The Power of Saling Mendoakan

Terkadang salah satu cara untk menolong diri kita yaitu dengan menolong orang lain terlebih dahulu..Help people to help themselves and also ourself..

Sederhananya, jika dalam sebuah antrian kendaraan misal dijalan tol. Jika kita tidak peduli dengan orang lain dan asal menyerobot antrian kendaraan otomatis akan banyak reaksi keras dari berbagai pihak. Apesnya kalau ada polisi, ya kita akan ditilang. Contoh cerita sederhana diatas menunjukkan kita ingin menolong diri kita yang sedang terburu-buru dengan menyerobot antrian kendaraan. Namun disatu sisi, kita mengabaikan hak orang lain sehingga lagi-lagi bukannya kita menolong diri sendiri malah menyusahkan seluruh pihak.

Tidak dipungkiri, bahwa mendoakan orang lain adalah salah satu bentuk kita menolong orang lain. Loh koq bisa? Ya tentu saja! Kita menolong orang lain agar mereka dapat mendapatkan impian atau harapannya. Terus, apa dengan menolong mendoakan orang lain kita dapat menolong diri kita juga? Tentu saja, IYA!.

Dalam ajaran yang aku yakini, Islam, mengajarkan dimana kita berdoa tidak untuk diri sendiri namun juga untuk sesama saudara muslimin dan muslimah. Subhanallah, indah bukan? Dari awal kita sudah diberi #kode untuk dapat mendoakan sesama dan tentunya mendoakan dalam bentuk kebaikan.

“Ya Allah, beri dirinya hidayah-Mu hingga dirinya kembali ke jalan yang benar..”
“Ya Allah, berilah dia hukuman seberat-beratnya atas dosanya yang telah dilakukan..”

Nah, terlihat bagaimana dalam berdoapun kita harus berhati-hati dalam berucap. Berikut ada kisah sederhana yang semoga menjadi pembelajaran buat kita semua ^_^

The Power of Saling Mendoakan

“Apabila seorang muslim mendoakan kebaikan untuk saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, maka malaikat mendoakan (orang yang berdoa) pula: ’Semoga engkau memperoleh kebaikan juga’/’ (HR. Muslim dari Abu Darda’ ra.)

Pada suatu hari di negeri entah berantah, Fulan, pemuda yang sehari-hari bekerja serabutan dan berumur 20 tahun ini berjalan menyusuri jalan dengan membawa dagangan. Dagangan tersebut bukanlah milikinya, namun ia diberikan tanggung jawab untuk membawanya hingga ke negeri paman San. Perjalanan yang panjang membuat Fulan sesekali berhenti sejenak guna mengumpulkan tenaga kembali sebelum melakukan perjalanan.

Hingga suatu ketika Fulan beristirahat di bawah pohon yang rindang, ada seseorang kakek tua yang menghampirinya. Kakek tua itu menawarkan sebuah dagangannya sebuah kain sutra kepada Fulan. Fulan yang merasa tidak membutuhkannya, terdiam sejenak berfikir ingin sekali menolongnya tapi dirinya sadar tidak ada uang disakunya karena ia hanya ditugaskan sebagai seorang kurir dagangan. Akhirnya tanpa mengurangi rasa hormat, Fulan meminta maaf belum dapat membeli dagangan kakek tersebut dan mendoakan semoga dagangannya akan segera laris.

“Kek..maaf sebelumnya, aku belum bisa beli..aku doakan semoga dagangan kakek laris ya..aamiin..”

Akhirnya Fulan melanjutkan perjalanan panjangnya. Jelan beberapa jam kemudian, ada sepasang muda mudi yang sedang duduk tidak jauh dari tempat Fulan berjalan. Pikir Fulan, mungkin mereka sedang asyik pacaran. Seketika terdengar suara yang lantang, dari tempat sepasang muda-mudi itu duduk.

“Heiii mas!! Sebentar…sinii…mas jualan barang ini ya?? Boleh aku beli??”, ternyata seorang cowo dari pasangan muda-mudi itu tertarik dengan barang dagangan yang aku bawa. Mungkin dia berfikir barang ini cocok untuk kekasih hatinya.

“Yaa maaf mas…ini barang orang..aku ga bisa kasih…Mas lagi nyari barang ini ya? Ya semoga mas dapat yang lebih baik dari barang ini ya..maaf sebelumnya..”

Dengan segenap kekuatan yang ada, akhirnya Fulan tiba ditempat yang ingin dituju. Rasa lelah, keringat akhirnya terbayar sudah dengan mengantarkan barang dagangan yang dipesan oleh saudagar tersebut. Setelah mengantar barang, Fulan mendapatkan upah yang dijanjikan oleh si pemesan. Tidak hanya itu, melihat Fulan yang bersusah payah mengantar barang, timbul rasa iba dari saudagar untuk memberikannya tempat istirahat serta hidangan untuk disantap. Pada akhir pertemuan itu, saudagar berkata

“Nak Fulan, dirimu sudah bekerja belum? Jika belum silahkan bekerja di tempat saya saja..InsyaAllah dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari…”
“Alhamdulillah…terima kasih Ya Allah..terima kasih Pak..Semoga kebaikan bapak dibalas berlipat ganda oleh Yang Maha Kuasa..aamiin”

Akhirnya Fulan bekerja ditempat saudagar tersebut dan berusaha menjadi insan manusia yang lebih baik..

-end

Tahukah kamu?

–          Saat seorang kakek menghampiri Fulan dan dirinya didoakan oleh Fulan, maka sang kakek mendoakan balik “Sungguh baiknya anak ini mendoakan aku agar mendapatkan rezeki, semoga Allah memberikannya rejeki yang berlipat ganda…Aamiin..”

–          Saat seorang pria yang menghampiri Fulan dan dirinya didoakan oleh Fulan, maka pria tersebut mendoakan balik, “Sungguh amanahnya anak ini menjaga dagangan..semoga dia bekerja ditempat orang yang amanah pula kepada dirinya..Aamiin..”

Saat kita mendoakan orang lain, mungkin kita akan melihat diri kita rugi karena belum tentu orang tersebut juga akan mendoakan diri kita. Namun ingat, saat kita mendoakan orang lain, ada malaikat yang ikut mengamini doa kita. Jadi sebenarnya posisi kita sama setaranya saat mendoakan orang lain, nah BONUS namanya jika ternyata pada akhirnya orang lain yang kita doakan juga ikut mendoakan diri kita..So, mari kita memulai saling mendoakan🙂

“Apabila seorang muslim mendoakan kebaikan untuk saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, maka malaikat mendoakan (orang yang berdoa) pula: ’Semoga engkau memperoleh kebaikan juga’/’ (HR. Muslim dari Abu Darda’ ra.)

5 thoughts on “The Power of Saling Mendoakan

  1. Aamiin, alhamdulillah gw akan berusaha melakukan hal yang sama..
    Gw doain lo dapet jodoh yang sesuai dan yang terbaik untuk lo dan yg terbaik juga untuk dia..Aamiin..😀

  2. Pingback: Refleksi 2012 « Erick Azof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s