Istilah learning by doing, itu kuncinya…”

Aku menanyakan tentang beberapa motivator yang bilang kuncinya yaitu ACTION. Loh? Koq bisa, padahal sebelumnya aku dijelaskan cakris sangat mendetail mengenai bisnis, yaitu kuncinya ada 3 elemen (sistem, produk, SDMnya). Ternyata ga semudah itu memulai bisnis, karena bisnis tanpa sistem pada titik tertentu akan hancur berantakan. Karena bisnis tanpa produk yang tepat sasaran, juga akan hancur karena ga ada income. Karena bisnis tanpa SDM yang menjadi ujung tombaknya, tetap akan hancur bisnis tersebut. Beberapa elemen itu mungkin terlihat sekedar teori belaka, namun cakris mengingatkan bahwa jangan pernah berhenti belajar! karena itu faktor sang juragan, minimal kita harus paham basic-nya.

Cakris juga membenarkan kuncinya itu adalah action, dan dari action. Beberapa motivator biasanya mengucapakan secara tersirat, maksud dari action itu sendiriyaitu kita harus terus berfikir dan memutar otak bagaimana bisnis ini akan dijalankan. Contoh sederhananya yaitu jika seseorang ingin membuka usaha pecel lele, maka dia melihat apa sih yang dibutuhkan? Dari cari tempat lele, cari lokasi jualnya, dan lain sebagainya. Disitulah kegigihan di uji, dan INGAT 3 elemen yang aku sebutkan diatas, faktor tersebut yang membuat bisnis kita berjalan dan bertahan.

Business owner atau Self Employee ?

Mungkin teman-teman pernah ada yang membaca buku Robert T. Kiyosaki, dimana ada 4 quadran, yaitu karyawan, self employee, business owner, dan investor. Dimanakah posisi kita sekarang? Jika kita masih terjun dan turun langsung ke bisnis tanpa bisa keluar maka kita bisa disebut self employee. Contohnya profesi seperti dokter, jaksa, dan profesi khusus lainnya. Oleh karena itu jangan sampai kejebak disebuah sistem yang membuat diri kita tidak bisa JALAN-JALAN! (hehee, kesimpulan yang ngaco ya?) Tapi itu benar, jangan sampai kita punya usaha tapi pada akhirnya berhenti karena tidak ada sistem dan kita sibuk sendiri. Right?

Pada akhir pembicaraan panjang dan lebar dan tinggi ini…cakris bertanya kepada kami, “Nahhh kalau bisnisnya sudah jalan maka yang punya? JALAN-JALAN!”

-end

One thought on “Bisnis jalan, yang punya JALAN-JALAN !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s