Love Letter

Beberapa orang menunggu kehadiran bulan Oktober. Uniknya pada bulan ini yaitu ada “O” dalam Oktober dan dalam bulan 1O. Cukup dipaksa sih, tapi ya namanya sebuah cerita, tidak asyik, tidak yahut jika jalan ceritanya biasa-biasa aja (tidak maksa). Hehehe.

Harta, tahta, dan wanita merupakan hadiah yang tidak ternilai didunia ini namun bisa jadi kesemua hal itu menjadi cobaan yang sangat berat didunia ini. Siapa yang tidak ingin harta? Hampir seluruh orang menginginkannya. Siapa yang tidak ingin tahta (kedudukan)? Hampir seluruh orang menginginkannya. Terakhir siapa yang tidak ingin wanita? Hampir seluruh pria menginginkannya.

Loh? Hampir? Berarti ada sebagian orang yang memang memilih untuk tidak memilih ketiga pilihan diatas. Mereka yang tidak ingin harta yaitu sebagian kecil orang yang telah menyerahkan kehidupan duniawinya untuk kehidupan ukhrawinya. Mereka yang tidak ingin tahta (kedudukan), yaitu mereka yang lelah mengejar sanjungan orang dan merekapun akhirnya menjadi pendakwah. Nahh, merekya yang tidak ingin wanita? Mm…patut dicurigai tuh! :p

Hehehe, jangan serius-serius bacanya karena saya menulisnya penuh dengan ketidak seriusan (bercanda) ^_^. Well, sesuai dengan judulku diatas “Love Letter”, kali ini aku ingin bercerita mengenai ‘wanita’ yang sangat diidamkan oleh Fulan. Bagaimana kisahnya ? Silee simak ya J

Love Letter

October come! I’am waiting for my love letter…Fulan yang sudah cukup fasih berbahasa inggris sudah mulai berkomat kamit ga jelas menunggu surat cinta dari kekasihnya. “Ohhh Fatimah, sedang apa kau di seberang sana..apa dia memikirkan ku juga?”. Fulan hanya berharap balasan surat cinta yang telah ia kirimkan beberapa minggu yang lalu kepada Fatimah. Bukan tidak mau berSMS atau berChat ria gratis seperti yang ditawarkan oleh beberapa provider saat ini namun karena Fulan berfikir bahwa surat cinta akan lebih romantis dibandingkan dengan beberapa ketikan SMS di hape nya.

Bulan Oktober merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh Fulan. Dimana prosesi penembakan seorang laki-laki kepada seorang wanita dilakukan pada bulan ini yang artinya telah genap satu tahun masa penembakan itu, dan sebagai seorang laki-laki sejati, Fulan ingin menunjukkan rasa kesetiaannya kepada sang wanita.

Sembari menunggu balasan surat dari Fatimah, Fulan mengingat tulisan yang ia buat untuk bidadarinya. Sangatlah lama Fulan dapat membuat surat tersebut, mungkin butuh waktu sekitar seminggu karena melalui proses verifikasi oleh teman-temannya yang lebih berpengalaman. Jangankan menulisnya, saat ingin memulainya Fulan butuh waktu  untuk bermeditasi terlebih dahulu. Maklum, Fatimah merupakan wanita pertama yang genap satu tahun bersamanya. Sebelumnya? Ya putus.

Yasudalah, lanjut kekisahnya Fulan. Setelah beberapa minggu. Akhirnya tibalah surat yang ditunggu-tunggu oleh Fulan, Love letter. Lompat, kayang, koprol semua dilakukan oleh Fulan yang telah menerima love letter dari Fatimah. Ya, dari warna amplopnya yang menarik, Fulan yakin pengorbanan waktu selama ini akan terbayarkan dengan membaca isi dari amplop tersebut. Secara pelan perlahan-lahan Fulan membuka suratnya, dia ingin setiap gerakan merobek, membuka surat adalah gerakan terbaik yang dilakukannya.

Setelah terbuka, dia melihat secarik kertas berwarna putih. Pelan-pelan Fulan mengambil dan membukanya. Terbaca :

Dear Fulan,

Terima kasih sudah mengirimkan sebuah surat yang begitu indah. Kabarku disini baik, Alhamdulillah teman-teman dan lingkunganku juga baik.

Fulan, sudah genap setahun hubungan kita ini. Rasa ini tetap sama seperti dahulu, cinta. Namun maaf lan, mungkin jarak dan waktu yang memisahkan kita. Aku tidak ingin kamu terus menderita menunggu kedatanganku. Aku harap kamu mengerti maksud tulisanku.

Semoga kamu sehat dan ceria selalu. Aamiin.

Salam,

Fatimah.

“Sometimes the content is not as pretty as the title..love letter”, ucap Fulan.

Setiap orang mungkin menyebutnya surat cinta, meskipun isinya tidak seindah cinta. “Thank you love letter…”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s