Refleksi 2012

And whoever has tawakkul [puts all of his affairs in Allah’s hands], then Allah is all that he needs.

Bismillahirahmanirrahim,

Alhamdulillah aku masih diberikan waktu untuk dapat menggoreskan kembali ketikan dalam blog ini. Aku menyebutnya tulisan ini sebagai refleksi tulisan akhir tahun 2012. Tahun 2012 yang penuh kejutan, pembelejaran, nasihat, dari rasa suka dan duka ku. Nikmat yang tidak terkira dari Allah SWT Yang Maha Bijaksana dalam memberikan pembelajaran ke hamba-Nya.Syukurnya, saat kita mengetahui bahwa ada tangan Tuhan yang bekerja pada kehidupan kita, maka berhati-hatilah dengan ucapan, tulisan yang kita buat.

Berhati-hati dengan Tulisan

Teman seperjuanganku yang Alhamdulillah baru married beberapa hari kemarin juga mengingatkanku bahwa penulis ternama sekalipun pernah berbuat kesalahan. Ia menyesal karena disaat mudanya telah membuat tulisan-tulisan yang tidak layak dibaca oleh anak-anak. Meskipun pada akhirnya sang novelis itu membakar seluruh karyanya, namun pada akhirnya anak dari novelis tersebut secara tidak sengaja menemukan apa yang pernah ditulis oleh ayahnya semasa muda.

Well, hal itu membuatku berfikir ulang bahwa apa yang kita lakukan, apa yang kita kerjakan dapat dibaca, dilihat oleh semua kalangan. Hasilnya? Ya hati-hati, jika tulisan kita mengajak kearah yang buruk maka dosa yang ditimbulkanpun akan dibebankan ke kita. Salah satu penulis terkenal “Ayat-Ayat Cinta” El-Shirazy pernah berucap, “Entah bagaimana caranya, saat aku pergi keluar negeri (Amerika) terdapat bukuku yang terpajang disana. Begitu luasnya dampak sebuah tulisan yang kita buat hingga kita sendiri tidak dapat mengiranya..”

Berhati-hati dalam beramal dan berucap

Apa yang diucapkan oleh lidah juga dihisab oleh Allah sebagaimana amalan, lantas kenapa kita begitu berhati-hati dalam beramal namun tidak berhati-hati dalam berucap.

‎- Bukankah lidah lebih cepat beraktifitas dibandingkan amalan? dalam satu menit terlalu banyak kata yang bisa dilontarkan oleh lidah, sedangakan amalan terbatas ruang gerakanya
– bukankah lidah bisa menyakiti orang yang sedang hidup maupun yang telah lama meninggal dunia bahkan para ulama (dengan menggibahn dan mereka)?,adapun amalan hanya bisa menyakiti orang yang masih hidup?
– Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang tidak dihadapannya bahkan berada di tempat yang jauh di ujung dunia, sementara amalan hanya bisa menyakiti orang yang dihadapannya?
– Bukankah lisan merupakan salah satu sebab terbesar yang menjerumuskan orang dalam api neraka?
Lantas kenapa kita bisa berpikir dan berhati-hati tatkala bertindak sementara tidak berfikir dan berhati-hati dalam berucap?

Di ambil dari : www.firanda.com

Pernah sekali waktu, rasa sesal yang mendalam terhadap janji yang kuucapkan kepada sahabatku. Sahabatku tersebut memberikan tanggung jawab kepadaku sebagai panitia didalam pernikahannya. Dengan mudah aku mengucapkan kata janji dan ingin membantu dengan daya dan upayaku. Sungguh sesal, mungkin aku terlalu percaya diri dengan kemampuanku, hingga aku lupa mengucapkan kata “InsyaAllah” dalam langkah gerak tubuh ini.

Pada akhirnya, rasa kecewa itu memuncak karena aku tidak dapat memenuhi tanggung jawab tersebut. Bahkan rasa bersalah itu masih terngiang didadaku. Meskipun secara lisan sudah aku ucapkan permintaan maaf yang mendalam, secara habluminannas, namun secara habluminallah ada yang mengganjal. Begitu beratkah sebuah janji ?

Merefleksikan ucapan yang keluar dalam lidah, aku mulai berhati-hati dalam berucap. Sering kita dengar bahwa diam itu emas, bahwa berkata yang baik atau diam! itu sebuah harga mati bagi seorang muslim. Hal itu pula yang membuatku berfikir ulang kapan aku harus mengikat janji kepada seorang wanita yang kelak menjadi pasangan hidupku di dunia dan akhirat kelak.

Refleksi 2012

Dalam tulisanku kali ini, aku merefleksikan beberapa tulisan yang pernah aku buat. Semoga menjadi pengingat, semoga menjadi pembelajaran khusunya bagi diriku sendiri.

Januari 2012 :
Universitas Kehidupan (1, 2, 3, 4 & 5)

sebuah catatan kecil dari perjalananku ke sebuah pulau yang cantik bernama Bintan. Disitu aku bertemu dengan orang-orang yang hebat dan luar biasa. Menjadi seorang guru untuk pertama kalinya, entah mengapa panggilan untuk dapat membagi ilmu itu masih terbesik dihati hingga sekarang.

Perkenalan dengan teman-teman baru hingga terangkai menjadi catatan kehidupan yang indah, maka aku sebutnya dengan “Universitas Kehidupan”. Salah satu point yang aku dapat dari tulisan ini yaitu, bahwa setiap orang memiliki ceritanya masing-masing. Cerita dengan alur yang sedih, bahagia, bahkan horor sekalipun. Tentunya jangan sekali-sekali menghakimi (judge) seseorang meskipun kita merasa telah mengenalnya. Biarkan Allah yang menentukan takdir teman-teman kita, dan kita sebagai muslim yang baik, mendoakan yang terbaik pula untuk mereka.

Februari 2012 :
Belajar dari seorang Imam

Mungkin aku orang yang telat belajar, tapi disini aku bersyukur bisa belajar dari rutinitas yang kita lakukan sehari-hari, yaitu sholat. Entah kenapa, aku mulai memperhatikan begitu indahnya sholat berjemaah. Begitu kuatnya peran imam dalam sholat, begitu pula dengan makmum. Awalnya belajar dari seorang imam, agar kelak bisa menjadi imam yang baik pula untuk keluarga. Aamiin.

Maret 2012 :
Purple Flower dan Green Caterpillar

Hanya 2 tulisan yang aku buat pada bulan ini. Lebih cocok kusebut dengan tulisan monolog, karena hanya aku sendiri yang mengerti maksud dan tujuan tulisan ini. Ini adalah refleksi dari hatiku yang terdalam, dan pada bulan ini adalah bulan dimana aku resign dari tempatku bekerja dan memulai menyusun agenda di jakarta kedepannya.

April 2012 :
Belajar dari sebuah Sketsa

Tema yang aku ambil dari bulan April ini yaitu tentang sebuah pembelajaran. Aku belajar dari hal-hal yang menurutku tidak wajar. Seperti judul tulisan yang diatas, aku merunut satu per satu hikmah dari sketsa yang aku buat. Dalam bulan ini, aku juga belajar menjadi seorang pengusaha (masih terbilang pedagang sih) karena sepulangnya dari Jakarta aku bertekat untuk menjadi seorang entrepreneur. Aamiin.

Mei 2012 :
Half Moon Half Heart

Ini merupakan salah satu tulisan favoritku. Hehehe, lebih tepatnya hari dimana aku memutuskan untuk hidup dengan status bujang. Bisa dibilang tulisan curhat terselubung. Ehm..

Juni 2012 :
Chef Erick King

Masih baru-barunya aku membuka usaha rumah makan beserta teman-temanku. Pengalaman yang tidak terlupakan, karena kita harus menyatukan visi dan misi dari 4 otak yang berbeda. Hikmahnya, aku cukup pandai membedakan beberapa bumbu dapur. Yaa setidaknya aku bisa makan hasil masakanku sendiri. Hehe, modal bertahan hidup jilid 2 ku🙂 (Hayooo ada yang tahu apa maksudnya??)

Juli 2012 :
Kakak I Need You

Betapa pentingnya komunikasi. Termasuk didalam sebuah keluarga. Aku mendapat inspirasi ini setelah seusai sholat subuh. Waktu itu selalu dimanfaatkan oleh keluarga khususnya ibuku untuk melakukan sharing info, sharing kegiatan, dan sejenisnya. “Kakak I Need You” merupakan cerminan bagaimana seorang ibu memiliki indera ke-6 dalam mengetahui kondisi anaknya dimanapun mereka berada.

Baru akhir-akhir ini, aku juga mendengar tausiyah dari seorang ustadz yang mengucapkan bahwa seorang nenek memiliki firasat jika dirinya akan kembali ke Maha Pencipta. Oleh karenanya, biasanya sang nenek akan meminta anak-anak atau cucu-cucunya untuk segera berkumpul. Sungguh beruntunglah anak-anak yang memiliki hubungan keterikatan juga seperti sang nenek. I have prove it🙂

Agustus 2012 :
My Ramadhan

Alhamdulillah bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan penuh ampunan dan penuh barokah..Aamiin. Sebagai catatan, tidak lelah-lelahnya diriku membaca tulisan ini. I dont know why, but Ramadhan, i really miss it🙂 semoga dapat bertemu di Ramadhan selanjutnya…aamiin..

September 2012 :
Kita Itu Berbeda

Aahhh…dari judulnya aja aneh! Hehehehe…yaa bener-bener aneh deh! Percaya ga percaya, tulisan yang terinspirasi dari perjalanan karirkus sebagai pedagang yang merintis ingin naik level menjadi pengusaha. Ya namanya cobaan pasti dapat menghampiri siapapun, termasuk cobaan yang datang dari orang-orang disekitar kita.

“Kita itu berbeda” mencoba menceritakan bahwa ‘jangan merasa serba tahu’ hanya dengan melihat dan kenal seseorang. Lagi-lagi balik kepada hati-hati dalam berucap, karena hati orang siapa yang tahu? betul bukan? Jangan sampai, dalam doa orang yang tidak sengaja kita zalimi, terbesik nama kita dengan ucapan doa yang tidak baik.

Oktober 2012 :
The Power of Saling Mendoakan

Puncaknya (alias tulisan terakhirku) berjudul ‘The Power of Saling Mendoakan”. Subhanallah banyak keajaiban yang terjadi dalam beberapa aktivitasku. Jangan sepelekan “doa” yang teman dan jangan lupa mendoakan teman-teman yang telah mengamanahkan ‘doa’nya kepada kita.. #catet

Sebagian dari kita menganggap sepele hal tersebut, karena doa sebenarnya dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Karena kita menganggap enteng itulah, terkadang kita lupa melakukannya. Ingat, bahwa tidak ada kerugian sama sekali jika kita mendoakan orang lain, bahkan berlipat pahalanya! Hehee…cek tulisanku itu untuk lebih lengkapnya. Semoga bermanfaat.

November – Desember

Dalam 2 bulan terakhir ini aku memang tidak menulis tulisan di blog ini. Sebagian aku tulis di notes FB karena aku merasa tema yang aku bawakan lebih tepat ditulis disitu. Menulis menulis dan menulis setelah membaca membaca mendengar mendengar dari pengalaman hidup.

Tidak ada salahnya kita berbagi pengalaman, toh, kalau bermanfaat pahalanya untuk kita juga kan..Dan jangan ragu berbuat kesalahan atau takut kurang bermutu hasil tulisan kita. Luruskan niat, dan mulai lah menulis.

Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang menganugerahkan ilmu kepadaku, orangtua yang baik kepadaku, teman dan lingkungan yang baik kepadaku, dan seluruh nikmat yang tidak bisa aku hitung banyaknya jumlahnya.

Resolusiku untuk keluarga dan usaha, Alhamdulillah terwujud pada tahun 2012 ini. Semoga menyongsong tahun 2013, jika Allah masih memberikan hidup kepadaku, maka aku akan ikhtiar untuk segera menjemput bidadariku. Aamiin YRA.

-erick-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s