Aku Bukan Siapa-Siapa

Tidak sedikit dari kita melihat banyak pengemis, pengamen, anak-anak jalanan yang hilir mudik. Mungkin pemandangan ini sering sangat kental bagi warga Jakarta. Hingga tayangan televisi sekalipun memiliki program dimana perjuangan seorang kaum marjinal ditengah derasnya cobaan yang dapat menghadang kapan dan dimana saja.

Tidak terkecuali kisah dibawah ini, lagi-lagi Fulan menjadi aktor utamanya😉 selamat menikmati…

Aku Bukan Siapa-Siapa

Cobaan datang silih berganti, belum satu masalah habis masalah lain sudah datang. Begitulah keseharian kehidupanku, dikeluargaku. Mungkin sesungguhnya orangtuaku yang pantas berkata seperti itu, karena masalahnya adalah pada diriku. Diriku yang memiliki keterbatasan fisik sehingga segala kebutuhanku harus dibantu oleh kedua orangtuaku atau adik-adikku.

Namaku Fulan, seorang anak muda yang beranjak dewasa. Sedih rasanya jika melihat teman-temanku yang lebih normal dariku dapat beraktivitas seperti biasa. Mereka dapat bekerja membantu orangtuanya, bahkan mereka dapat menafkahi kedua orangtua mereka. Ya sedih rasanya hati ini, melihat aku bukan siapa-siapa.

“Mak…”
“Ya nak ?”
“Aku ingin mandiri…”
“Ya tapi nanti kasihan dirimu…sudah gak apa-apa, mak yang rawat kamu..”

Ya, penggalan dialog tersebut berulang kali aku ucapkan, dan jawaban ibuku selalu begitu. Mungkin karena melihat fisikku yang begitu lemah sehingga ibuku tidak tega memberikan kerjaan yang berlebihan kepadaku. Namun, tetap dalam hatiku ingin menunjukkan bahwa aku bisa berguna, minimal untuk mereka bukan untuk siapa-siapa.

Pernah sekali waktu aku memberanikan bertekad untuk keluar dari zona nyamanku. Diam-diam aku keluar ke rumah, ya yang aku lakukan yaitu untuk mencari pekerjaan apapun demi membantu perekonomian keluargaku. Semangatku meluap-luap, hatiku sudah siap untuk menghadapi cobaan yang menghadang, namun apa daya hanya beberapa langkah keluar dari rumah fisikku kembali lemah dan aku tidak kuat untuk berjalan. Lagi-lagi aku menjadi beban kedua orangtuaku.

Hari berganti hari, tidak banyak yang dapat aku lakukan dengan keterbatasan yang kumiliki. Mungkin pikiranku semakin melayang entah kemana, terkadang pembicaraan tetangga terdengar hingga ke tempatku berbaring.

“Jeng, anakku alhamdulillah masuk PNS..”
“Wahh selamat ya Bu, pasti ibu bangga deh punya anak sehebat itu..karirnya sudah bagus, ya tinggal nunggu married ya bu?”
“Hhehee, ya jeng..Alhamdulillah..sebagai orangtua aku bangga dengan anakku..”

Bangga? Wajar…wajar sekali jika orangtua bangga dengan anaknya yang berprestasi, berkarir cemerlang, dan memiliki masa depan yang cerah. Dalam benakku berkata, mungkin orangtuaku menyesal telah melahirkanku di dunia ini. Aku yang dari kecil hingga dewasa belum bisa membantu banyak mereka, bahkan semakin menyulitkan mereka.

Adik-adikku yang semakin hari semakin membesar tentunya menjadi beban sangat besar bagi kedua orangtuaku. Seharusnya aku sebagai kakak dapat menjadi tulang punggung keluarga, namun apa daya..aku bukan siapa-siapa.

Hingga pada suatu hari…

“Mak….”,
“Ya nak…?”,
“Aku sedih…sedih tidak bisa berbuat apa-apa selain nyusahin emak ama bapak..”,
“Lohh..koq bilangnya begitu?? Kamu itu anak emak ama bapak. Sudah kewajiban sebagai orangtua mengasuhmu..”,
“Tapi mak….seharusnya orang seumurku sudah bisa mencari nafkah buat bantu emak ama bapak..”,
“Iyaa…”,
“Iyaa mak…aku ingin membuktikan kalau aku ini anak yang berguna, anak yang hebat, anak yang bisa banggain emak ama bapak…”,
“Iya nak..kamu sudah membuat emak bapak bangga sama kamu…”,
“…..”,
“Nak…emak gak butuh kamu menjadi seorang yang hebat…cukup patuh dan hormat ama emak ama bapak…itu sudah lebih dari cukup nak..”

Mungkin dengan keterbatasanku sekarang aku bukan siapa-siapa, namun minimal aku masih punya rasa hormat kepada kedua orangtuaku. Dan itu bekal utamaku kelak jika mereka telah meninggalkanku dan warisan untuk anak serta cucuku…

I love you Ibu..Bapak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s