Ceritaku di Jembatan Ampera

Alhamdulillah, akhirnya diriku berkesempatan untuk dapat melihat icon kota Palembang ini kembali. Sempat 10 tahun lamanya aku tidak pernah melihat jembatan ini secara langsung, dan sungguh amaze dengan perkembangan yang terjadi di kota ini.

Ingat sekali, saat masih kecil seolah kota ini adalah kota terbesar yang tidak akan habis dijelajah semasa hidupku.

Besar Pada Waktunya

Dan semua pandangan itu berubah ketika aku mengunjungi kota ini kembali di usiaku sekarang. Kota ini seakan begitu kecil, luas kota yang begitu besar sekarang sangat terasa sempit, luas rumah yang dulu aku bisa berlari-lari didalamnya sekarang begitu kecil.

“Mungkin aku sudah bertumbuh besar..”, ucapku.

Ternyata waktu tidak hanya merubah bentuk tubuh kita namun juga pola pikir kita. Bagaimana caranya? Dengan mengalami hal-hal yang baru. Berkunjung ke tempat yang baru, pengalaman yang baru, atau bisa jadi masalah yang baru.

Dengan begitu beruntunglah orang-orang yang diberi kesempatan u/ merasakan sesuatu yang baru karena permasalahan yang begitu luas akan terasa kecil baginya saat dihadapi kembali, pekerjaan yang begitu susah sebelumnya akan menjadi hal yang biasa baginya sekarang.

Orang-orang seperti ini akan naik level lebih tinggi dibanding orang-orang yang belum mengalami hal baru tersebut. Betul bukan?

Nah, daritadi serius banget bacanya😉 yuk bercerita! Sebuah cerita dengan judul “Ceritaku di Jembatan Ampera”

Dua orang teman kecil ini akhirnya bertemu kembali setelah sekian tahun lamanya.

“Haii..Hana..sudah lama kita tak bertemu ya, terakhir saat di SD kita dulu. Ya mungkin kamu akan lupa kalau aku tidak menghubungimu..”, sapaku.

Setelah sekian lama aku menunggu saat bisa berjumpa dan menyapamu. Dulu aku begitu malu untuk bisa berbicara, bahkan berhadapan denganmu saja sudah lebih dari cukup.

“Hai erick..iya sudah lama yaa..apa kabarnya? Sekarang sibuk apa?”, seperti biasa wanita ini begitu mempesona hatiku.

Dia telah berubah, semakin anggun, semakin cantik, ternyata ada satu yang tidak berubah dari semua ini. Yaitu hatiku, aku masih menyukainya.

“Han, jembatan Ampera sekarang begitu cantik dan menarik yaa..pokoknya keren deh..”,ucapku memulai pembicaraan.

“Ya rik, hehe. Kamu sudah lama bgt ya ga ke Palembang. Banyak yang berubah..”

Seketika itu hatiku berucap, “Yaa hanya dua yang tidak berubah..pertama, rasa dihatiku ini saat pertama kali melihatmu. Dan kedua, aku tetap tidak berani mengungkapkan isi hatiku..”

“Yuk Han, kita kontak temen-temen SD yang lain untuk reunian..bagaimana kalau janjian di jembatan Ampera?”

Dalam hatiku berucap, mungkin sudah saatnya aku bertumbuh besar..🙂

One thought on “Ceritaku di Jembatan Ampera

  1. omigod..?? what’s this?? cintauu… perasaan yahh, bulan juli itu kita kenal, tapi bulan agustus kamu masih suka dengan hana… omigod!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s