Berjalan Menuju Kematian

Tepat tanggal 5 Maret, umurku berkurang di dunia ini. Ucapan selamat cukup membanjiri timeline facebook atau twitter ini.

“Erick, selamat berkurang ya umurnya didunia. Semoga sukses usahanya dan barokah umurnya..”

Doa tersebut diucapkan oleh salah satu temanku. Ada yang aneh dalam ucapannya, namun aku bersyukur ternyata temanku yang satu ini mengingatkanku bahwa mati itu pasti, tinggal tunggu waktunya.

Bagaimana ketika umur kita bertambah (Abadi) ?

Pernah sekali waktu aku menonton sebuah film yang menceritakan bahwa kehidupan abadi itu sungguh nikmat. Bahkan banyak peneliti berbondong-bondong mencari cara bagaimana menjadi mahkluk yang abadi.

Namun ada juga film yang menceritakan bahwa tidak enaknya hidup abadi didunia. Kenapa? Karena satu per satu orang yang kamu cintai, dan kamu sayangi akan pergi meninggalkanmu. Jadi apa lagi tujuan hidup didunia?

Tuhan Maha Adil

Baiklah, jika pembaca salah satu yang merasa bahwa hidup abadi di dunia ini merupakan kenikmatan, maka coba kita lihat apa alasannya.

  1. Tetap cantik/tampan.
  2. Sehat selalu.

Enak bukan? Nah, coba saya balik kalimat tersebut

  1. Iya jika kita tampan, nah kalau pas lahir dalam keadaan kurang tampan? Mau hidup abadi?
  2. Iya jika sehat, nah kalau ternyata kita orangnya sakit-sakitan? Mau sakit seumur hidup?

Sungguh Tuhan Maha Adil, kenapa? Ia tahu bahwa jika semua hidup abadi di dunia ini maka bukannya nikmat yang diberikan kepada umat manusia namun kesengsaraan. Luas bumi terbatas, dan manusia lahir terus menerus. Banyak kelahiran namun tidak ada kematian. Can you imagine ?

Allah Maha Adil, maka jawabannya yaitu adanya Surga dan Neraka. Kenapa?

  1. Di surga, dijamin semua manusia berwajah tampan dan cantik. Tidak ada tua ataupun terlalu muda.
  2. Tidak ada yang sakit, semua sehat walafiat bahkan dengan bentuk yang sempurna.
  3. Luas surga mampu menampung manusia dari jaman bahala hingga jaman akhir kiamat. Ga sesak kaya KRL😉
  4. Kenikmatan secara jelas tertuang dalam Al-Quran. Maka kehidupan abadi seperti ini yang dicari oleh manusia.

So be grateful, saat ini kita semua sedang berjalan menuju kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s