Si Pandai Berterima Kasih

Dear reader,

Pernah dengar si Pandai Besi? Ya umumnya jaman daholoe kala si pandai besi berjasa besar atas terciptanya beberapa alat-alat perang baik dari perisai, pedang, dan lain sebagainya. Mungkin sekarang si pandai besi lebih dibutuhkan oleh para ibu rumah tangga, hingga karyanya seperti pisau dapur lebih sering digunakan. Namun perkembangan teknologi membuat si pandai besi posisinya tergeser dengan para mesin-mesin canggih yang dapat menciptakan karya yang tak kalah hebatnya. Loh koq kita ngomongin tentang pandai besi ya??

Sebelum masuk ke topik yang ingin aku bawakan, kiranya simak cerpen singkat (sudah pendek di singkat pula) di bawah ini :

Pada suatu hari di kerajaan Tropika, ada kedua ahli yang sama-sama terkenal saat itu. Pertama, si pandai besi dan kedua si panda berterima kasih. Kedua ahli ini sudah cukup tersohor namanya, sehingga terdengar hingga ke telinga zeus, raja yang sangat berkuasa pada zaman itu.

Singkat cerita, kedua ahli tersebut dipanggil oleh sang raja yang merasa penasaran dengan kehebatan kedua sang ahli. Mendengar beritat tersebut, si pandai besi langsung mengiyakan undangan dari sang raja, begitu pula dengan si pandai berterima kasih.

Si Pandai Berterima Kasih & Si Pandai Besi :
Wahai Raja Zeus, ada apa gerangan baginda memanggil kami berdua?

Raja Zeus :
Aku ingin menguji seberapa hebat kemampuan kalian yang namanya sudah tersohor sehingga terdengar ditelingaku. Tunjukkan kemampuan kalian wahai para ahli.

Spontan, kedua para ahli ini merasa tertantang dengan permintaan oleh sang raja.

Si Pandai Besi :
Wahai bagindaku, kemampuanku sesuai dengan keahlianku. Aku pandai membuat besi sekeras apapun, sehebat apapun. Aku mampu membuat pedang tertajam dan juga mampu membuat perisai sekeras-kerasnya.

Raja Zeus :
Silahkan buat dan tunjukkan padaku kemampuanmu itu!

Setelah itu, si pandai besi segera mencari bahan-bahannya serta segera membuat pedang tertajam dan perisai terkeras tersebut.

Raja Zeus :
Selanjutnya, kamu si Pandai Berterima Kasih, apa kehebatanmu?

Si Pandai Berterima Kasih :
Wahai baginda raja, aku si pandai berterima kasih adalah orang yang pandai berterima kasih.

Raja Zeus :
Maksudmu? Setiap orang bisa berkata terima kasih. Tidak ada yang tidak bisa mengucapkannya.

Si Pandai Berterima Kasih :
Wahai baginda raja, benar sekali bahwa setiap orang dapat mengucapkan terima kasih itu. Namun yang pandai berterima kasih sangatlah sedikit, sangatlah langka, bahkan mungkin baginda raja akan jarang menemukannya di jaman sekarang.

Raja Zeus :
Hahaha! kalau begitu sayapun ahli pandai berterima kasih! Mmm, baiklah kalau begitu, tunjukkan kemampuanmu wahai si pandai berterima kasih.

Si Pandai Berterima Kasih :
Baik baginda, akan saya tunjukkan. Berikan saya waktu untuk membuatnya.

Hari-hari berjalan cepat, kedua para ahli sibuk  mempersiapkan apa yang telah dijanjikannya kepada sang raja hingga hari telah tiba

Para ahli tersebut dikumpulkan di balai kerajaan agar dapat disaksikan oleh seluruh rakyat kerajaan Tropika.

Raja Zeus :
Wahai Pandai besi, tunjukkan hasil karyamu,

Si Pandai Besi :
Ini baginda, pedang tertajam dan perisai terkeras.

Raja Zeus :
Baiklah, belah lah perisai tersebut dengan pedang tertajammu.

Tidak disangka-sangka permintaan raja tersebut. Alhasil, pedang yang tajam itu patah sedangkan si perisai pun retak hampir pecah.

Raja Zeus :
Kamu telah mengecewakanku, akan kugantung dirimu wahai pandai besi!

Si Pandai Berterima Kasih :
Tunggu dulu baginda! Aku belum menunjukkan hasil karyaku. Jika aku gagal, aku siap menerima hukumanmu.

Raja Zeus :
Baiklah, apa hasil karyamu wahai si pandai berterima kasih.

Si Pandai Berterima Kasih :
Sederhana baginda, ucapkan terima kasih kepada si pandai besi karena dirinya telah bersusah payah membuat pedang dan perisai untuk anda.

Raja Zeus :
Buat apa saya berterima kasih? Dirinya tidak dapat dapat membuat sesuai keinginan saya.

Si Pandai Berterima Kasih :
Loh? Bukannya baginda raja sendiri yang bilang, bahwa raja juga pandai berterima kasih?

Muka raja zeus sedikit memerah, dia merasa sudah dipermalukan dengan si pandai berterima kasih didepan rakyatnya. Akhirnya, sang rajapun mengucapkan rasa terima kasih kepada si pandai besi dan melepaskan hukumannya. Dan karena si pandai berterima kasih mampu menunjukkan hasil karyanya maka kedua para ahli tersebut diangkat menjadi para ahli di kerajaan.

selesai.

Pandai Berterima Kasih

Bagaimana cerita pendek diatas? Seru? Haru? atau bingung? Hehee..ya topik yang ingin aku bawakan yaitu mengenai rasa berterima kasih. Memang sudah cukup langka kita temukan orang yang menghargai hasil karya orang. Entah efek globalisasi atau memang otak kita sudah beku, terlalu sering mengobrol dengan benda mati (baca : Handphone, gadget) yang lebih banyak menggunakan indera pendengaran dan olahraga jempol. Hasilnya? terkadang kita lupa, yang kita hadapi dalam lingkungan sosial bukanlah sebuah gadget, tapi seorang manusia  yang punya hati nurani.

Sederhana, bahwa didunia ini tidak ada yang sempurna. Benar begitu? Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Maka sungguh alangkah baiknya jika kita menghargai hasil karya seseorang, baik itu hasilnya membuat kita puas atau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Bahkan dalam Islam sendiri, dianjurkan sekali untuk dapat mengucapkan terima kasih. Berikut adalah terjemahan dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ

Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

Nah, mulai sekarang marilah membiasakan diri untuk pandai berterima kasih🙂 tidak rugi tidak bayar malah berpahala. Benar begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s