[Qiila wa qoola] Katanya dan katanya

sunda_pitnah

Pernah sekali waktu aku pernah menonton sebuah iklan yang intinya kita kurang teliti dalam menyebarluaskan sebuah informasi. Sumber yang tidak akurat dan tidak terpercaya. Aku sendiri termasuk korban dari berita tersebut, meskipun aku sudah mencari tahu informasi secara detail melalui teman terdekat saya, yang saya percayai. Ternyata itupun hoax atau berita bohong belaka.

QS. An-Nisa: 83, yakni firman Allåh:

وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرُُ مِّنَ اْلأَمْنِ أَوْ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. (QS. an-Nisa’: 83)

Hati-hati sekal dalam menyebarkan informasi, apalagi yang terkait dengan kepentingan orang banyak. Dari yang aku tahu, bahwa menyebarkan informasi yang tidak pasti dan belum tentu kebenarannya, termasuk golongan orang yang BERDUSTA. Apa itu dusta?  Dusta adalah pangkal dari segala kejahatan. Banyak ayat yang menceritakan bahwa kedudukan orang yang berdusta sangat begitu buruk di mata Allah SWT.

Biasakan mentelaah menggunakan 3 filter.

 Sekali waktu aku pernah membaca sebuah artikel, intinya dalam mentelaah sebuah informasi kita perlu menggunakan 3 filter (penyaring).

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Q.S.17:36)

1) Pendengaran
Salah satu indera yang sering mendapatkan banyak informasi baik dari teman kantor, teman main, ataupun dari media massa seperti televisi. Wajar jika kita pernah dengar untuk menjauhi obrolan-obrolan yang tidak penting atau yang menggunjing seseorang.

Nah, bagaimana jika kita sedang berkumpul bersama teman kemudian tema obrolan tiba-tiba berubah menjadi membicarakan orang lain?? Alihkan atau keluar untuk sementara. Hal ini dilakukan oleh istri Ust. Yusuf Mansyur (Aku pernah nonton disalah satu tayangannya mengenai menggunjing). Begitu dijaganya telinga ini agar tidak mendengar berita yang kurang bermanfaat.

2) Penglihatan
Setelah telinga, indera berikutnya yaitu mata kita. Pernah ada lelucon yang bilang, hebatnya muslim di Indonesia. Kenapa? Godaannya paling kuat! Hehehe..Yaa aku sendiri termasuk orang yang dengan mudahnya tergoda karena sebuah pandangan.. Ampunn dehh ampunn..semoga mata ini tetap terjaga..Aamiin YRA

3) Hati
Terakhir hati. Pernah dengar istilah “Hati mereta ditutupi, keras seperti batu”. Nah ini sudah akut banget. Jangan sampai hati kita keras menjadi batu, tidak peka dengan lingkungan sekitar. Dan yang lebih buruk lagi, hati sudah tidak dapat membedakan antara yang kebenaran dan kebathilan.

Yaa semoga kita sebagai anak moeda (ngarep) tetap dalam lindungan Allah SWT. Dan tidak mudah terpancing dengan pesan / isu / BBM / apapun berita tanpa kita tinjau lebih dalam. Benar begitu?

Jika kita tahu bahwa berita itu salah dan tidak benar, tegurlah teman kita yang menyebarkan isu itu secara baik-baik. Tentunya kita tidak ingin ada musuh gara-gara hal sepele ini bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s